
Ayahnya tidak datang menjenguknya, tetapi setiap kata-kata yang dituliskan ayahnya di dalam surat itu semua adalah nasehat yang sangat penting. Qin Ruojiu pun mengingat semua itu di dalam hatinya. Dia tidak akan mencelakai orang lain, dia juga tidak tahu sebenarnya apa keuntungan dari semua cinta yang dia dapatkan. Dia hanya tahu, dia mau memberikan kehidupan yang damai untuk semua rakyatnya. Permintaannya tidak banyak, dia hanya mau menjalani hidup yang damai untuk selamanya.
Hari ini, Selir Zhao Yuanran yang sudah lama sekali tidak pernah datang mencarinya itu datang untuk menjenguknya.
Hari ini dia mengenakan atasan berwarna putih dengan sulaman bunga teratai berwarna pink muda dan sebuah rok berwarna merah muda dengan tali berwarna hijau di pingganganya. Selain itu, rambuntnya dijepit dengan manik-manik rambut.
Tatapan matanya itu terlihat sangat bersemangat dan alisnya yang digambar rapi itu membuat jantung orang yang melihatnya berdetak kencang. Dia terlihat begitu cantik dan mempesona.
__ADS_1
Ketika dia melihat Qin Ruojiu yang hanya berpakaian sederhana seperti itu. Dia pun tersenyum dan menunjukkan tatapan sedikit merendahkan dan merasa menang. Tetapi dia bisa menyembunyikan ekspresinya itu dengan cepat dan langsung berkata, “Kakak, aku sudah lama nggak lihat kamu datang menemuiku belakangan ini. Apakah setelah menjadi Ratu kerajaan kamu jadi lupa sama adik Yuan Ran lagi?”
Setelah mendengar kata-kata Yuan Ran yang sedikit menyindir itu, Qin Ruojiu pun sedikit tidak terbiasa dan tersenyum lembut, “Mana ada, saya takut ganggu waktu kamu, maka dari itu aku nggak pergi melihatmu.” Dia selalu merasa ada sesuatu yang tersembunyi dan ada perasaan yang tidak jelas ketika dia melihat Zhao Yuanran. Sejak anaknya meninggal, sepertinya dia sudah berubah menjadi orang lain. Adiknya yang dulu sangat hati-hati dan lemah lembut itu seolah langsung berubah menjadi api yang panas dan ganas. Di dalam senyuman lembutnya itu selalu ada sesuatu yang tersembunyi di belakangnya. Tetapi dia tidak menyangka kalau memang ada sesuatu yang membuat orang curiga dengannya.
Zhao Yuanran tidak merasa kesal setelah mendengar jawaban dari Qin Ruojiu. Dia sengaja pura-pura dekat dengannya dan langsung berjalan ke arahnya dan merangkul tangannya. Dia berpura-pura seperti adik yang baik dan berkata dengan lembut, “Haha, benarkah? Yuanran suka banget tinggal sama kakak, mana mungkin aku terganggu karena kedatangan kakak. Lagian, sekarang kakak sudah berhasil menggoda Kaisar sampai Kaisar begitu tergila-gila dengan kakak. Kalau tidak keberatan, kakak bagi cara kakak kasih aku dong. Aku juga ingin dengar.”
Setelah ditanya seperti itu, Qin Ruojiu pun langsung merasa malu dan wajahnya memerah. Untung saja dia menggunakan cadar hitam, kalau tidak dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana menghadapi Zhao Yuanran.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Qin Ruojiu, tatapan mata Zhao Yuanran pun sedikit berubah. Lalu dia tersadar kembali dan berkata, “Benarkah? Kakak ini pelit sekali sama adik sendiri pun nggak mau berbagi. Sekarang kakak sudah jadi wanita yang mempunyai Kaisar sepenuhnya. Hal ini buat aku iri banget sama kakak!” Nada bicaranya memang terdengar bercanda dan ramah, tetapi di dalam hatinya itu ada api yang membara. Ternyata wanita ini menggunakan cara seperti ini untuk bisa mendapatkan Kaisar. Ketika dia yang ditanya, tatapan matanya terlihat sedikit kesal dan dia terlihat seperti orang lain. Di dalam tatapan matanya itu terlihat ada sedikit rasa panik dan malu. Kalau anda tidak melakukan kesalahan, kenapa anda bisa menunjukkan ekspresi dan tatapan mata seperti itu?
Ketika melihat semua itu, Qin Ruojiu benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa. Karena dia benar-benar tidak ada cara apa-apa untuk membuat Kaisar suka dengannya. Kedatangan Kaisar mencarinya itu juga bukan keinginannya.
Ketika ditanya seperti ini, dia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Mau jawab tidak juga sepertinya salah, tetapi mau jawab benar juga sepertinya tidak begitu tepat.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Qin Ruojiu mendapatkan sebuah alasan yang bisa mengalihkan topik ini dan berkata dengan canggung, “Cara yang adik tanya itu mungkin karena Kaisar suka makan makanan buat aku deh!”
__ADS_1
Meskipun sebelum dia sempat membuatkan makanan untuk Kaisar, Kaisar sudah suka dengannya duluan, tetapi sekarang dia tidak bisa menemukan alasan yang lebih bagus lagi.
Meskipun Zhao Yuanran tidak begitu puas dengan jawaban ini, tetapi dia melihat bingung dan terkejut ke arah Qin Ruojiu, “Maksud kamu, Kaisar tiap hari datang ke mari karena dia mau makan makanan masakan kamu?” Heng, mana mungkin, dapur istana yang begitu besar masa nggak bisa buat makanan yang lebih enak dari masakannya? Kaisar mana mungkin suka dengan masakannya. Dia ini pasti lagi sengaja mau buat dia iri dan kesal. Berpikir sampai di sana, Zhao Yuanran masih berusaha untuk bersikap akrab dengannya layaknya kakak beradik untuk menyembunyikan kemarahan yang ada di dalam dirinya.