
Hello! Im an artic!
“Posisi Kaisar, sebenarnya Paman menginginkannya atau tidak!” Sekali lagi, Liqing mengertakkan giginya dan berbicara dengan nada yang sangat tegas.
Bei Fengchen memejamkan matanya, mengangguk getir dan berkata tanpa daya: “Ya!”
Hello! Im an artic!
Kaisar Zhaolie membawa Leng Bingxin dengan paksa ke dalam Istananya.
Ketika menurunkannya, Leng Bingxin hanya memasang raut wajah dingin dan acuh, hati Kaisar Zhaolie sedikit berkedut dan menatapnya dengan kasih sayang.
Kemudian Kaisar Zhaolie menghela nafas pelan, menolehkan kepalanya dan berkata dengan lembut: “Selir Mulia tidak melakukan sesuatu padamu bukan…” Terdapat rasa sakit yang mendalam dalam nada suara yang lembut itu. Suara seperti ini seolah-olah dulu pernah diucapkan oleh Kaisar Zhaolie. Hanya sayangnya semua ini hanyalah ilusi Leng Bingxin mengenai dirinya belaka.
__ADS_1
Leng Bingxin menatapnya dengan sikap melawan dan berkata: “Demi diriku, Kaisar Zhaolie bahkan dapat menyinggung Putri Liqing dari Negara Beifeng, apa itu sepadan?”
Hello! Im an artic!
Kaisar Zhaolie tiba-tiba mengangkat kepalanya, menatapnya dengan wajah serius untuk sekian lama, mengerutkan kening dan tersenyum dingin: “Demi dirimu, itu sepadan!”
Hati Leng Bingxin bergetar, mungkin hatinya akan mabuk jika mendengar kata-kata seperti itu 2 tahun lalu, tapi sekarang hatinya sudah mati, tidak peduli apa itu benar atau tidak, Leng Bingxin sudah tidak ingin mendengarkan lagi.
“Apa yang kamu tertawakan?” Kaisar Zhaolie merasa seperti dipermalukan.
Setelah mendengar ucapan ini, pupil hitam kelam Kaisar Zhaolie menatap Leng Bingxin untuk sekian lama, pada akhirnya Kaisar Zhaolie memeluk pinggang Leng Bingxin yang ramping dan langsung menekankan bibirnya dengan kuat, lalu menerobos pertahanan giginya dengan paksa untuk menjulurkan lidahnya masuk ke dalam.
Leng Bingxin merobek pakaiannya dengan sangat marah, pada akhirnya kelima jarinya itu dengan kejam menggores kulit lengan Kaisar Zhaolie, noda darah terlihat dengan sangat jelas.
__ADS_1
Tapi Kaisar Zhaolie sama sekali tidak melepaskan tangannya, dengan menggoda menjilat bibir tipis yang seksi itu, mengangkat sepasang matanya seolah-olah sedang mengenang sisa rasa imajinatif ini.
Setelah menerima penghinaan yang begitu besar, Leng Bingxin mengangkat tangannya dengan marah, menyeka bibirnya dengan ganas dan menolehkan kepala dengan jijik, berhadapan dengan tatapan mata gelap mmilik Kaisar Lie. Mata mereka saling bertatapan, Leng Bingxin tanpa sadar bergirik ketika melihat hasrat tertentu di mata pria di hadapannya ini.
Situasi seperti ni seakan kembali ke masa 2 tahun lalu. Kaisar Zhaolie terus menerus menginginkannya, menyiksanya tanpa lelah.
Ya, pada saat ini Leng Bingxin sepertinya mengerti apa yang ingin dilakukan oleh Kaisar Zhaolie, pria di hadapannya ini adalah pria yang selalu dikenang olehnya, membuatnya tanpa sadar mundur beberapa langkah, berbalik ingin melarikan diri, ingin membuka pintu dengan kedua tangannya, tapi apa daya pintu itu seakan memiliki berat ribuan pon, seorang wanita yang lemah sepertinya tidak bisa membukanya sama sekali. Pada saat ini, Leng Bingxin merasa panik dan ingin berteriak, tapi ketika membuka bibirnya, dirinya baru menyadari bahwa tempat ini adalah wilayah pria itu, dirinya tidak bisa menemukan cara lain selain menerima takdirnya.
Tepat ketika pemikiran ini membuatnya putus asa, suara dingin Kaisar Zhaolie terdengar dari belakang telinganya: “Jiu’er, jangan tinggalkan aku, mengapa kamu ingin pergi? Jelas-jelas kamu tahu bahwa kamu tidak akan bisa melarikan diri, tapi mengapa kamu ingin melarikan diri lagi?”
Leng Bingxin mendengar ucapan itu, hatinya bergetar, tapi Leng Bingxin malah berusaha menggigit bibir merahnya dan menggelengkan kepalanya, alisnya yang mengerut itu penuh dengan kesinisan dan menatap pria itu yang datang menghampirinya selangkah demi selangkah, meskipun gerakannya itu sangat lambat tapi malah membuat orang lain merasakan rasa bahaya.
Tepat ketika Leng Bingxin sudah tidak memiliki jalan untuk mundur dan sekujur tubuhnya sudah menegang dan sudah hampir meledak.
__ADS_1
Pada saat itu juga Leng Bingxin mati-matian memaksa dirinya untuk tenang, memantapkan pijakannya, menoleh dengan acuh, menatap dengan dingin dan berkata dengan datar: “Kaisar, kamu salah mengenali orang, aku adalah Leng Bingxin, ingatlah, Leng Bingxin!”
Kaisar Zhaolie maju dengan raut wajah yang gelao, mendekatinya perlahan-lahan, melihat perubahan ekspresi di wajah Leng Bingxin: “Tidak, kamu adalah dia, aura di tubuhmu itu sangat mirip dengannya, kecuali kamu berubah menjadi dingin, kamu tidak ada bedanya dengannya. Bahkan ciuman itu juga sama persis. Beritahu padaku, kamu adalah dia!”