Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 306 Aku Tidak Sengaja


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelahnya Qin Ruojiu baru mengetahui apa yang telah dilakukannya, Qin Ruojiu menatap Kaisar Zhaolie dengan ketakutan, menundukkan kepalanya, menatap bahu Kaisar Zhaolie yang berdarah, Qin Ruojiu berdiri dengan gemetar, raut wajahnya pucat dan berkata dengan wajah penuh air mata: “Aku tidak sengaja, aku tidak sengaja… ” Qin Ruojiu tampak sedng menjelaskan tapi suaranya begitu lemah, Kaisar Zhaolie sedikit tidak tega ketika mendengarnya.


Pada saat ini Kaisar Zhaolie mengangkat sudut bibirnya, mengulas senyum jahat, mengulurkan telapak tangannya yang besar lalu dengan pelan memegang bahunya yang sakit, jejak darah tercetak di ujung jarinya, Kaisar Zhaolie menarik kembali tangannya kemudian meletakkan di depan hidung untuk mengendusnya, bau samar darah langsung menguar ke seluruh rongga hidungnya.


Hello! Im an artic!


Qin Ruojiu menyaksikan tindakan Kaisar Zhaolie, hatinya terasa sangat sakit!


Kemudian ketika Qin Ruojiu merasa bersalah dan bersedih, Kaisar Zhaolie tiba-tiba mengambil langkah maju, matanya yang gelap itu dipenuhi dengan cahaya misterius dan berbahaya. Kaisar Zhaolie perlahan mendekati Qin Ruojiu, kemudian mengangkat wajah Qin Ruojiu yang berlinang air mata, dengan sengaja mengucapkan kata-kata yang membuat Qin Ruojiu tersipu dan berdebar: “Ratu, jangan terlalu gugup, aku tidak menyalahkanmu. Kamu melakukan hal itu tadi juga karena hanya ingin aku mengingatmu dan peduli padamu bukan?”

__ADS_1


Ada keanehan yang tak terlukiskan dalam nada dan pesonanya, seolah itu semacam godaan yang berbahaya, tapi juga seperti sebuah dorongan yang memabukkan. Dalam sekejap, Qin Ruojiu berdiri diam di tempat, tubuhnya begitu kaku seperti patung, membiarkan tangan Kaisar Zhoulie berbuat semaunya.


Situasi di depannya membuat Qin Ruojiu merasa sedikit bingung, tidak bisa menekan suaranya yang ketakutan: “Kaisar, kamu…”


Hello! Im an artic!


“Kamu menggigitku, semua kebencian dan amarahmu bisa dikatakan sudah dilampiaskan, sekarang kamu tidak boleh nakal lagi, ini sudah waktunya aku membutuhkanmu!” Sambil berbicara, mata Kaisar Zhaolie bergerak perlahan ke bawah dan perlahan-lahan berhenti di depan dada Qin Ruojiu yang sedikit berdebar, melewati pakaian tipisnya itu, seakan bisa mendengar detak jantung Qin Ruojiu yang berdebar kencang.


Memikirkan hal ini, kedua mata Qin Ruojiu yang jernih itu sudah membelalak lebar. Ada kemarahan di dalam hatinya, tapi tidak bisa dilampiaskan dengan begitu jelas.


Dia adalah Raja, Qin Ruojiu adalah Istrinya. Apa yang Kaisar ingin dirinya lakukan, tidak ada kalimat dirinya rela melakukannya atau tidak, Qin Ruojiu hanya bisa menurut dengan sukarela.

__ADS_1


Selanjutnya, Qin Ruojiu menatap lurus ke arah Kaisar Zhaolie, ada kesedihan yang terlintas di matanya.


Jari-jari yang ramping itu meluncur melewati pakaiannya, dengan erat memegangi dadanya, mengerutkan alisnya, tidak memandang Kaisar Zhaolie, nada bicara Qin Ruojiu sedingin salju yang turun di langit.


“Kaisar, mengapa kamu melakukan ini padaku?” Qin Ruojiu menggigit bibirnya dan bertanya dengan suara tercekat.


Kaisar Zhaolie memegang telapak tangan Qin Ruojiu dan sedikit terpaku, menatap Qin Ruojiu dalam-dalam, tiba-tiba memajukan tubuhnya ke depan, memegang pergelangan tangan Qin Ruojiu dan berkata dengan suara dalam: “Kalian para wanita selalu begitu tamak, selalu berpikir menggunakan diri sendiri untuk sepenuhnya mengendalikan hati seorang pria. Kamu sebagai Ratu, aku sebagai Kaisar. Apa kamu juga begitu dangkal seperti wanita lainnya? Selain itu, apa aku tidak cukup baik padamu? Di Istana ini, siapa yang paling memiliki kekuasaan, hatimu itu seharusnya sangat paham.”


Kata-kata Kaisar Zhaolie membuat Qin Ruojiu merasa dingin, wajahnya pucat, Qin Ruojiu ingin menarik kembali tangannya: “Kaisar sama sekali tidak mengerti diriku!”


“Tidak!” Genggaman tangan Kaisar Zhaolie semakin erat: “Bukan aku yang tidak mengerti dirimu, tapi aku sudah terlalu jelas melihat para wanita di harem ini.”

__ADS_1


Begitu Kaisar Zhaolie mengucapkan perkataan ini, Qin Ruojiu tiba-tiba menatap Kaisar Zhaolie seolah dirinya disambar guntur. Kaisar Zhaolie sedang mengawasinya dengan cermat saat ini, matanya yang tampan itu memancarkan cahaya menggoda. Tatapan mata yang panas itu seakan bisa membuat Qin Ruojiu meleleh.


__ADS_2