Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 885 Dia Sedang Mengkhawatirkan Dirinya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Putri Yongping terkejut hingga tidak bisa berkata-kata, sepasang matanya kosong seperti boneka yang telah kehilangan jiwanya, tapi dia yang seperti itu sudah tidak bisa lagi membangkitkan rasa simpati dari Ji Xingfeng. Ji Xingfeng menatapnya sekilas dengan dingin dan berkata dengan nada tanpa sedikit pun emosi: “Bawa dia keluar.”


“Baik!”


Hello! Im an artic!


Dengan demikian, Putri Yongping yang terlihat seperti orang gila itu diseret keluar seperti anjing. Ketika di ujung pintu, Putri Yongping berbalik dengan enggan, menatap ke arah Ji Xingfeng dengan lemah. Tatapan matanya sudah berubah menjadi sangat hampa, sudah tidak bisa lagi membedakan apa dirinya merasa sedih atau tidak nyaman.


Tapi Ye Wushuang mengerti bahwa pada saat itu Yongping sudah pasti sangat putus asa. Tapi semua ini sudah bukan lagi hal yang bisa dikhawatirkan olehnya. Karena Ji Xingfeng yang ada di depannya sudah terluka. Ji Xingfeng melepaskan kepalannya, belati berlumuran darah itu lalu jatuh ke tanah dengan suara “prang–” yang nyaring, membuat Yuya yang berada di samping sangat ketakutan hingga hampir saja melompat.


Ye Wushuang memegang tangan Ji Xingfeng dengan cemas, merentangkan telapak tangan Ji Xingfeng dengan hati-hati, melihat ke arah dua sayatan yang penuh darah di telapak tangannya, luka itu sedikit sedikit dan meneteskan darah merah cerah. Hati Ye Wushuang tanpa sadar measa sedih, bahkan meski dirinya tahu bahwa pria di depannya ini bukan orang yang baik. Tapi Ye Wushuang masih saja merasa tidak nyaman ketika melihat pria ini terluka demi dirinya.

__ADS_1


“Yuya, cepat, cepat pergi untuk mencari Tabib.” Ye Wushuang berteriak dengan panik, mata jernihnya berkabut, wajah cantiknya dipenuhi dengan raut kecemasan.


Hello! Im an artic!


Adegan ini terlihat di mata Ji Xingfeng, jantungnya berkedut dengan keras, itu bukan karena rasa sakit. Tapi karena… kecemasan dan kekhawatiran yang ada di wajah Ye Wushuang.


“Baik, aku akan pergi sekarang.” Yuya yang juga panik segera melangkah pergi setelah mendengar instruksi Ye Wushuang.


Menatap ekspresi khawatirnya, Ji Xingfeng tiba-tiba berkata: “Tidak sakit, tidak perlu khawatir.”


Ye Wushuang memelototinya dengan cemas lalu berkata dengan nada serius: “Sudah terluka hingga seperti ini tapi kamu masih bersikap keras kepala?”


Mungkin jika dulu ada seseorang yang berbicara seperti ini padanya, Ji Xingfeng pasti akan menganggapnya tidak sopan dan bahkan dirinya akan mengamuk. Tapi pada saat ini, Ji Xingfeng harus mengakui bahwa ucapan ini membuatnya seketika terdiam seperti seorang anak kecil yang melakukan kesalahan.

__ADS_1


Waktu ketika menunggu memang sangat lama, terutama proses ketika menunggu penyelamatan, itu terasa semakin panjang.


Ye Wushuang melihat telapak tangan Ji Xingfeng yang besar, aliran darah sudah menggenang menjadi satu. Ye Wushuang mengangkat matanya dengan cemas, melihat raut wajah Ji Xingfeng yang sudah sedikit pucat. Ye Wushuang tahu bahwa jika ini terus berlanjut maka Ji Xingfeng tidak akan bisa bertahan.


Ye Wushuang melepaskannya, kemudian membongkar lemari dengan putus asa.


Ji Xingfeng hanya duduk di sana dengan tenang, raut wajahnya terlihat semakin bingung. Melihat sosok ramping Ye Wushuang yang terus menerus sibuk, hatinya entah mengapa merasa mengeluh, setidaknya dirinya terluka demi Ye Wushuang, tapi mengapa Ye Wushuang malah mengabaikannya seperti ini?


“Apa yang sedang kamu lakukan?” Nada suara Ji Xingfeng tanpa sadar menjadi lebih dalam. Memikirkan saat ketika Su Qianhua terluka demi Ye Wushuang, Ye Wushuang bahkan tinggal di sana untuk menemaninya dan juga mengoleskan obat untuk Su Qianhua. Sedangkan dirinya… malah diperlakukan seperti ini.


Ye Wushuang tidak memperhatikan pemikiran di dalam hati Ji Xingfeng, Ye Wushuang hanya sibuk mengurus urusannya untuk beberapa saat, kemudian dia menoleh ke belakang dan berkata dengan cemas: “Aku ingin mencari sesuatu untuk menghentikan pendarahan sementara waktu, jika membuatmu kehilangan terlalu banyak darah, maka kondisimu akan sangat berbahaya.” Setelah selesai berbicara, Ye Wushuang mulai mencari apa yang dibutuhkannya lagi.


Ji Xingfeng terpaku ketika mendengarnya, dirinya tidak menyangka ternyata Ye Wushuang sedang mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2