Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 298 Orang Luar Tidak Boleh Masuk Ke Tempat Ini


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Meskipun belum pernah melihatnya sebelumnya, tapi Qin Ruojiu pernah mendengar Ayahnya berkata bahwa selama mengambil bagian tubuh kunang-kunang yang dapat memancarkan cahaya kemudian ditumbuk menjadi bubuk, lalu dibalurkan ke lukisan atau pada plakat tulisan, begitu malam tiba maka benda itu akan bersinar seindah dan semisterius layaknya kunang-kunang.


Jadi plakat tulisan di hadapannya ini dipoles dengan bubuk cahaya dari ribuan kunang-kunang bukan?


Hello! Im an artic!


Kaisar demi wanita itu, benar-benar menggunakan segala cara hanya untuk menyenangkan wanita itu. Bahkan meskipun wanita itu tidak ada di sini, hanya demi sebuah potret lukisan saja, Kaisar bisa melakukan hingga seperti ini demi wanita itu. Sedangkan dirinya, apa arti dirinya di dalam hati Kaisar?


Pada saat ini, Qin Ruojiu masih dengan keras kepalanya melangkah maju, Qin Ruojiu menggigit bibir bawahnya dengan keras, ada raut sakit hati yang terlintas di tatapan mata Qin Ruojiu, kemudian dirinya menarik napas dalam-dalam.


Jelas-jelas tidak ada dayang Istana di Gedung Liqing, tapi entah dari mana tiba-tiba muncul 2 pelayan Istana yang berjaga di depan pintu.


“Kami memberi hormat pada Permaisuri.” Kedua gadis pelayan itu berusia sekitar 15-16 tahun, mereka terlihat baik dan patuh. Melihat mereka, tanpa sadar Qin Ruojiu teringat pada Xiao Huan.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Setelah terpaku selama beberapa saat, Qin Ruojiu berusaha untuk menekan perasaannya sendiri kemudian dengan tenang berkata: “Bangunlah!”


“Terima kasih Permaisuri!” Wajah kedua gadis pelayan itu tidak menunjukkan raut gembira, sebaliknya malah terdapat sedikit kekhawatiran yang jarang terlihat.


“Siapa yang meminta kalian berjaga di sini?” Qin Ruojiu bertanya dengan ekspresi lembut, seperti sedang berbicara dengan santai.


Kedua gadis pelayan itu saling bertatapan, mereka tidak berani berbohong kemudian dengan jujur menjawab: “Menjawab Permaisuri, Kaisar yang memberi perintah!”


Saat perkataan itu diucapankan, angin sepoi-sepoi berhembus meniup rambut Qin Ruojiu. Rasa sakit hati samar muncul di tatapan mata Qin Ruojiu yang jernih.


“Buka pintunya!” Untuk pertama kalinya, Qin Ruojiu berbicara dengan nada yang tegas di hadapan pelayan.


“Permaisuri, ini …”


“Kenapa?”


“Kaisar berkata bahwa orang luar tidak diizinkan untuk masuk ke tempat ini!”

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan itu, Qin Ruojiu mulai menertawakan dirinya sendiri, tatapan matanya menjadi suram, kesedihan dan rasa sakit hati karena pengkhianatan terlintas di ekspresinya, Qin Ruojiu lalu berkata: “Lalu, siapa yang boleh masuk ke dalam?”


Setelah mendengarkan ucapan itu, kedua wanita kecil berkata dengan suara pelan: “Kaisar… hanya Kaisar yang akan datang ke sini pada siang atau malam hari.”


“Aku mengerti. Aku paham kalian memiliki kesulitan sendiri, tapi aku tidak ingin datang sia-sia kemari. Aku hanya ingin melihat pemandangan di dalam, selama kalian mengizinkan aku masuk ke dalam, aku jamin Kaisar tidak akan pernah tahu mengenai hal ini!”


Selama Qin Ruojiu berada di istana, dia selalu bersikap acuh dan tenang dalam menangani masalah. Tapi kali ini, Qin Ruojiu tahu bahwa dirinya tidak bisa lagi bersikap tenang, dia tidak ingin melihat pria yang dicintainya dikontrol oleh sebuah potret lukisan.


“Permaisuri…” Kedua gadis pelayan itu ketakutan, wajah mereka menunjukkan raut ketakutan.


“Apa Kaisar begitu peduli akan tempat ini? Sebagai seorang Ratu, aku hanya ingin menikmati pemandangan di dalam, apa hal itu bisa membuat kalian ketakutan seperti ini?” Ketika Qin Ruojiu mengatakan ucapan ini, ada sedikit jejak sakit hati dan juga sedikit rasa tidak berdaya.


Setelah dua pelayan itu mendengarnya, kemudian menatap wanita paling cantik di seluruh negeri dan kota ini yang memiliki jejak kesedihan di ekspresinya, hal itu membuat mereka merasa tidak tega.


Mereka kemudian menggigit bibir merah mereka kemudian mengangguk dengan tegas: “Baiklah, Permaisuri. Cepatlah masuk ke dalam, tapi Permaisuri harus segera keluar setelah selesai melihat-lihat di dalam, karena Kaisar …”


Mendengar dua pelayan itu sudah setuju, Qin Ruojiu yang awalnya memang tidak berniat untuk mempersulit mereka seketika langsung merasa gembira, Qin Ruojiu mengangguk dan berkata: “Baik, aku berjanji pada kalian.”

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan Qin Ruojiu, kedua pelayan istana kecil itu saling memberi isyarat dengan hati yang tenang, membuka pintu perlahan lalu membiarkan Qin Ruojiu masuk ke dalam.


__ADS_2