
Kaisar Zhaolie sepertinya tahu apa yang sedang dipikirkan Qin Ruojiu. Lalu Kaisar Zhaolie membasahi bibirnya lalu melihat lurus ke arah Qin Ruojiu lalu berkata dengan pelan, “Jangan takut, mulai hari ini Kaisar tidak akan memperlakukanmu seperti itu lagi, asalkan kamu tidak setuju Kaisar tidak akan memaksamu.”
Setelah mendengar itu, Qin Ruojiu langsung menoleh dan melihat ke arah Kaisar Zhaolie dengan tatapan setengah percaya dan setengah tidak percaya.
Di dalam tatapan mata Kaisar Zhaolie itu tidak ada kemarahan dan hanya ada tatapan mata yang lembut dan hangat. Kemudian, dia menyipitkan kedua matanya lalu berkata dengan datar, “Kamu istirahat baik-baik, nanti malam Kaisar datang mencarimu lagi!” Selesai bicara, dia sama sekali tidak menunggu reaksi dari Qin Ruojiu dan langsung berjalan menuju arah pintu kamar itu.
Ketika melihat bayangan orang itu sudah pergi jauh, Qin Ruojiu baru merasa lega. Kelihatannya, kali ini dia sudah berhasil bersembunyi darinya. Tetapi sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh pria ini? Kenapa dia tiba-tiba berubah menjadi begitu perhatian padanya? Jangan bilang apakah dia sudah menyesali perbuatannya? Atau, dia ada rencana tersembunyi lagi?
Malam itu, langit pun dipenuhi dengan bintang yang berkelap kelip. Di tengah bintang yang berhamburan itu ada sebuah bulan yang bundar. Matahari yang terang itu sudah digantikan oleh bulan pada malam hari. Burung-burung yang keluar untuk mencari makan pun sudah kembali ke sarang mereka.
__ADS_1
Lalu, di dalam kamar Istana Fengyi, ada sebuah asbak dengan ukiran phoenix berwarna emas di atas meja. Di atas asbak itu ada sebatang dupa yang sedang dihidupkan dan memberikan aroma yang harum ke ruangan itu. Ketika angin dari luar jendela bertiup masuk ke dalam kamar, aroma dari dupa itu pun tercium semakin harum.
Di bawah cahaya lampu kuning yang remang-remang, sepasang mata indah yang dapat membuat semua orang yang melihatnya itu mabuk sedang membaca buku dengan serius. Qin Ruojiu sedang duduk di atas kursi dengan sebuah bantal di belakang kursi itu. Tubuhnya yang kurus dan langsing itu membuat tatapan orang terpikat padanya.
Cadar hitam yang menutupi wajahnya itu terbang terbawa angin dan memperlihatkan bagian dagunya yang sangat putih dan mulus.
Lu’er yang sedang duduk menemaninya di samping itu pun membawakan sedikit manisan dan seceret teh untuknya. Belakangan ini makanan yang dimakan oleh Nyonya tidak banyak, selain itu dia juga sering membaca buku sampai tengah malam. Dia khawatir Nyonya kelaparan di tengah malam. Maka dari itu dia sengaja membawakan sedikit makanan ringan untuknya.
Setelah mendengar perintah itu, Lu’er pun menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan kamar itu.
__ADS_1
Dilihat dari keadaan Nyonya belakangan ini, perasaan dan keadaannya sudah lebih stabil dari hari itu. Seharusnya dia tidak akan melakukan hal bodoh seperti bunuh diri lagi. Ditambah lagi, di luar kamarnya juga ada pengawal yang menjaganya, asalkan ada kejanggalan apa yang terjadi orang yang ada di luar sana juga pasti akan langsung tahu.
Setelah Lu’er pergi, Qin Ruojiu pun meletakkan bukunya di atas meja lalu mengesampingkan makanan yang disiapkan Lu’er lalu tidur.
Ketika Qin Ruojiu baru saja meniup lilin di dalam kamarnya, tiba-tiba Qin Ruojiu mendengar suara aneh dari luar sana. Lalu dia pun melihat ke arah luar.
Di dalam kegelapan malam itu, dia merasa ada bayangan seorang pria yang tinggi dan gagah sedang berada di luar kamarnya. Tatapan pria itu sedang tertuju pada dirinya.
Qin Ruojiu yang terkejut melihat itu pun langsung turun dari kasurnya. Tiba-tiba, sosok yang tinggi dan perkasa itu langsung berjalan ke arah kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya dengan cepat.
__ADS_1
“Kamu ini siapa?” Qin Ruojiu pun bertanya dengan nada ketakutan. Qin Ruojiu pun berjalan mundur sampai badannya menempel dengan dinding. Jarak antara mereka berdua pun semakin jauh. Lalu pria yang tegar dan perkasa itu pun berkata dengan nada bicara yang lembut dan hangat, “Ini aku, Kaisar!”