Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 896 Biarkan Aku Masuk Ke Istana


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu sudah bangun?” Ji Xingfeng menyelesaikan kalimat ini dengan ekspresi serius, bergegas menghampiri ke arah Ye Wushuang dengan gugup, hampir bersamaan dengan Su Qianhua.


“Apa kamu sudah merasa lebih baik?”


Hello! Im an artic!


Kekompakan dan kekhawatiran yang tidak pernah ada, muncul di kedua wajah itu di saat yang bersamaan.


Ye Wushuang melihat ekspresi kekhawatiran kedua orang itu, untuk sesaat, Ye Wushuang tidak tahu harus menjawab pertanyaan siapa.


Su Qianhua dan Ji Xingfeng masing-masing mengalihkan wajah karena malu, mereka merasa sangat kesal akan perilaku gugup mereka tadi.


Setelah sekian lama, Ye Wushuang mengangkat bibir tipisnya lalu berkata dengan samar: “Apa kalian baik-baik saja?”


Hello! Im an artic!


Suasananya hening untuk beberapa saat, Ji Xingfeng dan Su Qianhua menggelengkan kepala bersamaan.

__ADS_1


“Tujuan orang-orang itu adalah dirimu, kami tidak apa-apa, hanya kamu yang terluka.” Su Qianhua berkata dengan pelan, terdapat sedikit perasaan bersalah di matanya yang indah itu.


Setelah mendengar ucapan ini, Ye Wushuang mengangguk lega: “Lalu bagaimana dengan Yuya?”


“Dia ketakutan, sekarang dia sudah beristirahat.”


Ye Wushuang menggigit bibir tipisnya pelan dan tidak lagi berkata apa-apa. Karena apa yang terjadi hari ini berdampak sangat besar baginya. Hampir saja ada orang lain lagi yang terbunuh dikarenakan dirinya. Sekarang Ye Wushuang benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menyelamatkan orang-orang yang tidak bersalah itu.


Melihat tampilan Ye Wushuang yang seperti itu, Su Qianhua merasa sangat sedih, dia lalu berkata dengan perhatian: “Lukamu agak dalam, berbaring dan beristirahatlah dengan baik, tidak perlu terlalu memikirkan hal lainnya.”


Tidak disangka, mata Ye Wushuang mengerjap dan menatap ke luar jendela dengan tatapan dalam: “Tuan Muda Qianhua, apa kamu bisa keluar sebentar? Ada yang ingin kukatakan pada Pangeran Ping.”


Saat ini, Su Qianhua mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun, menatap ke samping dan menilai sekilas ke arah Ji Xingfeng yang tatapan matanya terlihat suram, kemudian Su Qianhua melangkah pergi. Saat di ujung pintu, Su Qianhua dengan perhatian menutup pintu agar tidak mengganggu percakapan di antara keduanya.


Setelah Su Qianhua pergi, kesuraman di tatapan mata Ji Xingfeng masih bertahan untuk sekian lama, terdapat cahaya dingin di tatapannya, Ji Xingfeng lalu berkata dengan suara datar: “Apa yang ingin kamu katakan padaku?”


Ye Wushuang menghela nafas pelan, mengerutkan kening seolah-olah telah membuat sebuah keputusan yang besar, terdapat sentuhan tekad di wajahnya yang cantik.


“Biarkan aku masuk ke Istana.”

__ADS_1


Kalimat yang lemah dan pendek itu membuat Ji Xingfeng seketika langsung terdiam. Untuk sesaat, tatapan matanya kembali suram, punggungnya juga menjadi tegang, sepasang pupil hitam itu menatap lekat ke arah Ye Wushuang: “Katakan sekali lagi?”


“Aku ingin masuk ke Istana.” Ye Wushuang menjawab dengan keras kepala, dengan nada tegas seolah-olah ucapan itu telah menghabiskan seluruh energinya.


Setelah sekian lama, Ji Xingfeng dengan dingin menarik kembali pandangannya, wajahnya diselimuti dengan cahaya dingin, emosinya sama sekali tidak bisa terlihat.


“Kamu sudah memikirkannya dengan baik?”


Ye Wushuang mengangguk, tidak ada keraguan sedikitpun: “Dibanding tinggal di sini dan menunggu mati, lebih baik melawan secepat mungkin. Selama ini Pangeran menampungku di kediaman ini bukankah untuk mengirimku ke sisi Kaisar suatu hari nanti? ”


“…”


Ji Xingfeng menatap ke arah kejauhan dalam diam, ekspresinya dingin dan rumit.


Ya, dulu dirinya sudah berpikir berkali-kali, setelah berhasil menjinakkan wanita ini, dirinya yang akan secara pribadi mengirimkannya ke Kaisar Qi, dirinya akan berhasil menginjak-injak wanita yang telah mengkhianatinya di telapak kakinya.


Tapi sekarang… semuanya sudah berjalan sesuai dengan keinginannya, tapi kenapa hatinya malah terasa begitu hampa saat mendengar usulan Ye Wushuang untuk masuk ke Istana?


Perasaan ini sudah seperti sedang bermimpi buruk, bermimpi dirinya jatuh ke tebing, tangannya tidak memiliki dukungan sama sekali, hanya jatuh ke bawah dengan hampa.

__ADS_1


“Pangeran, apa kamu memiliki kekhawatiran?” Ye Wushuang melihat Ji Xingfeng terdiam sekian lama, hanya mengerutkan kening, raut pergulatan yang rumit juga muncul di tatapan matanya dari waktu ke waktu.


__ADS_2