Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 22 Ini Hanyalah Lelucon Belaka


__ADS_3

Dia berteriak dengan gemetaran, “Yang Mulia, tak peduli apapun yang kamu lakukan padaku, mohon ampunin kedua dayang itu, ya?”


Gerakan Kangyong pun berhenti. Dia menyipitkan mata dan berkata dengan nada menyindir, “Aku tidak percaya wanita sepertimu akan datang ke sini demi 2 dayang itu.”


Qin Ruojiu tahu, tidak ada gunanya melarikan diri, sehingga dia memejamkan mata untuk menerima semuanya.


Sang Kaisar pun tidak peduli pada dirinya, yang dia inginkan, hanya tubuh wanita itu saja, Permaisuri yang ditimpa di bawahnya berusaha menahan napas, memejamkan mata dan mengigit bibir untuk menahan rasa sakit yang ia rasakan, hingga akhirnya, ia merasakan ada cairan yang amis dan manis masuk ke dalam mulutnya, dia baru sadar kalau bibirnya sudah berdarah. Sayangnya, pria yang bagaikan patung itu tidak berperasaan.


Walaupun sakit kali ini tidak separah sebelumnya, tetapi yang kali ini, benar-benar membuatnya merasa putus asa.


Suaminya memperlakukannya seperti ini. Memperlakukannya seperti dirinya adalah sesuatu yang lebih menjijikan daripada binatang. Hidup rukun suami istri yang pernah ia bayangkan, hanyalah lelucon belaka.


Melihat orang yang ia timpa ini terlihat begitu putus asa, nafsu keinginan Kang Yong pun hilang seketika. Apa bedanya wanita ini dengan orang mati? Padahal dia sedang menuruti keinginan wanita ini, tapi kenapa wanita ini malah terlihat seperti tidak menginginkannya?

__ADS_1


Hem, dia adalah maha kaisar Negeri Kangqing, dia tidak bisa menerima semua ini.


Kang Yong berkata dengan dingin, “Kamu sudah boleh pergi. aku sudah memberikan apa yang kamu inginkan, tetapi aku tidak akan membiarkan wanita siluman sepertimu mengandung anakku, karena kamu tidak pantas. Setelah keluar dari istana ini, akan ada orang yang mengantarkan obat ke istanamu.”


Dengan menahan rasa sakit, Qin Ruojiu bangkit dari ranjang, kemudian mengambil pakaiannya yang sudah tersobek itu untuk menutupi tubuhnya. Kemudian secara perlahan, ia memakai pakaiannya.


“Yang Mulia, aku sudah bilang, bukan ini yang aku inginkan. aku hanya ingin menolong kedua dayangku, mohon ampunin kedua dayang itu, aku tidak akan mengulang hal yang sama lagi.”


Kang Yong membalikkan tubuhnya, kemudian bertanya dengan pandangan dingin, “Kamu menyuruh mereka melakukan hal seperti ini untuk mendapat perhatianku, apakah kamu mengira aku akan mengampunin mereka?”


Kang Yong tidak percaya, dengan pandangan dingin, “Maksud Permaisuri? aku telah salah paham padamu?”


“Aku tidak akan berani!”

__ADS_1


“Apanya yang tidak berani? Sekarang aku akan memanggil mereka berdua, aku ingin tahu, apakah ini idemu, atau murni kesalahan dua dayang itu!” Dia melambaikan tangannya.


“Pengawal!” Suara yang Lancang dan dingin.


2 orang pengawal menjawab sambil berlutut dari luar istana, “Kami di sini!”


“Bawa 2 dayang yang ditangkap hari ini itu, aku ingin bertanya pada mereka!”


“Baik!” kedua pengawal itu pun segera pergi.


Saat Xiao Huan dan Yan’er dibawa, walaupun mereka diborgol, tetapi tidak ada jejak luka bekas siksaan di tubuh mereka.


Wajah mereka pucat, mata mereka memerah, sepertinya karena ketakutan, mereka menangis sedari tadi.

__ADS_1


Begitu melihat Kaisar Zhaolie, kedua dayang itu segera berlutut, sambil bersujud, mereka menangis, “Yang Mulia, mohon ampunin kami, mohon ampunin kami…”


__ADS_2