Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 70 Dia Tidak Ingin Menjadi Permaisuri Lagi


__ADS_3

Melihat Qin Ruojiu yang terlihat bingung dan tidak berbicara, Lu’Er pun merasa khawatir dan langsung bertanya, “Permaisuri, apakah ada yang sakit? Jangan diam saja seperti ini, Lu’Er takut.” Bagi Lu’er , Qin Ruojiu yang tertidur itu sangat mengerikan. Dia terlihat putih pucat dan lemah tidak berdaya, dia sama sekali tidak bergerak, tidak mengedipkan matanya dan tidak berbicara sama sekali. Semua orang yang melihatnya pun merasa khawatir.


Melihat Lu’Er yang khawatir, Qin Ruojiu pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum, “Lu’Er, aku baik-baik saja, kamu boleh keluar!”


“Tapi Permaisuri ….”


“Masih ada masalah apa lagi?” Melihat Lu’Er yang tidak mau meninggalkannya, Qin Ruojiu un bertanya dan melihat ke arahnya.


Lu’Er pun tidak berdaya dan mengatakan, “Yang Mulia Penasehat Negara datang, dia bilang mau menjenguk anda.”


“Penasehat Negara?” Qin Ruojiu pun terkejut dan kedua matanya menunjukkan tatapan bingung.


Lu’Er berkata dengan lembut, “Sejak Permaisuri keluar dari sel tahanan, Kaisar merasa bersalah dan berutang banyak pada Permaisuri, ia lalu memberikan jabatan Penasehat Negara pada Ji Mie!”

__ADS_1


“He … ternyata seperti itu ….” Ayah Qin Ruojiu, Ji Mei, menjadi Penasehat Negara, Penasehat Negara Kangqing. Kalau dari luarnya, nama panggilan ini terdengar begitu agung dan hebat, tetapi sebenarnya hanya Qin Ruojiu yang tahu bahwa semua ini hanyalah kebohongan palsu.


“Benar, Permaisuri, sekarang kamu sudah siuman, bagaimana kalau ….”


“Cepat cepat … cepat persilahkan dia masuk!” Sejak dia masuk ke dalam istana, dia tidak pernah bertemu dengan ayahnya lagi. Setiap kali dia hanya bertemu dengannya di dalam mimpi.


Ketika dia masih kecil, jika dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia selalu bisa merasakan sebuah tangan yang hangat yang menenangkannya. Setelah merasakan tangan itu, ia akan menjadi tenang dan langsung menggengam tangan itu dengan erat, enggan melepaskannya lalu mengigau di dalam mimpinya, “Hangat sekali!” Karena itu adalah tangan ayahnya yang hangat dan penuh dengan kasih sayang.


Ketika Ji Mie masuk, Qin Ruojiu pun mengenakan sebuah selimut dan menutupi bahunya. Tatapan mata Qin Ruojiu terlihat begitu lemas dan tidak berdaya.


Melihat putrinya yang menderita setengah mati seperti itu, Ji Mie merasa perih di dalam hatinya.


“Jiu’Er, Jiu’Er … kamu kenapa? Beritahu ayah, sakit tidak?”

__ADS_1


Melihat tatapan ayahnya yang begitu sedih dan hangat, Qin Ruojiu hampir tidak tahan dan meneteskan air matanya. Tetapi dia berusaha untuk menahan air matanya lalu mengigit bibirnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya, “Tidak … tidak sakit ayah.”


Ji Mie langsung berjalan ke arahnya dan langsung menariknya ke dalam pelukannya seperti pelukan yang selalu ia berikan pada Qin Ruojiu ketika dia masih kecil, lalu menepuk-nepuk pundaknya dan berkata, “Ayah yang menyebabkanmu mederita seperti ini, Kaisar sudah mengatakan semua itu pada ayah.”


“Ayah, Jiu’Er tidak mau menjadi Permaisuri lagi. Jiu’Er ingin pergi dari tempat ini dan hidup bersama dengan ayah.” Dulu Qin Ruojiu sudah pernah mengatakan kalimat ini, tetapi dia tahu semua ini tidak mungkin terjadi.


Tetapi sekarang semua ini sudah terjadi dan sekarang ayahnya ada di depannya, perasaan ingin melarikan diri dari istana itu pun muncul lagi di dalam kepalanya.


Wajah Ji Mie terlihat gelap dan sedih melihat putrinya yang menangis di dalam pelukannya itu. Ji Mie berkata dengan lembut, “Jiu’Er, dengar katakan ayah, jangan membuat keributan lagi. Kaisar sudah membayar semua kesalahannya, kamu tidak boleh pergi dari sini. Kamu adalah Permaisuri, Permaisuri ….”


Melihat ayahnya juga ingin dia tetap tinggal di istana yang dingin ini dan membiarkan pria yang tidak berperasaan itu menyiksanya, Qin Ruojiu pun terkejut lalu melepaskan diri dari pelukan ayahnya dan berkata dengan sedih, “Tidak … Jiu’Er tidak mau menjadi Permaisuri … Jiu’Er tidak peduli.”


“Jiu’Er, kamu harus tahu, bukan ayah yang memaksamu menjadi Permaisuri. Tetapi ini semua adalah takdirmu, kamu terlahir untuk menjadi Permaisuri Kaisar Zhaolie. Dia sendiri yang memilih untuk menikahimu!”

__ADS_1


__ADS_2