Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 966


__ADS_3

“Kaisar, aku hanya…hanya ingin menggunakan kematian untuk membuktikan bahwa hatiku tulus… jika Kaisar tidak percaya padaku maka aku akan mati untuk memperlihatkannya pada Kaisar…”


Hello! Im an artic!


Selesai berbicara, Zhao Xueyan terbatuk ringan selama beberapa saat, ketika ingin melanjutkan, Kaisar Qi dengan tegas langsung menghentikannya.


“Apa menurutmu jika begini maka kamu bisa menyiksaku?” Kaisar Qi melihat sudut bibir Zhao Xueyan sudah penuh dengan darah, bahkan Zhao Xueyan sudah kesulitan untuk bernapas. Bagaimanapun juga selama bertahun-tahun ini dirinya pernah mencintai wanita ini, bagaimana mungkin bisa melihat wanita ini menyiksa tubuhnya sendiri seperti itu?


Hello! Im an artic!


“Kaisar… aku… hanya…”


Berbicara sampai di sini, Zhao Xueyan langsung pingsan.


Melihat wanita di pelukannya, Kaisar Qi tanpa sadar menghela napas pelan kemudian langsung menggendongnya, mengingat kembali segala sesuatu di masa lalu, hati Kaisar Qi seakan tersayat pisau.


“Pengawal, cepat undang Tabib Istana kemari!”

__ADS_1


Hello! Im an artic!



Di Paviliun Xuanyi, Yangui sudah menerima berita dan bergegas mencari Ye Wushuang. Yangui melihat Ye Wushuang sedang membaca sebuah buku kuno yang sudah menguning dengan tenang, Yangui bergegas berjalan ke arahnya dan berkata dengan suara pelan: “Selir Ye, kamu masih bisa membaca? Terjadi sesuatu di Paviliun Panlong.”


Mata Ye Wushuang masih tetap tidak meninggalkan buku itu, Ye Wushuang berkata dengan ekspresi tenang dan lembuat: “Ada masalah apa?”


“Kudengar dari orang-orang di Paviliun Panlong, Selir Mulia Zhao pagi-pagi sekali pergi ke sana untuk menemui Kaisar.”


“Lalu kenapa?”


Setelah Yangui menyelesaikan ucapannya dalam satu tarikan napas, Ye Wushuang akhirnya mengalihkan tatapannya dari buku, perlahan-lahan meletakkan buku itu lalu mengerutkan keningnya: “Bunuh diri dengan membenturkan kepalanya ke pilar?”


“Ya. Menurutmu, bukankah ini aneh?”


Wajah Yangui sangat penasaran. Bagaimanapun juga dirinya tidak bisa membayangkan seorang wanita yang licik dan kejam seperti Zhao Xueyan akan berpikir untuk bunuh diri.

__ADS_1


Ye Wushuang merenung sekian lama, tatapan matanya dalam, Ye Wushaung lalu tertawa dingin dan berkata: “Itu hanyalah trik pahitnya saja, terakhir kali Selir Zhen yang maju, dan kali ini dia yang melakukannya secara pribadi, sepertinya dia benar-benar sangat berusaha.


“Tidak, Kaisar bahkan sangat cemas.”


“Itu menunjukkan bahwa dia masih sangat penting dalam hati Kaisar.” Ye Wushuang berkata dengan tenang. Tidak sulit untuk menebak bahwa kunjungan Zhao Xueyan ke Paviliun Panlong di pagi hari pasti untuk memohon belas kasih demi Selir Chang. Melihat kondisinya, seharusnya hal itu ditolak oleh Kaisar. Tapi meski Kaisar menolak untuk melepaskan Selir Chang, dia tidak perlu menggunakan cara yang begitu ekstrem untuk mengancam Kaisar Qi. Apa mungkin terjadi sesuatu yang membuat Kaisar Qi tidak puas pada Zhao Xueyan? Memaksa Zhao Xueyan terpaksa menggunakan trik seperti itu demi membuat Kaisar merasa kasihan padanya?


“Itu terlalu berbahaya bukan?” Yangui tidak tahu apa yang dipikirkan Ye Wushuang, Yangui mengerutkan kening dan berkata dengan sedikit tidak senang.


“Dia memiliki banyak trik, tapi kita tidak perlu waspada padanya saat ini. Dari apa yang terjadi hari ini, kita dapat melihat bahwa Zhao Xueyan sudah kewalahan di hadpaan Kaisar Qi.”


Yangui akhirnya berkata dengan sedikit senang: “Kalau begitu Selir Ye, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?”


Ye Wushuang perlahan bangkit dari kursinya, mengulas senyum dingin di sudut bibirnya dan berkata: “Sekarang, kita boleh pergi ke Paviliun Shuning untuk melihat.”


“Apa? Paviliun Shuning… bukankah itu tempat tinggal Selir Chang?”


__ADS_1


Di sini lain, di Paviliun Shuning di mana sebagian besar pelayan sudah diusir, tempat ini sudah tidak ramai dan indah seperti itu.


Selir Chang sekarang sudah diusir ke Istana Dingin, raut wajahnya sangat jelek, meskipun dia masih mengenakan pakaian mewah tapi tampilannya terlihat kosong dan putus asa, dirinya sudah tidak memiliki apa-apa.


__ADS_2