Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 762 Senang Bisa Mengenalmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Wushuang, aku tidak akan memaksamu untuk pergi bersamaku, tapi kamu harus menerima ini.”


Entah sejak kapan Pangeran Liang sudah mengeluarkan kotak yang indah dari balik lengan pakaiannya. Wajahnya mengulas senyum yang hangat, tampilan itu jauh lebih bersahabat dibanding sebelumnya.


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang tahu sedari awal hingga akhir, Pangeran Liang hanya berniat baik, jadi Ye Wushuang tidak menyalahkannya dan juga tidak menolak.


Dengan hati-hati Ye Wushuang menerima kotak itu, setelah membukanya, Ye Wushuang kembali melihat aksesoris rambut berpola burung merak emas murni yang cantik itu.


Tatapan mata Ye Wushuang sedikit terkejut lalu berkata dengan suara pelan: “Pangeran Liang, ini…”


“Kali ini, kamu tidak boleh keberatan karena itu benda berharga.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Aku……”


“Karena kita adalah teman, maka kamu harus menerima apa yang kuberikan padamu, setidaknya pada hari-hari ketika kita tidak dapat bertemu satu sama lain, benda ini bisa dijadikan sebagai kenangan.”


Nada suara Pangeran Liang begitu lemah dan juga terdapat sedikit penyesalan dan ketidakberdayaan di dalamnya.


Ye Wushuang tidak membantah sama sekali dan hanya menerimanya sambil tersenyum ringan, saat mengangkat tatapannya, tatapan mata yang sejernih air itu seakan bisa menyentuh hati Pangeran Liang bagaikan memiliki arus listrik.


“Pangeran Liang, terima kasih.”


Lusa dirinya sudah akan pergi dari tempat ini, tidak tahu kapan dirinya baru bisa bertemu dengan Ye Wushuang lagi di kemudian hari. Mungkin tahun depan, mungkin tahun-tahun depannya lagi, mungkin bertahun-tahun setelahnya… dirinya benar-benar sangat berharap di kemudian hari akan ada wanita lain seperti Ye Wushuang yang muncul di sisinya. Pada saat itu dirinya pasti akan mempertahankan wanita itu untuk tetap berada di sisinya tanpa mempedulikan apapun.


“Pangeran Liang, aku juga merasa sangat terhormat bisa mengenalmu.” Ye Wushuang tersenyum manis, bulu matanya yang tipis dan panjang itu bisa dengan mudah menarik hati orang lain.


Pangeran Liang memaksa dirinya untuk memalingkan tatapannya, bukankah dirinya sudah akan pergi? Tapi mengapa semakin melihatnya, semakin dirinya merasa sulit untuk melepaskan?


Hanya teman saja… Kenapa perasaan aneh terhadap Ye Wushuang di dalam hatinya ini terasa begitu kuat?

__ADS_1


Tidak, semua ini hanyalah ilusi, mungkin setelah meninggalkannya selama beberapa hari maka dirinya akan mengabaikan keanehan ini. Pangeran Liang menggelengkan kepalanya dengan getir, mencoba menggunakan segala cara untuk menutupi pemikiran yang tidak masuk akal ini.


Dua hari kemudian, merupakan hari di mana Pangeran Liang akan kembali ke Dinasti Nan.


Pagi-pagi sekali, di bawah pimpinan She Jingtian, anggota inti Kastil Wuyou dengan hormat mengantar kepergiannya. Adegan itu sama megahnya sama seperti ketika Pangeran Liang datang kemari.


Tapi kali ini, Pangeran Liang tidak tenggelam dalam pemandangan itu, setelah dirinya menaiki kuda, dia terlihat masih enggan untuk pergi. Mata itu menatap ke sekeliling dengan sedikit kecemasan dan harapan, tidak ada yang bisa menebak apa yang sedang dipikirkannya. Hanya saja dari raut wajah tampannya yang terlihat kecewa bisa diketahui bahwa dia pergi dengan tidak bahagia.


Pengawal yang ada di samping sudah mendesak beberapa kali, takut akan melewatkan waktu yang tepat, tapi ekspresi Pangeran Liang masih datar, matanya tidak bisa berhenti menatap ke sekeliling.


Sampai… Ye Wushuang muncul di kerumunan bersama Shangguan Min’er.


Tatapan mata Pangeran Liang yang terlihat bagai anak yang tersesat seketika seperti telah menemukan sandaran dan tujuannya. Dia langsung turun dari atas kudanya, berjalan melintasi lautan orang, melangkah menuju ke hadapannya, sepasang mata yang lembut itu seketika menunjukkan senyum yang tampak puas. Ye Wushuang akhirnya muncul.


Ya, dibandingkan dengan kemunculan Ye Wushuang, tidak peduli sambutan seagung apapun, baginya itu semua bukanlah apa-apa.


Ye Wushuang menggandeng tangan Min’er dan berdiri di antara kerumunan, mengenakan pakaian berwarna putih bersih dan tidak ternoda debu. Tubuhnya kurus dan mungil, seolah tubuhnya itu bisa terbang ketika angin berhembus kencang. Saat ini, Ye Wushuang masih menutupi wajahnya dengan cadar, rambutnya disisir dan dibentuk dengan sanggul sederhana yang elegan, rambut yang sehalus sutra itu menebarkan aroma yang unik, membuat orang lain terlena ketika mencium aroma itu. Namun, dibanding dengan kesederhanaannya di masa lalu, hari ini Ye Wushuang sengaja menggunakan aksesoris burung merak yang diberikan oleh Pangeran Liang di rambutnya. Ye Wushuang mengangguk pelan pada Pangeran Liang, gerakan itu membuat aksesoris emas itu bergoyang-goyang di bawah sinar matahari dan memancarkan cahaya yang menyilaukan. Dipadu dengan mata hitamnya yang begitu jernih, dapat dikatakan bahwa sekujur tubuh Ye Wushuang mengeluarkan aura yang sangat elegan dan anggun.

__ADS_1


__ADS_2