Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 95 Kaisar Mau Melihatnya Sendiri


__ADS_3

Melihat Kamar kosong ini, Kangyong pun marah besar dan langsung berjalan samping kasur, kemudian pun menjerit dan tampak marah, “Pelayan!” Di dalam matanya itu terlihat amarah yang sedang meluap,.


Dimana wanita ini? Kenapa dia pergi? Apakah dia tidak tahu, sekarang kondisi tubuhnya sangat lemah karena dia baru saja keguguran?


Setelah mendengar suara jeritan itu, Lu’Er pun langsung masuk ke dalam kamar. Ketika dia melihat ke dalam kamar, dia pun terkejut melihat wajah Kaisar Zhaolie yang marah besar. Dia langsung berlutut dan berkata, “Pelayan disini, Kaisar.”


“Mana dia?” Kaisar Zhaolie melihat ke arah kasur dan bertanya dengan nada tinggi.


Lu’Er pun melihat ke arah kasur. Dia terkejut, kenapa Permaisuri tidak ada disini? Dia pergi ke mana?


“Kaisar … Kaisar … mohon Kaisar jangan marah, tadi ketika Lu’Er melihat Permaisuri bangun, aku langsung pergi memberitahukan Kaisar. aAu tidak tahu Permaisuri pergi ke mana ….”


Setelah mendengar penjelasan dari Lu’Er yang sedang menangis itu, Kaisar Zhaolie pun melihat ke arah Xiao Huan dan Yan’Er.

__ADS_1


“Kalian, bagaimana kalian menjaganya?! Dimana dia sekarang? Cepat katakan!”


Yan’Er dan Xiao Huan tahu kali ini mereka sudah melakukan kesalahan besar. Mereka ketakutan sampai jantung mereka hampir copot. Tetapi mereka tidak tahu harus menjawab apa.


“Aku bertanya pada kalian, kenapa masih tidak jawab? Katakan, atau aku akan langsung memenggal kepala kalian!”


Wanita ini menghilang, mana mungkin tidak ada orang yang tahu? Kemana dia mau pergi? Sebenarnya Apa yang ia rencanakan? Pada saat ini, pikiran Kang Yong pun langsung kacau. Dia ingin segera menarik orang itu pulang dan bertanya padanya.


Ketika melihat Kaisar Zhaolie mengepalkan tangannya dan terlihat hendak menelan orang. Yan’Er pun langsung teringat sesuatu dan memberanikan dirinya untuk membuka mulut. Dengan suaranya yang gemetaran, dia berkata, “Kai … Kaisar, tadi waktu pelayan tertidur, pelayan melihat bayangan seseorang yang pergi meninggalkan istana, apakah orang itu adalah … Permaisuri ….”


Yan’Er pun ketakutan setengah mati dan menunjuk ke arah luar pintu. Ketika Kaisar Zhaolie melepaskannya, dia hampir terjatuh.


Kaisar Zhaolie pun melihat ke arah itu dan berkata dengan nada dingin, “Tidak boleh ada orang yang mengikutiku, aku mau lihat sendiri apa yang direncanakan wanita ini.”

__ADS_1


Selesai bicara, tanpa aba-aba, Kaisar Zhaolie langsung mengejar ke arah yang ditunjuk Yan’Er.


Kalau Qin Ruojiu berani melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan, maka Kaisar Zhaolie akan membuatnya menyesal seumur hidup.


Angin bertiup kencang, menggerakkan daun lotus yang ada di kolam.


Bunga-bunga lotus yang ada di kolam itu sedang bermekaran di musim seperti ini. Di tengah kolam itu ada begitu banyak bunga lotus berwarna putih yang berdiri tegak, berwarna putih dan terlihat begitu bersih dan suci. Ada beberapa bunga yang masih belum mekar dan masih tertutup, ada beberapa yang sudah terbuka lebar dan hampir hanyut.


Bunga-bunga terlihat begitu indah, bagaikan wanita yang sedang menari-nari di atas kolam.


Bunga lotus ini sangat indah, mereka berbeda dengan bunga peony yang mewah, mereka juga tidak seindah bunga plum, mereka juga tidak kecil seperti bunga anggrek. Mereka memiliki aroma dan ciri khasnya tersendiri. Sejak kecil Qin Ruojiu sangat suka dengan bunga lotus, dia suka dengan postur bunga lotus yang berdiri tegak dan ramping, mereka keluar dari dalam kolam tetapi tidak ternodai sama sekali dan putih bersih.


Tetapi hari ini Qin Ruojiu sendiri sangat kotor, ia bahkan tidak pantas menyukai bunga-bunga indah itu.

__ADS_1


Dia pun duduk di sebuah bangku, tatapan matanya itu penuh dengan perasaan sedih. Dia pun melihat ke arah bunga-bunga indah yang ada di atas kolam itu dan secara tidak sadar air matanya pun mengalir keluar.


__ADS_2