
“Tidak mungkin, kamu bukan orang yang sedingin ini, Ruojiu, pasti dia yang memaksa kamu, dia sangat keterluan, aku sekarang juga akan cari dia!”
Setelah bicara, Kang Yin langsung keluar.
Qin Ruojiu tidak menyangka dia akan marah sebesar ini, maka dia langsung menghalanginya, “Berhenti!”
Kang Yin menghentikan langkah kakinya mendengar itu, dia memutar badannya dan tersenyum, “Ruojiu, dia yang paksa kamu kan?”
Qin Ruojiu berkata: “Bukan dia, tapi aku, aku tidak mau seperti ini terus dengan kamu, aku adalah wanitanya kaisar, aku adalah permaisuri, aku tidak mau berhubungan dengan kamu, aku tidak mau posisi aku sebagai permaisuri direbut oleh orang lain……”
Ucapan terakhirnya itu diucapkan dengan keras oleh Qin Ruojiu, dia menatap Kang Yin dan berusaha mengendalikan tangisannya.
Kang Yin langsung mematung, dia seperti tidak bisa menerima kenyataan ini.
Melihat matanya yang sangat sedih itu, Qin Ruojiu juga merasa sangat sedih. Dengan gemetar dia menggenggam kursi di sebelahnya agar dia bisa terlihat santai sedikit.
__ADS_1
Mendengar itu, Kang Yin menghela nafasnya, “Itu benar-benar dari hati kamu sendiri?” kali ini dia tidak curiga seperti tadi.
Qin Ruojiu tahu dirinya sudah membohongi dia, walaupun hati dia sudah sangat sakit, tapi dia tidak mau kebohongan dia ini menjadi sia-sia, “Bagus kalau kamu mengerti!”
Kang Yin mengangat kepalanya agar tangisannya tidak turun. Dia berkata sambil tersenyum, “Baiklah, aku lain kali tidak akan datang mengganggu kamu lagi, aku pergi dulu!”
Setelah bicara dia langsung pergi dengan cepat, dia seperti anak kecil yang sangat terluka yang benar-benar ingin pergi dari sini.
Setelah dia pergi, Qin Ruojiu langsung menangis.
Qin Ruojiu tidak tahu harus menjawab apa. Dia mana tahu kalau kata “suka” ini sangat berat dan memerlukan pengorbanan yang besar?
“Wah, kakak ternyata ada di rumah, kalau begitu aku datangnya sangat tepat!”
Terdengar suara yang lembut dari luar pintu yang bersemangat.
__ADS_1
Qin Ruojiu dan Xiao Huan melihat ke arahnya, ternyata orang yang datang adalah Zhao Yuanran. Dia hari ini mengenakan baju berwarna pink dan rok berwarna putih mutiara.
Setelah melihatnya beberapa saat, Qin Ruojiu menyimpan semua perasaan sedihnya barusan, “Selir mulia datang, duduk!”
“Kakak, kita bukannya saling memanggil adik kakak? Kenapa kamu panggil aku selir mulia lagi? Kamu menganggap aku sebagai orang luar ya?”
Bab selanjutnya Bab 147 Mood Kamu Hari Ini Tidak Baik Ya
Walaupun dia tidak bersedia, tapi dia tetap memanggilnya: “Adik!”
Mendengar itu, Zhao Yuanran langsung tersenyum cerah, “Kakak, kenapa mata kamu merah? Tadi kamu menangis?”
Qin Ruojiu tertawa, dia langsung mengelap matanya, “Tidak, tadi hanya kelilipan, bagaimana bisa menangis?”
Zhao Yuanran juga tertawa, “Benar juga, sekarang mana mungkin ada hal yang bisa membuat kamu sedih.”
__ADS_1
Qin Ruojiu tidak bicara apa-apa. Dia sekarang merasa semuanya yang ada sekarang sangat tidak nyata, semuanya sedang akting dan saling beradu siapa yang paling hebat.Tapi dia sama sekali tidak mau akting lagi, dia mau kabur dari sini. Mengingat rasa sakitnya barusan, hati dia terasa berat dan mukanya menjadi gelap.