Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 157 Muka Yang Membuat Orang Terpikat


__ADS_3

Kaisar tertawa dan memeluknya, sepertinya karena takut dia kedinginan, kaisar terus memancarkan kehangatan dari badannya untuk mengusir kedinginan di dalam hati Qin Ruojiu.


Dia berkata: “Dingin?”


Qin Ruojiu terkejut mendengar suara kaisar yang lembut itu.


Dia merangkul pinggang kaisar, ucapan dia barusan seperti angin musim sepi yang hangat berhembus ke mukanya. Dia menggelengkan kepalanya, saat ini dia merasa dirinya adalah wanita yang paling bahagia di dunia karena ada suami yang sangat mencintai dirinya.


Melihat Qin Ruojiu merangkulnya dengan kedua tangannya, kaisar Zhaolie langsung bersemangat. Sekarang sepertinya dia sudah tidak bisa mengendalikan hasratnya lagi, maka dia langsung menekan Qin Ruojiu di bawahnya.


Qin Ruojiu menutup matanya dan membiarkan dirinya dicium olehnya.


Ya, bahkan dia sendiri tidak menyangka pada akhirnya dia tetap menerima pria yang dulu pernah melukai dirinya dengan kejam. Berbaring di dalam pelukan dia, mendengar ucapan dia yang menghangatkan hati, membiarkan dia mencium dirinya. Suasana hati dia saat ini tidak lagi takut, tidak lagi menolak, tidak lagi panik, tapi terasa damai dan tenang.


Dan rasa sakit yang dulu juga menghilang seperti terbawa oleh ombak laut.

__ADS_1


Di pagi hari, saat sinar matahari masuk melalui jendela, Qin Ruojiu terbangun di suasana yang nyaman dan hangat. Saat dia membuka matanya, dia baru sadar dirinya berada di dada kaisar Zhaolie yang hangat.


Di saat dia mau menyentuh pipinya, dia baru tahu kain hitam yang selalu menutupi mukanya sudah tidak ada.


Dengan panik dia langsung mencari kain hitam itu, untungnya kaisar Zhaolie sedang tertidur pulas, jadi dia tidak melihat muka dirinya.


Kain hitam itu berada di bawah rambut kaisar Zhaolie, dia menariknya dengan pelan lalu memakainya.


Pasti karena kemarin malam terlalu ceroboh. Apakah dia sudah melihat muka dirinya? Tidak…… seharusnya tidak, kalau tidak, dia juga tidak akan tidur sepulas ini. Apalagi kemarin malam lampu di dalam kamar tidak menyala, dia pasti tidak melihatnya.


Dia menenangkan dirinya sambil mengingat kejadian kemarin malam, muka dia pun menjadi memerah. Kaisar ini bisa-bisanya melakukannya empat kali, sampai sekarang badan dia masih terasa sakit.


Kaisar yang sedang tidur sudah tidak terlihat dingin dan tegas seperti biasanya, tapi terlihat sangat lembut dan tenang.


Dia mengelus kening kaisar dengan pelan sambil tersenyum.

__ADS_1


Kalau…… kalau…… seumur hidup dia bisa setenang dan selembut ini berbaring di sini, tidak ada lagi kekejaman dan kekerasan dia seperti dulu, pasti sangat bagus.


Saat ini, dia sangat berharap selamanya bisa seperti ini, dia berharap setiap hari saat bangun dia bisa melihat kaisar yang tenang seperti ini dan melihat muka yang membuat orang terpikat ini!


Bab selanjutnya Bab 158 Mau Makan Masakan Kamu


Tiba-tiba Qin Ruojiu mendengar suara kaisar Zhaolie menghela nafas. Dia terkejut, ternyata kaisar sudah bangun.


Kedua matanya hitamnya yang bersinar seperti bisa menghisap orang.


Dia melihat Qin Ruojiu sambil tersenyum bangga.


Qin Ruojiu menarik tangannya dan bertanya dengan tidak tenang, “Kamu kenapa bangun?”


Kaisar Zhaolie berkata dengan datar: “Kamu yang membangunkan aku!”

__ADS_1


Qin Ruojiu yang panik mau melepaskan pelukan dia, “Kaisar, sudah saatnya rapat!”


Melihat dia mau kabur, kaisar Zhaolie menatapnya dan memeluknya dengan lebih erat lagi.


__ADS_2