
“Buka mulutmu!”
Kangyong memasukan obat itu ke dalam mulutnya sendiri, lalu menggunakan tangannya untuk membuka mulut Qin Ruojiu, memasukkan obat itu dari mulutnya ke dalam mulut Qin Ruojiu lalu menggunakan lidahnya untuk mendorong obat itu masuk ke dalam tenggorokannya. Kemudian dia menutup mulut Qin Ruojiu dan memaksanya untuk menelan obat itu.
Tidak ada orang yang menduga dia bisa menggunakan cara yang begitu kasar dan liar untuk memaksa Qin Ruojiu memakan obat itu. Qin Ruojiu pun hanya terbengong melihat apa yang dia lakukan. Lalu teringat dengan obat itu sudah masuk ke dalam mulut Kang Yong baru dimasukkan kedalam mulutnya, Qin Ruojiu pun tersedak lalu batuk.
“Kamu ….” Qin Ruojiu yang sudah selesai batuk itu pun berkata. Wajahnya itu langsung memerah karena marah dan malu. Dia benar-benar tidak bisa berkata apa-apa.
“Kamu yang memaksaku untuk berbuat seperti itu, bagaimana, apa Permaisuri puas? Kalau kamu suka, Aku bisa terus menggunakan bibirku untuk menyuapimu minum obat!” Kata-kata yang keluar dari mulutnya itu terdengar begitu dingin dan tatapan matanya itu juga terlihat begitu licik. Membuat orang sulit untuk mengerti apa maksud dari kata-katanya.
Qin Ruojiu tahu pria ini akan melakukan semua yang dia katakan tadi. Qin Ruojiu merasa semakin kesal dan benci padanya. Pada saat itu, Qin Ruojiu takut dia akan menggunakan cara itu untuk menyuapinya lagi dan langsung mengambil mangkuk yang ada di tangannya dan berkata dengan marah, “Tidak perlu, aku tidak sepantasnya diperlakukan seperti itu oleh Kaisar.” Selesai bicara, Qin Ruojiu pun berusaha untuk bersandar dan meneguk obat itu.
__ADS_1
Selesai meneguk semua obat itu, kening Qin Ruojiu pun mengerut karena rasa pahit dari obat itu.
Kang Yong pun melihat lurus ke orang yang ada di depannya itu. Wajahnya terlihat begitu pucat, rambutnya juga acak-acakan dan tubuhnya sedikit bergetar. Kang Yong tidak bisa menahan rasa perih di hatinya dan ingin memeluk wanita yang ada di depannya ini untuk membantunya meringankan rasa sakit yang ada di tubuhnya itu.
Tetapi, sebelum dia menjulurkan tangannya, Qin Ruojiu sudah terlebih dulu menyodorkan mangkok kosong itu ke arahnya dan berkata dengan nada kesal, “Kaisar, aku sudah selesai minum obat ini, sekarang Kaisar sudah boleh keluar dari sini!”
Melihat Qin Ruojiu yang mengusirnya dari sana, tangan Kaisar Zhaolie yang tadinya sudah dijulurkan itu pun berhenti. Ini adalah pertama kalinya dia melihat ada wanita yang berani menolaknya seperti itu, dan begitu tidak sopan padanya. Kalau dilihat dari karakter Kang Yong pada biasanya, dia pasti akan langsung menghukum wanita ini. Tetapi hari ini dia sama sekali tidak berbuat seperti itu. Dia hanya tertawa lalu menatap dingin ke arah wanita itu lalu berkata, “Permaisuriku, kalau begitu kamu istirahat saja, aku pergi dulu. Tetapi kamu harus ingat, kamu harus menghabiskan obat yang diberikan padamu tiap hari. Aku akan datang untuk memeriksa kamu minum obat atau tidak setiap harinya. Kalau sampai aku melihat kamu tidak minum obat itu, aku tidak akan tinggal diam.”
Selesai menyampaikan kata-kata itu, Kaisar Zhaolie pun menghempaskan jubahnya, lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar itu.
Karena dia minum obat setiap harinya, ia pun pulih dnegan cepat.
__ADS_1
Dan benar saja, hampir datang setiap hari Kaisar Zhaolie untuk mengecek keadaan Qin Ruojiu. Kadang dia datang di siang hari dan kadang di malam hari. Dia hanya datang untuk memastikan Qin Ruojiu meminum obatnya. Dia ingin Qin Ruojiu tetap hidup, walaupun ia mati, dia tidak mau Qin Ruojiu meninggal karena siksaan yang ia berikan padanya.
Pada awalnya, Qin Ruojiu berani menolak, bahkan melawan. Tetapi Kang Yong lebih berbahaya dari yang dia bayangkan. Dia tidak mengancam atau mempersulit Qin Ruojiu jika dia tidak meminum obatnya, tetapi dia akan mempersulit Lu’Er atau Xiao Huan.
Tindakan tidak adil dan kekerasan yang diberikan pada dayang-dayangnya sudah cukup untuk menyiksa Qin Ruojiu.
Qin Ruojiu juga tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menuruti perintahnya dan meminum obat itu sampai habis tiap hari.
Obat itu terasa seperti racun, menyuruh dia meminum obat itu seolah memberikan garam pada luka Qin Ruojiu.
Walaupun sekarang luka di tubuhnya semua sudah sembuh, tetapi luka di dalam hatinya itu tetap tidak akan bisa disembuhkan lagi.
__ADS_1
Hari ini, setelah Qin Ruojiu menghabiskan obatnya, tiba-tiba sekujur tubuhnya terasa sakit dan dia menyuruh Lu’Er untuk menopangnya beranjak berdiri dari kasurnya.
Sudah setengah bulan, dia hanya menghabiskan hari-harinya di atas kasur. Hidupnya itu terasa lebih buruk dari hidup seorang pecundang. Perasan ini sering kali membuatnya merasa sangat kecewa dan tidak berdaya.