Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 149 Rencana Selir Mulia


__ADS_3

Setelah bicara, dia membuka tangannya yang penuh dengan makanan ikan, “Kakak, tangan aku kotor, aku mau turun cuci tangan, tapi tangga di bawah penuh dengan air, aku tidak mau membuat sepatu aku basah, bagaimana?”


Qin Ruojiu melihat tangan dia, memang tangan dia dipenuhi dengan makanan ikan yang lengket.


“Bagaimana kalau kita cuci di istana saja?” Qin Ruojiu juga merasa cuci tangan di sini sangat tidak aman, walaupun terlihat tidak bahaya, tapi dia sebagai selir mulia kalau kenapa-kenapa, bagaimana?


Zhao Yuanran berkata: “Kakak, bagaimana kalau kamu pegang satu tangan aku, lalu aku akan cuci tangan aku yang satunya, setelah itu aku akan ganti tangan, bagaimana? Seperti ini aku juga tidak akan jatuh, sepatu aku juga tidak akan basah.”


Mendengar ucapan Zhao Yuanran, Qin Ruojiu sedikit ragu-ragu. Seperti ini memang tidak bahaya, tapi dia juga merasa tidak tenang. Tapi dia juga tidak tahu kenapa tidak tenang. Kalau dia menyetujuinya, dia takut akan terjadu sesuatu.


Kalau tidak ada kejadian di saat itu, Qin Ruojiu pasti akan menemani dia bermain tanpa ragu-ragu. Tapi sekarang dia selalu merasa Zhao Yuanran ini tidak bisa ditebak, dia mau melakukan apa, hati Qin Ruojiu akan selalu waspada.

__ADS_1


Melihat Qin Ruojiu terlihat panik dan tidak tenang, Zhao Yuanran berkata: “Kakak kalau takut, maka aku akan turun dan cuci tangan sendiri, paling-paling hanya sepatu aku yang basah, nanti aku bisa ganti di istana lagi!”


Mendengar nada bicara Zhao Yuanran yang kesal, Qin Ruojiu tahu dia sudah marah. Sekarang Zhao Yuanran juga terlihat benar-benar mau turun dari tangga, Qin Ruojiu langsung panik, “Kamu jangan buru-buru, aku akan pegang tangan kamu, kamu hati-hati.”


Zhao Yuanran tersenyum dan mengulurkan tangannya, “Kakak, kamu yang bilang ya, kamu pegang tangan aku jangan sampai aku terjatuh.”


melihat senyuman itu, hati Qin Ruojiu malah tidak tenang.


Qin Ruojiu tercengang, jelas-jelas dia mau menggenggam tangan Zhao Yuanran erat-erat, tapi di saat dia baru menyentuhnya, dia malah langsung melompat ke dalam danau. Semuanya ini terjadi terlalu cepat, dia benar-benar tercengang.


“Tolong……. tolong…… ah……”

__ADS_1


Zhao Yuanran yang berada di dalam danau berteriak sekuat tenaga sambil berusaha agar dirinya tidak tenggelam, tapi mulutnya tetap terminum air danau.


Qin Ruojiu berteriak: “Tolong, tolong……” hati dia sangat panik, dirinya tidak bisa berenang, jadi dia tidak bisa turun untuk menyelamatkannya, bagaimana, bagaimana. Melihat Zhao Yuanran tenggelam semakin dalam, muka dia langsung memucat.


Sementara para dayang yang melihat selir mulianya jatuh ke dalam danau, mereka langsung datang ke sini dengan panik, “Selir mulia, selir mulia……”


Bab selanjutnya Bab 150 Mungkin Nyawanya Akan Bahaya


“Tolong, cepat selamatkan selir mulia!”


“Gawat, selir mulia jatuh ke danau, cepat siapapun datang ke sini……”

__ADS_1


Muka Zhao Yuanran di saat ini sudah pucat. Dia sepertinya sudah tidak begitu memiliki tenaga lagi, dia juga hampir akan tenggelam.


__ADS_2