Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 208 Sebaiknya Anda Jangan Sembarangan


__ADS_3

Mendengar perkataan itu, wajah Pangeran Funing pun langsung menjadi semakin masam. Dia melihat Qin Ruojiu dengan tatapan dingin dan berkata, “Heng, kamu kira kamu itu siapa. Berani-beraninya kamu memarahi Pangeran. Jangan kira karena kamu ada kedudukan dan karena Kasiar Zhaolie sayang sama anda, kamu kira Pangeran nggak berani ngapa-ngapain anda. Jujur saja, jangankan kamu, bahkan ketika Kaisar Zhaolie mau menemuiku saja dia harus bersikap hormat padaku.”


Pada saat itu, Qin Ruojiu pun langsung menyipitkan matanya dan melihat ke arah Pangeran Funing dengan tatapan sinis. Lalu dia tersenyum dingin dan berkata, “Benarkah? Pangeran Funing, bagusan anda jangan terlalu percaya diri. Setahuku, Kaisar dari kerajaan Kangqing tidak pernah menghargai orang lain. Bagaimana mungkin dia menghargai orang seperti anda.”


Melihat Qin Ruojiu tertawa mengejeknya, Beifeng Funing pun merasa semakin kesal. Dia langsung maju lalu menyipitkan matanya dan berkata, “Kamu bilang apa?” Di dalam nada bicarnaya itu tersimpan rasa marah yang besar.


Qin Ruojiu sama sekali tidak takut. Dia mengangkat kepalanya dan melihat lurus ke dalam matanya lalu berkata sambil tersenyum, “Apa yang aku katakan itu kenyataan. Kalau Pangeran Funing sampai marah, itu bukannya berarti apa yang aku katakan itu benar-benar menusuk hati anda?”


“Baiklah kamu ini memang wanita cerdas, aku mau lihat hari ini kamu bisa bertahan berapa lama!” Selesai bicara, Beifeng Funing langsung merentangkan lengan bajunya dan hendak menyerang ke arah Qin Ruojiu.

__ADS_1


Dari awal Qin Ruojiu sudah bisa menebak apa yang sedang dipikirkannya. Kemudian Qin Ruojiu langsung menghindar darinya. Meskipun dari awal dia tahu kalau pria ini tidak ada maksud baik dengannya tetapi dia sama sekali tidak menyangka ternyata pria ini punya nyali sebesar itu. Pria ini bukan hanya melecehkannya dengan kata-kata tetapi juga hendak menyerangnya.


Kemudian, Qin Ruojiu yang marah dan kesal itu pun berdiri di samping batu itu dan melihatnya dengan tatapan marah, “Kamu mau ngapain?”


Pangeran Funing tersenyum licik.


Dari dalam matanya terlihat kesenangan yang meluap-luap. Di bawah cahaya bulan, dia berjalan selangka demi selangka menujur ke arah Qin Ruojiu dan berkata, “Sepertinya Ratu sendiri juga sudah tahu betul apa yang mau dilakukan Pangeran. Kenapa masih perlu penjelasan dari, hehe!” Pria itu pun menunjukkan senyuman yang licik dan sinis. Qin Ruojiu pun terkejut, dia terus berjalan mundur dan tangannya memegang batu yang ada di belakangnya.


Beifeng Funing terlihat acuh tak acuh seolah tidak mendengar apa yang dikatakannya dan terus berjalan maju untuk mendekatinya. Senyuman licik dan dinginnya itu terlihat semakin jelas, “Kenapa? Kamu kira Pangeran bakalan takut? Teriak saja, nanti kalau ada orang yang datang, Pangeran bakalan bilang kamu yang menggoda saya duluan. Haha, nanti Pangeran mau lihat, lebih banyak orang yang percaya dengan omonganmu atau omongan Pangeran.”

__ADS_1


“Kamu ….” Qin Ruojiu terlihat begitu ketakutan. Pria itu sekarang sudah berada tepat di depannya.


Ketika Qin Ruojiu berniat untuk membalikkan badannya dan melarikan diri, siapa sangka ternyata yang ada di belakangnya itu adalah hutan berantara yang gelap gulita. Di tengah kegelapan malam, hutan belantara itu seperti dikutut oleh sihir magic yang membuatnya terlihat begitu mengerikan.


Qin Ruojiu tidak berani lari ke dalam sana. Lalu dia berusaha untuk menjerit Lu’er dan memanggilkan orang lain.


Tetapi sayangnya, ketika dia baru saja mau berteriak, Pangeran Funing sudah menutup mulutnya dengan tangannya dan melihatnya dengan tatapan mengancam, “Jangan ribut! Kamu percaya tidak kalau Pangeran berani bunuh kamu di sini!”


Pada saat itu, Qin Ruojiu hanya bisa merasakan perasaan marah. Dia sudah tidak peduli dengan hidup dan matinya. Benar, meskipun harus mati, dia juga tidak mau mati di tangan pria bejat seperti ini.

__ADS_1


Kemudian, Qin Ruojiu menggunakan kesempatan ketika Pangeran Funing merenggangkan tangannya untuk berteriak, “Ah ….”


__ADS_2