
Hello! Im an artic!
“Menurutmu dengan penampilanku saat ini, punya hak apa aku bersaing dengan selir-selir muda dan cantik itu?” Ye Wushuang menjawab dengan tenang, tidak memberitahu kepada Yuya tentang cinta dan kasih sayang dari pria itu dulu sebenarnya hanyalah akting untuk diperlihatkan kepada dunia luar. Karena saat itu pria itu membutuhkan Ye Wushuang, beserta dengan kemampuan dan dukungan dari ayah Ye Wushuang untuk hal-hal penting demi penobatan pria ini.
Mengingat bekas luka mengerikan setelah Permaisuri Qin melepas cadarnya, Yuya seakan menyadari sesuatu. Dia menggigit bibirnya dan terdiam beberapa saat sebelum kembali mengangkat kepalanya, “Bagaimana kalau cinta lama kaisar bersemi kembali? Atau dia tidak peduli dengan luka di wajah Permaisuri mungkin? Selain itu, Permaisuri hanya bisa mendapatkan hasil perawatan yang lebih baik jika dirawat dengan telaten oleh tabib di istana kaisar.”
Hello! Im an artic!
“Cinta lama bersemi kembali?” Ye Wushuang tersenyum sinis. Pria itu hanya memikirkan kejahatan masa lalunya, tidak mengingat seluruh kebaikan Ye Wushuang padanya. Karena itu Ye Wushuang bisa berakhir seperti hati ini.
Melihat ekspresi Ye Wushuang yang agak aneh, Yuya terkejut dan berkata, “Permaisuri, apa Yuya sudah salah bicara?”
__ADS_1
“Tidak. Aku hanya merasa, bukankah dulu kamu juga setuju aku keluar dari istana? Kenapa sekarang sudah ada kesempatan, kamu begitu ingin aku tetap tinggal?” Apa mungkin Yuya juga mulai serakah akan kehormatan dan kekayaan di istana ini? Tidak, seharusnya Yuya bukan orang seperti itu.
Melihat Ye Wushuang melihat dirinya dengan kecewa, Yuya sepertinya telah menyadari sesuatu. Dia berkata, “Permaisuri, Yuya mengatakan hal ini bukan untuk diri Yuya sendiri. Semua ini karena Yuya memikirkan Permaisuri. Yuya takut Permaisuri akan hidup susah setelah keluar dari istana. Ditambah lagi sikap kaisar terhadap Permaisuri sudah berubah perlahan-lahan. Mungkin saja nantinya…”
Hello! Im an artic!
“Yuya, jangan bicara lagi. Dia memperlakukanku seperti ini, pertama karena tidak ingin dikritik sebagai orang yang tidak punya rasa kemanusiaan. Kedua, dia malu padaku karena masalah Selir Zhen. Ketiga, kalau dia itu memang punya niat, jangan hanya memberikan sesuatu padaku. Lihat aku, selain mendapatkan beberapa hadiah darinya, apa bedanya aku dengan orang-orang di istana ini?”
“Yuya, kamu masih ingat dua hari lalu Selir Zhen dan Selir Chang hampir membunuhku?”
“Ingat…”Yuya tampak panik. Mengingat ekspresi kaisar hari itu, dia masih merasa tidak berdaya.
__ADS_1
“Dia orang yang sangat teliti dan berhati-hati, tapi malah membuat Selir Zhen dan Selir Chang hampir saja membunuhku dengan tangan mereka sendiri. Orang yang tidak tahu akan menganggapnya mati-matian melindungi selirnya. Tapi aku mengerti, dia hanya ingin mencari kesempatan untuk membunuhku.”
“Ini…”
Melihat Yuya tampak ketakutan, Ye Wushuang hanya tersenyum dengan tenang, “Sudah seperti ini, menurutmu aku masih harus tetap tinggal di istana?”
Di dalam Istana Ci’an…
Kaisar datang ke Istana Ci’an untuk menyapa Ibu Suri setelah apel pagi. Ibu Suri sedang duduk dengan teratur di sisi istana. Dia sedang minum teh seorang diri dan matanya yang penuh kasih bersinar dengan perasaan kesepian. Semburat rasa sepi yang sulit untuk dijelaskan…
Ji Xingyun mengamati Ibu Suri, baru beberapa hari tidak melihatnya, Ibu Suri tampak telah menua beberapa tahun dalam sekejap. Dia tidak bisa menahan perasaan sedih dalam hatinya. Baru saja hendak melangkah maju dan mengucapkan beberapa kata untuk menyenangkan Ibu Suri. Belum sempat dia berkata-kata, dia mendengar nada serius dari mulut Ibu Suri, “Kaisar, kemarilah. Ada yang ingin kukatakan padamu.”
__ADS_1