
Paviliun Xuanyi…
Hello! Im an artic!
Yangui berkeliaran di luar Istana sangat lama, dia kembali memanggil pelayan Istana untuk bertanya, setelah mendapatkan hasil yang konsisten, dia berjalan menghampiri Ye Wushuang sambil menundukkan kepala dan berkata dengan suara dalam: “Selir Ye, Kaisar tidak datang malam ini, Kaisar akan beristirahat di tempat Selir Mulia.”
Ye Wushuang terobsesi membaca buku belakangan ini, beberapa hari ini Ye Wushuang terus menerus membaca, pada saat ini, Ye Wushuang menatap isi buku dan hanya berkata dengan santai: “Lalu memangnya kenapa?”
Hello! Im an artic!
Yangui langsung terdiam, menghela nafas pelan dan berkata: “Selir Ye, kamu selalu begitu datar seperti ini, kamu juga memperlakukan Kaisar seperti itu. Jika kamu berubah, bagaimana mungkin Kaisar akan pergi ke tempat Selir Mulia Zhao?”
“Aku sudah melakukan dengan sangat baik.” Ye Wushuang berkata dengan datar, menunjukkan tampilan tidak tertarik.
Yangui duduk, lalu berkata sambil menopang dagu: “Jika dulu maka aku tidak akan berkata apa-apa, tapi saat ini kamu lihatlah, Selir Mulia Zhao sudah menggunakan cara yang ekstrem. Awalnya Kaisar beristirahat di sini setiap hari, tapi sekarang bahkan bayangannya pun tidak terlihat.”
__ADS_1
“Apa yang kamu khawatirkan?”
Hello! Im an artic!
“Tentu saja aku khawatir, jika Selir Mulia Zhao kembali membuat Kaisar terpesona, mana mungkin kita bisa ditolerir lagi di Istana ini? Masalah yang diperintahkan oleh Pangeran…” Berbicara sampai di sini, Yangui menatap Ye Wushuang dengan sedih dan tidak berniat untuk melanjutkannya lagi. Lagipula masalah ini diketahui oleh mereka berdua dan tidak perlu disebutkan.
Setelah mendengar ucapan itu, Ye Wushuang membalik halaman buku di tangannya dengan tenang, menatap isi buku itu dalam diam dan berkata tanpa panik: “Selir Mulia Zhao terluka cukup berat kali ini, tidak ada salahnya jika Kaisar menemaninya.”
“Apa kamu tidak takut dia akan merampas Kaisar?”
“Sudahlah, aku benar-benar tidak mengerti apa yang kamu bicarakan. Karena kamu tidak panik, aku juga tidak akan peduli.” Yangui berbalik dengan marah.
“Baiklah, ini sudah larut, pergilan untuk beristirahat.”
Yangui tidak berdaya dan berencana untuk segera pergi, tapi baru saja berbalik badan, tiba-tiba dirinya teringat sesuatu dan segera berbalik kembali dan berkata dengan ekspresi rumit: “Benar juga, Selir Ye, aku lupa memberitahumu sesuatu.”
__ADS_1
Ye Wushuang tahu kali ini takutnya Yangui akan membicarakan hal serius, karena itu Ye Wushuang meletakkan buku itu di tangannya, menatapnya lekat dan berkata: “Katakan.”
Yangui tidak terburu-buru untuk mengatakannya, tapi bergegas mengeluarkan sebuah bungkusan merah dari aula samping dan membukanya di bawah tatapan Ye Wushuang. Di dalamnya terdapat sebuah mantel yang terbuat dari bulu rubah, jubah itu begitu bersih dan putih, sekilas dilihat bisa diketahui bahwa jubah ini terbuat dari kulit bulu rubah terbaik, dan lagi tidak membicarakan nilainya, jika memakainya di tubuh sudah pasti akan sangat hangat.
“Ini…” Ye Wushuang menatap Yangui dengan bingung, tidak tahu dari mana Yangui mendapatkan benda semacam ini.
Yangui menunjukkan raut cemburu, Yangui lalu berkata dengan tatapan sedih: “Selir Ye, benda ini dikirim ke Istana diam-diam oleh Pangeran, dia berkata bahwa cuacanya sudah semakin dingin, takut Selir kedinginan, jadi sengaja memberikannya untukmu.”
Tatapan mata Ye Wushuang menggelap, Ye Wushuang memiringkan tubuhnya dan tidak lagi melihat benda itu: “Itu terlalu mahal, lebih baik dikembalikan saja.”
Yangui cemas dan segera melangkah maju dan berkata: “Kenapa? Ini sangat cantik, apa kamu tidak menginginkannya?”
“Benda yang bukan milikku, tentu saja aku tidak boleh menginginkannya.”
“Tapi Pangeran berkata, jika kamu tidak menginginkannya maka tidak perlu dikembalikan, bisa langsung dibuang.”
__ADS_1