
Hello! Im an artic!
Sinar bulan yang tertutup awan lagi-lagi menunjukkan wujudnya, cahayanya menyinari Qin Ruojiu yang berada di dalam kamar.
Sementara ada seorang pria yang berdiri di luar jendela, yang bayangannya menjadi panjang karena tersinari oleh sinar bulan yang redup.
Hello! Im an artic!
Dia menatap Qin Ruojiu yang berada di balik jendela itu, di mukanya yang datar perlahan-lahan terlihat emosi yang berbeda.
Kalau Qin Ruojiu mau bertemu dengannya karena dia mencintainya, maka dia pasti akan langsung masuk ke dalam istana tanpa ragu-ragu.
Tapi sayangnya perilaku dia hari ini hanya karena penasaran. Dia ini takut posisi dirinya tidak aman karena mendengar rumor?
Atau takut suatu hari kekuatan keluarga penyihir akan dihapus oleh dinasti? Jadi dia mengerahkan dayangnya untuk menarik perhatiannya?
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Pada akhirnya dia tetap membalikkan badannya setelah melihat orang di balik jendela itu untuk terakhir kalinya.
Hari berikutnya, setelah Qin Ruojiu makan siang, dia lagi-lagi berjemur di halaman belakang.
Beberapa hari ini cuaca sangat bagus. Sekarang sudah mulai memasuki musim panas, cahaya matahari masih tidak begitu terik, tapi tetap bisa membawa pergi hawa-hawa dingin beberapa hari ini.
Di saat yang bersamaan juga bisa mengusir kabut gelap di dalam hatinya.
Dia tidak menunjukkan kekecewaannya terhadap kekejaman kaisar terhadap dirinya di mukanya.
Sebaliknya, dia melewati hidupnya sama seperti biasa, tapi ekspresi di mukanya semakin lama semakin sedikit.
“Permaisuri, sebentar lagi matahari akan terik, anda masih mau istirahat di dalam istana?” Lu’Er tahu suasana hati dia sedang tidak baik, tapi melihat dia seharian duduk diam di sini, hati dia juga sangat sakit.
Qin Ruojiu akhirnya tersadar kembali, dia berdiri dan mau pergi.
Tapi tiba-tiba dia bertemu dengan Zhao Yuanran yang datang dengan menggunakan pakaian berwarna merah muda.
__ADS_1
Melihat permaisuri masih terkejut, Lu’Er membuka kedua tangannya untuk melindungi Qin Ruojiu.
Zhao Yuanran tertawa, “Kenapa, takut aku makan dia?”
Lu’Er melihat dia dengan dingin, “Anda ke sini mau apa lagi?”
Terakhir kali setelah dia datang, kaisar menyiksa permaisuri hanya demi foto tuan putri Liqing. Sekarang dipikir-pikir semuanya ini adalah ulah orang ini. Sekarang kondisi permaisuri sedang tidak baik, tapi dia datang lagi, tidak tahu dia memiliki tujuan apa.
Melihat Lu’Er melindungi Qin Ruojiu seperti ini, Zhao Yuanran tertawa, “Aku datang melihat kakak aku yang baik, memangnya tidak boleh?”
Lu’Er marah mendengarnya, “Kenapa anda mau menjahati permaisuri saya? Sebenarnya anda memiliki dendam sebesar apa dengan dia? Sekarang dia sudah cukup menderita, anda masih mau apa?”
Setelah Lu’Er bicara, mata Qin Ruojiu yang daritadi melamun tiba-tiba bersinar.
Bab selanjutnya Bab 346 Kamu Tidak Bisa Menghargainya
Dia menarik Lu’Er dari sampingnya, dengan datar dia menatap Zhao Yuanran, “Ingatan selir mulia benar-benar tidak baik, memangnya harus aku ingatkan setiap kali kita bertemu kalau aku tidak memiliki adik kakak?”
__ADS_1
Mendengar itu, muka Zhao Yuanran langsung kesal, “Aku panggil kamu kakak bisa dibilang aku sudah kasih muka, tapi kamu tidak bisa menghargainya? Kamu kira aku benar-benar mau memiliki kakak seperti kamu?”