
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang berdiri dengan santai di sisi Ibu Suri, dengan lembut merangkul lengannya, hubungan di antara keduanya begitu dekat.
“Ibu Suri, ucapan apa itu, itu dikarenakan tindakanku sendiri jadinya aku mendapat perlakuan seperti ini.”
Hello! Im an artic!
“Jangan berkata seperti itu, aku sedikit banyak juga mengetahui sedikit mengenai masalahmu dengan Kaisar. Jika bukan karena Zhao Xueyan memasuki Istana, kamu tidak akan menjadi seperti ini. Huh, seharusnya aku mengingatkanmu lebih awal pada waktu itu, persaudaraan di antara wanita sudah seperti cangkang telur, bentuknya bulat dan halus tapi mudah pecah saat disentuh. Terutama jika demi pria, dan lagi pria itu adalah pria yang sudah menguasai dunia.”
__ADS_1
Ye Wushuang sangat mengagumi teori Ibu Suri di dalam hatinya, bahkan saudara kandung juga bisa berbalik melawan dan menjadi musuh demi seorang pria, apalagi hanya teman baik? Meskipun sangat ingin memuji Ibu Suri pada saat itu juga, tapi pada akhirnya Ye Wushuang menyimpan kembali kegilaan di dalam hatinya dan menjawab dengan suara pelan: “Xueyan memiliki paras cantik dan juga berbakat, dia juga baik hati, normal bagi seorang pria jika mengaguminya ketika melihatnya.”
Ucapan Qin Ruchen malah membuat Ibu Suri mengerutkan kening dan berkata: “Ada begitu banyak wanita cantik, tapi berapa banyak yang bisa bertahan di harem? Wanita ini memang menonjol, tapi terlalu menggoda dan dibuat-buat, dan lagi latar belakangnya itu juga buruk, belum menikah saja sudah membuat calon suaminya meninggal, nasibnya itu sangat berbentrokan dengan orang lain, bahkan jika Kaisar menyukainya, dia tidak akan bisa menjadi Istri sah.”
Tentu saja Ye Wushuang tahu ucapan ini adalah ucapan pembelaan Ibu Suri untuk dirinya, dirinya juga tidak enak hati untuk menjawab apa pun. Dengan tampilannya saat ini dan juga citra buruknya di hati Ji Xingyun, bahkan jika Zhao Xueyan tidak bisa menjadi Istri yang sah, dirinya juga tidak jauh lebih baik dari Zhao Xueyan.
Hello! Im an artic!
Paviliun Lixiang ini, jika dibandingkan dengan paviliun lainnya di harem, jelas terlihat lebih kecil dan sederhana. Sebenarnya tempat ini tidak bisa dikatakan sebagai Istana yang berdiri sendiri, melainkan sebuah Istana kecil yang dibangun di dalam Istana Cian. Paviliun Lixiang ini dulunya merupakan tempat tinggal para Bibi tua dengan status tertentu, para Bibi ini memiliki jasa tertentu ketika melayani Ibu Suri di Istana, karena itu baru diizinkan tinggal di sini.
__ADS_1
Sekarang Ye Wushuang pindah kemari para Bibi yang tinggal di Paviliun Lixiang ini secara alami ditempatkan di tempat lain oleh Ibu Suri. Meskipun membiarkan seorang Ratu tinggal di tempat di mana para pelaya pernah tinggal itu terdengar tidak begitu baik, tapi Ye Wushuang tidak peduli. Karena Paviliun Lixiang ini jauh lebih baik dibanding Istana Zhihua. Dan lagi Ibu Suri secara khusus menempatkan banyak pelayan untuk melayaninya, bahkan makan, minum, dan semua benda yang digunakannya juga tidak dibatasi dengan ketat seperti dulu. Yang terpenting adalah Ye Wushuang lebih bebas dibanding sebelumnya
Dulu ketika Ye Wushuang berada di Istana Zhihua, dirinya diabaikan oleh orang lain, kecuali Yuya dirinya bahkan tidak memiliki orang lain untuk diajak berbicara, satu-satunya tempat yang bisa didatanginya adalah halaman di dalam Istana Zhihua yang begitu tenang.
Sekarang sudah berbeda, selain Paviliun Lixiang, dirinya juga bisa pergi bermain ke Istana Cian. Meskipun Istana Cian juga merupakan harem, namun tempat ini menempati posisi yang sangat penting di Istana, lagipula Istana mulik Ibu Suri tidak bisa dianggap remeh.
Di pagi hari, Ye Wushuang pergi memberi salam pada Ibu Suri lalu menemaninya untuk mengobrol selama beberapa saat, setelah itu baru Ye Wushuang kembali ke Paviliun Lixiang. Di aula utama Paviliun Lixiang terdapat dua Bibi tua yang sedang membisikkan sesuatu, tentu saja tidak tahu apa karena Ye Wushuang kembali tanpa suara, atau karena mereka terlalu bersemangat ketika berdiskusi, jadi hingga Ye Wushuang berjalan ke hadapan mereka, mereka sama sekali tidak menyadarinya.
“Aku merasa ini benar-benar tindakan menindas Permaisuri Ratu, apanya yang memberikan buah, jelas-jelas buah yang diberikan itu adalah buah yang tidak ingin dimakan oleh siapapun di Istana.”
__ADS_1
“Benar, benar, bahkan jika Ratu sekarang tidak memiliki segel phoenix dan juga kehilangan kasih sayang Kaisar, tapi Ibu Suri masih membelanya, tidak boleh begitu tidak memiliki aturan.”