
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu yang tertidur nyenyak memiliki kecantikan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Wajah putih tanpa cela itu benar-benar bebas dari debu dunia, bulu mata yang panjang dan tebal itu tampak begitu lentik.
Qin Ruojiu pada saat ini sudah seperti bulan cerah yang tergantung tinggi di atas langit, begitu tinggi dan tidak dapat dicapai, tapi malah membuat orang lain begitu kagum.
Hello! Im an artic!
Terkadang Kang Yong merasa Qin Ruojiu seperti api, jelas-jelas tahu akan terluka jika menyentuhnya, tapi malah membuat orang lain tidak berdaya. Qin Ruojiu sudah seperti angin, jelas-jelas tahu keberadaannya itu samar dan tidak bisa dilacak, tapi membuat orang lain tamak akan perasaan terbang itu, tidak mempedulikan kurangnya kekuatan di bawah kaki, tapi tetap berusaha untuk terus mengejar. Qin Ruojiu sudah seperti awan, jelas-jelas tahu bahwa bentuknya itu selalu berubah, tapi malah membuat orang lain dengan keras kepala berpikir bahwa kecantikannya itu hanya demi dirinya sendiri, apa yang Qin Ruojiu tunjukkan di hadapannya merupakan sisi dirinya yang paling nyata.
__ADS_1
Hanya dengan tatapan ini saja, Qin Ruojiu sekali lagi bisa menarik semua perhatian Kaisar Zhaolie. Sekali lagi membuat Kaisar Zhaolie tenggelam tak terkendali menatap wajah yang tertidur pulas ini.
Menatapnya terus menerus, bahkan tidak tahu sejak kapan orang yang tertidur di ranjang itu sudah tersadar karena terkejut mendengar deru napasnya yang sangat cepat. Qin Ruojiu di atas ranjang perlahan membuka matanya dan menatap Kang Yong dengan dingin. Kedua pupil matanya yang seperti dua permata hitam itu begitu jernih dan transparan, tapi juga seperti lubang hitam tak berdasar, memancarkan semacam gaya gravitasi kuat yang tak bisa ditebak, menarik perhatian Kaisar Zhaolie, membuat pemikiran Kaisar Zhaolie perlahan-lahan tenggelam. Kedua mata itu begitu indah, begitu cantik hingga membuat orang lain tidak bisa memalingkan tatapannya untuk melihat hal lain.
Saat berikutnya, Kaisar Zhaolie sudah menerjang maju, menarik Qin Ruojiu ke dalam pelukannya dengan erat, satu tangannya merangkul pinggang Qin Ruojiu, tanagn lainnya berada di sela rambut halus Qin Ruojiu, menggenggam bagian belakang kepalanya kemudian membungkuk untuk mencium Qin Ruojiu.
Hello! Im an artic!
Semakin seperti ini, semakin membuat Kaisar Zhaolie menginginkannya.
__ADS_1
Jika biasanya, ketika menghadapi ciuman sengit dari Kaisar Zhaolie, meski Qin Ruojiu merasa tidak enak badan sekalipun, dirinya akan berusaha untuk bekerja sama. Tapi kali ini, ketika mengingat kejadian di Gedung Liqing tadi, satu-satunya perasaan yang tersisa di hatinya adalah rasa sakit. Jadi ketika menghadapi serangan ganas dari Kaisar Zhaolie, Qin Ruojiu memilih untuk membungkam bibir merahnya, mengertakkan giginya dengan erat agar tidak membiarkan Kaisar Zhaolie mendapatkan kesempatan.
Setelah sekian lama menghadapi perlawanan Qin Ruojiu yang dingin, Kaisar Zhaolie akhirnya melepaskannya dengan enggan. Qin Ruojiu membelalakkan matanya dan menatap Kaisar Zhaolie dengan dingin, raut wajah Kaisar Zhaolie sudah terlena seolah dirinya sudah mabuk. Ya, Kaisar Zhaolie saat ini hanya merasa bahwa api hasrat panas menyebar di sekujur tubuhnya, dirinya tidak bisa menahan seberkas cahaya merah yang muncul di mata hitamnya, diam-diam dirinya mengertakkan gigi, menatap Qin Ruojiu dengan menyedihkan dan dengan marah berkata: “Sebenarnya kamu kenapa?”
Qin Ruojiu bergegas merapikan pakaiannya, membalikkan tubuhnya dengan tenang, sengaja tidak menatapnya: “Kaisar, ini sudah larut, Kaisar sudah sibuk seharian dan sudah lelah, jadi kembalilah untuk beristirahat!” Nada suara Qin Ruojiu tampak begitu asing dan dingin, membuat orang yang mendengarnya seolah-olah merasa terdapat sebuah lapisan es di antara mereka.
Kaisar Zhaolie menatap reaksi Qin Ruojiu yang sudah seperti landak, tidak bisa menahan rasa geli kemudian perlahan-lahan membungkukkan tubuhnya, mengamati Qin Ruojiu dari atas hingga bawah lalu tiba-tiba tersenyum jahat: “Aku ingin tidur di sini, apa Ratu masih ingin mengusirku?”
Setelah mendengarkan ucapan itu, punggung Qin Ruojiu menegang, menggigit bibirnya dengan erat, bagian tubuhnya yang dilihat oleh Kaisar Zhaolie seolah terasa panas dan terbakar, perasaan tidak nyaman di sekujur tubuh membuat punggung Qin Ruojiu bergidik. Pada saat itu, Qin Ruojiu langsung berkata sambil ingin pergi dari sana: “Jika Kaisar ingin tidur di sini maka tidak ada yang bisa kukatakan. Agar tidak mengganggu Kaisar beristirahat, maka aku akan tidur berdesakan di kamar Lu’er.”
__ADS_1
Tepat di saat Qin Ruojiu melangkah, tiba-tiba sebuah lengan yang kokoh seperti besi itu terjulur.