Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 199 Tidak Akan Membiarkan Dia Kesepian Lagi


__ADS_3

Suara alunan musik mengiringi tarian pada dayang. Mereka mengambil kipas di tangan mereka sambil berputar, melompat, membuka, menutup dan membuat gerakan lembut bagaikan air yang mengalir.


Para dayang yang menari ke sana ke mari langsung menarik perhatian semua orang yang hadir di sana. Gerakan tangan mereka yang lembut dan goyangan tubuh mereka yang lentur itu membuat mereka terlihat seperti burung phoenix yang anggun dan menawan.


Semua orang yang melihat tarian itu pun tergoda dan terhipnotis.


Namun Qin Ruojiu yang hadir di sana hanya melihat tarian itu dengan tatapan datar. Selain merasakan alunan musik yang merdu, dia tidak dapat merasakan hal lain.


Meskipun tatapan mata Kaisar Zhaolie tertuju pada para penari itu, tetapi dia tetap terus meneguk arak yang ada di tangannya itu. Dia melihat acara tarian itu dengan tatapan datar dan tidak berperasaan. Otaknya seolah sudah dipenuhi dengan wanita yang ada di dalam lukisan tadi.


Dari awal sampai akhir, Kang Yin terus menatap ke arah Qin Ruojiu dan tatapannya tidak terlepas sama sekali darinya.

__ADS_1


Kang Yin bisa merasakan jelas perasaan sedih dan bahagia yang sedang dirasakan oleh wanita ini. Pada saat itu, Kang Yin ingin sekali langsung berjalan ke arah wanita itu lalu menggenggam tangannya dengan perlahan dan menariknya ke dalam pelukannya.


Di tengah malam yang dingin ini, tentu saja hati Qin Ruojiu terasa lebih dingin dan lebih menyakitkan. Tetapi, sayangnya abangnya itu bagaikan sebuah batu yang menghalangi dirinya. Mau sampai bagaimanapun juga dia tetap tidak bisa menyentuh wanita itu. Tetapi, suatu hari nanti, dia tidak akan membiarkan wanita ini merasa sedih dan kesepian lagi.


Setelah acara itu berjalan beberapa saat, bulan yang ada di atas langit pun menjadi semakin terang. Melihat itu, para pejabat istana yang hadir di sana juga merasa sangat puas dan senang.


Melihat dayang-dayang istana yang menggoyangkan tubuhnya itu membuat para pejabat yang hadir di sana merasa begitu senang.


Setelah mendengar kata-kata itu, para hadirin yang ada di sana mulai merasa kecewa. Benar, kalau saja di malam yang begitu indah ini mereka bisa mendengar suara musik kecapi, malam ini akan menjadi malam yang sangat sempurna. Tetapi sayangnya, malam ini ada arak yang bisa diminum, ada orang yang bisa menari, tetapi tidak ada orang yang bisa memainkan kecapi.


Namun, kata-kata dari para pejabat istana itu sama sekali tidak luput dari pandangan Su Zhener yang ada di samping. Tiba-tiba dia berdiri dan menatap ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan dalam sambil tersenyum ringan, “Kalau bicara soal bermain kecapi, di dunia ini cuman ada beberapa orang yang bisa mengalahkan kemampuan bermain kecapi Ratu kita.”

__ADS_1


Mendengar hal itu, tangan Qin Ruojiu yang tadinya sedang mengambil gelas arak itu pun langsung terhenti. Qin Ruojiu pun membeku dalam seketika dan melihat bingung ke arah Su Zhener.


Semua para pejabat istana itu juga melihat ke arah Qin Ruojiu. Mereka melihat Qin Ruojiu dengan tatapan yang penuh dengan kecurigaan dan rasa tidak percaya.


Kasiar Zhaolie juga teringat dengan adegan Qin Ruojiu bermain musik bersama dengan Kang Yin. Suara alunan musik kecapi dan seruling mereka memang sangat merdu dan sempurna. Dalam seketika, ekspresi wajah Kaisar Zhaolie pun menjadi semakin kusam. Dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya terus meneguk arak yang ada di tangannya.


Pada saat itu, Kang Yin pun terus melihat ke dalam pupil mata Qin Ruojiu yang indah dan jernih itu. Di dalam tatapan matanya itu terlihat sedikit perasaan gugup dan perhatian.


Pada saat itu, Pangeran Funing langsung berdiri dan menunjukkan tatapan mata licik. Dia melihat ke arah Qin Ruojiu dan berkata, “Oh? Benarkah? Saya pernah dengar kemampuan bermain kecapi perempuan Kerajaan Kangqing itu memang sangat hebat, tarian mereka juga sangat tidak biasa. Hari ini saya sudah menyaksikan tarian itu dengan mata kepalaku sendiri. Ternyata apa yang dikatakan orang-orang itu memang benar. Kalau saja Ratu juga bersedia memainkan kecapi untukku, maka kedatanganku kali ini ke kerajaan Kangqing benar-benar sangat berharga!”


Mendengar hal itu, Qin Ruojiu pun merasa sedikit gugup. Dia tetap berusaha untuk tenang dan berkata, “Pujian Pangeran Fuqing terlalu berlebihan. Saya hanya mengerti sedikit cara bermain kecapi, suara musik kecapiku tidak pantas dipersembahkan untuk anda. Kalau Pangeran benar-benar ingin mendengar alunan musik kecapi, setelah acara makan malam ini selesai, saya bisa menyuruh para pemain alat musik yang profesional untuk memainkan musik kecapi untuk anda. Saya tidak tahu apakah Pangeran setuju?”

__ADS_1


__ADS_2