
Hello! Im an artic!
“Oh, ternyata begitu, bagaimana kalau Nona Min’er beristirahat lebih dulu dan bertanya padanya nanti?”
“Kenapa? Kenapa Kak Wushuang melamun terus sedari tadi?”
Hello! Im an artic!
“Karena dia sedang memikirkan sesuatu.”
Min’er bertanya dengan penasaran: “Memikirkan apa?”
Bibi Hua menjawab dengan raut misterius dan berkata dengan bahagia: “Tentu saja hal yang membahagiakan.”
Ucapan ini tiba-tiba menyadarkan Ye Wushuang, fokusnya telah kembali, dia menghampiri dengan raut wajah sedikit malu dan berkata dengan lembut: “Bibi Hua, jangan bicarakan lagi, jangan sampai mengganggu pelajaran Nona Min’er.”
Hello! Im an artic!
“Baik, baik, aku tidak akan membicarakannya, lagipula tidak lama lagi juga Nona Min’er akan tahu.”
__ADS_1
“Sebenarnya ada apa? Kenapa tidak boleh memberitahuku.”
“Anak-anak jangan terlalu banyak bertanya…” Ye Wushuang dengan lembut berkata menghibur Min’er, tapi tidak disangka seseorang tiba-tiba berjalan masuk dari luar pintu.
Dia mengenakan jubah berwarna ungu, sosoknya tinggi dan ramping, hidungnya mancung, rambut hitam tebal, tubuhnya proporsional, dari kejauhan orang itu memancarkan aura layaknya seorang Raja yang sangat menawan, pada saat ini dia mengangkat matanya, tatapan mata yang terlihat dingin dan menawan itu membuat orang lain enggan untuk berpaling dari wajahnya.
Ye Wushuang menatapnya lalu memalingkan wajahnya dengan panik, tubuhnya seketika menjadi panas, membuatnya ingin mencari tempat untuk bersembunyi. Di saat bersamaan, jauh di dalam lubuk hatinya, terdapat rasa manis yang seketika muncul.
“Paman She… Paman She…” Min’er bergegas menerjang dengan gembira, She Jingtian berjongkok lalu memeluknya dengan penuh sayang. Tapi tatapannya tanpa sadar malah menyapu ke arah Ye Wushuang. Tatapan mata itu sedikit datar tapi juga terlihat sedikit tidak tega.
“Min’er, bagaimana dengan tugasmu?” She Jingtian bertanya dengan lembut, cinta di tatapan matanya itu tidak bisa disembunyikan.
“Apa kamu bisa mengerjakannya nanti?”
Min’er berpikir She Jingtian ingin mengajaknya bermain untuk beberapa saat, jadi Min’er mengangguk senang dan setuju: “Baik.”
Siapa tahu She Jingtian malah melepaskan pelukannya, menatap lurus ke depan lalu berkata dengan ekspresi yang rumit: “Kalau begitu pergilah keluar untuk bermain.”
“Hah? Paman She tidak bermain bersamaku?” Shangguan Min’er menatapnya dengan rasa ingin tahu.
__ADS_1
She Jingtian mengatupkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya dengan dingin.
“Tapi……”
“Nona Min’er, lihatlah ada banyak bunga gardenia yang Nona suka di luar jendela, aromanya sangat harum. Ayo kita pergi untuk memetiknya.”
Bibi Hua tentu saja tahu mengapa She Jingtian harus menyingkirkan Min’er, dirinya yang sudah tua pasti tidak akan menghancurkan saat ini. Tidak menunggu Min’er selesai berbicara, dia langsung mengajak Min’er yang terlihat tidak rela itu keluar dari sana.
Ketika sudah berada di ujung pintu, Bibi Hua bahkan dengan sengaja menutup pintu itu, ketika menatap Ye Wushuang, mata ramah itu dipenuhi dengan senyum yang menyemangati dan optimis.
Dalam sekejap mata, hanya Ye Wushuang dan She Jingtian saja yang tersisa di Paviliun Zhaixing yang besar itu.
Biasanya tidak terasa apa-apa, tapi saat ini hal ini malah membuat Ye Wushuang merasa sangat tertekan dan gugup. Ye Wushuang berdiri diam di sana, sekelilingnya sangat hening, begitu hening hingga dirinya mungkin bisa mendengar suara jarum yang terjatuh.
Ye Wushuang tidak berani mengangkat kepala untuk menatap She Jingtian, tapi dirinya bisa merasakan tatapan panas yang sedang menatapnya.
Akhirnya, Ye Wushuang yang benar-benar merasa tidak nyaman dan tertekan oleh keheningan itu mengumpulkan keberanian untuk berkata: “Tuan Penguasa Kota, cuacanya agak panas, aku akan menuangkanmu secangkir teh untukmu.” Selesai berbicara, entah sejak kapan sudah ada lapisan tipis keringat dingin di telapak tangannya.
Tanpa diduga, sebelum Ye Wushuang mengambil langkah, dia mendengar pihak lain menyela dengan datar: “Tidak perlu, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu!”
__ADS_1
“Hmm?” Ye Wushuang mengangkat kepalanya dengan polos seperti anak kecil, terdapat sedikit harapan dan juga rasa malu di tatapan mata Ye Wushuang yang polos dan sederhana.