
Melihat muka Zhao Yuanran yang pucat, Zuo’er berkata: “Selir mulia, kamu jangan berpikir macam-macam, bagaimana mungkin kaisar suka dengan dia? Muka dia jauh lebih jelek dari kamu, bahkan pria biasa saja takut bertemu dengan dia, jangankan kaisar.”
“Kalau bukan, lalu kenapa kaisar pergi ke tempat dia berkali-kali. Kalau bukan, kenapa kaisar membantu dia, dan tidak peduli dengan perasaan Su Zhen’er, semuanya ini menandakan apa?”
Melihat respon selir setelah mendengar berita ini, dengan tenang Zuo’er berkata: “Selir mulia, kaisar pasti sudah menemukan cara yang lain, kamu lihat awalnya dia sangat benci dengan permaisuri. Jadi aku rasa kaisar kali ini pasti sudah menemukan cara lain untuk menyiksa dia!”
Mendengar ini, raut muka Zhao Yuanran sedikit membaik, “Semoga seperti itu, kalau kaisar benar-benar mencinta wanita jelek itu, lalu aku harus bagaimana? Anak sudah tidak ada, anak sudah tidak ada…… kalau saja anak itu masih ada…… mungkin kaisar juga tidak akan bersikap seperti ini terhadap aku!” Zhao Yuanran mulai mengeluh lagi. Benar, anak di saat itu adalah satu-satunya jimat yang bisa membuat dia tetap bisa berdiri dengan tegar.
Melihat mood dia sedang tidak baik, Zuo’er berkata di samping telinganya, “Kamu istirahat dulu, besok aku akan mengunjungi permaisuri, kaisar sebenarnya benar-benar menyukai dia atau tidak akan bisa langsung diketahui.”
“Kamu?” mendengar ucapan Zuo’er itu, Zhao Yuanran langsung menatapnya, dia sepertinya sudah menyerahkan semua harapannya kepada Zuo’er.
__ADS_1
“Selir mulia, kamu tidur dulu saja, urusan besok akan aku atur!”
“Kamu……”
“Tenang saja, aku tahu apa yang harus aku lakukan, tenang saja.”
Zhao Yuanran baru bisa tenang setelah mendengar itu. Dayang ini selalu serius dan pintar dalam melakukan segala hal. Ini juga alasan kenapa dirinya bertahun-tahun di dalam istana bisa aman-aman saja.
Tapi dia sekarang sama sekali tidak bisa fokus membaca buku, di kepalanya terkadang muncul senyuman pria itu yang lebar.
Benar, muka dia sering terlihat dingin dan sangat jarang tersenyum. Sesekali tersenyum juga hanya tersenyum menyindir yang dingin. Tapi senyuman dia hari ini berbeda, itu adalah senyuman yang berasal dari dalam hatinya.
__ADS_1
Benar, dia hari ini sama sekali tidak ada maksud jahat, karena bisa dilihat senyuman dia sangat elegan, sekarang diingat-ingat kembali membuat detak jantung dia menjadi lebih cepat.
Dan juga saat dia pergi, dia bilang dia menyukai masakan buatannya, rasanya sangat spesial. Ucapan ini sering muncul di dalam pikirannya.
Dia sebenarnya senang karena pujiannya itu atau karena senyumannya itu? Dia sendiri juga tidak bisa mengerti dengan dirinya sendiri.
Sejak kapan dia menjadi sedikit kangen dengan kedatangan dia, sejak kapan dia menjadi tidak berani melihat mata dia, bukan karena takut, tapi karena malu.
Perasaan apakah ini sebenarnya? Qin Ruojiu yang semakin takut langsung meletakkan bukunya sambil menggelengkan kepalanya.
Bab selanjutnya Bab 129 Sangat Tidak Masuk Akal
__ADS_1
Tidak, dia tidak boleh memaafkan pria itu semudah ini, tidak boleh berdamai dengan iblis ini, kalau tidak yang terluka bukan hanya dia seorang, tapi keluarga dan teman dekatnya juga akan terluka.