
Hello! Im an artic!
Setelah jeda singkat, Tuyang lanjut berkata: “Aku benar-benar tidak mengerti di mana akar kebencian kalian? Tempat kudus ini seharusnya dibuka sedari awal, mengumpulkan kalian semua di sini di larut malam seperti ini, itu bukan karena aku kejam. Aku adalah anak yatim piatu sedari kecil, aku bisa bertahan sampai hari ini juga dikarenakan perawatan orang-orang Klan Penyihir, tapi posisi sebagai Pendeta Besar ini tampaknya sudah tidak bisa lagi kulakukan, malam ini bisa dikatakan adalah tanggung jawab terakhirku pada kalian semua! Beberapa hari lagi, aku akan meninggalkan kediaman Klan Penyihir ini bersama Jiu’er dan juga Ye Ming!”
Begitu Tuyang selesai mengatakan hal ini, orang-orang di alun-alun banyak yang langsung berlutut, para anggota Klan Penyihir tampak kaget dan dengan panik berteriak: “Pendeta Besar, mohon pikirkan lagi baik-baik!”
Hello! Im an artic!
“Pendeta besar tidak boleh pergi!”
__ADS_1
Suara ini begitu membahana dan bergema di seluruh kediaman Klan Penyihir!
“Tuyang! Kamu melakukan ini, bukankah itu sedikit…” Tetua Bage juga melangkah maju, dia berkata dengan nada cemas.
Tuyang memberi isyarat kepada semua orang untuk tenang, dia terbatuk beberapa kali kemudian berkata: “Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi, sebenarnya juga sudah tidak ada yang bisa kulakukan lagi untuk Klan Penyihir, aku juga tidak akan menyembunyikan lagi dari kalian semua, Qin Ruojiu menerima takdir langit.!
Hello! Im an artic!
“Kak Tuyang…” Qin Ruojiu yang berada di samping sangat terkejut ketika mendengar ucapan itu, pikirannya kosong, dia bahkan tidak bisa memikirkan apa semua yang dikatakan Kak Tuyang itu benar atau salah, Qin Ruojiu hanya takut, dirinya begitu takut hingga tubuhnya bergetar, Qin Ruojiu mengulurkan tangan dan meraih lengan baju Kak Tuyang, dirinya tidak ingin tinggal di sini lebih lama lagi. Qin Ruojiu bagai melihat jaring besar yang diarahkan padanya, membuat seluruh tubuhnya terperangkap di dalamnya!
__ADS_1
Mungkin pada saat ini Qin Ruojiu baru sepenuhnya mengerti apa yang dikatakan Ayahnya, Ji Mie, padanya, ini adalah takdirnya, ini adalah nasibnya, dirinya tidak bisa melarikan diri dari takdir ini, bahkan mati pun juga tidak akan bisa melarikan diri!
Tapi apa yang disebut dengan takdir? Apa jiwanya yang hancur yang terlahir kembali dalam dua kehidupan ini?
Di kedalaman ingatannya, Qin Ruojiu sudah hampir sepenuhnya lupa, melupakan modernitas yang sibuk, melupakan bahwa dirinya datang ke era dinasti Kangqing ini dan menjadi Putri dari Ji Mie sang penyihir, itu semua dikarenakan jiwanya menembus ruang dan waktu!
Dalam kehidupannya waktu itu, dirinya adalah Tuan Putri dari keluarga kaya, dirinya mengundang sahabat karibnya, Ye Wushuang, untuk pergi berbelanja, ketika dirinya sedang menunggu di tempat yang sudah ditetapkan oleh Ye Wushuang, dirinya malah melihat pacar Ye Wushuang di kafe seberang sedang memeluk dan berciuman dengan wanita lain. Qin Ruojiu panik dan mengambil foto dengan menggunakan ponselnya, tapi ketika melihat wajah Ye Wushuang yang tersenyum cerah, Qin Ruojiu malah tidak tega untuk memberitahu Ye Wushuang mengenai fakta kejam ini, benar saja kertas tidak akan bisa menahan api, ketika Qin Ruojiu pergi ke kamar pas untuk mencoba pakaian baru, pada saat itu Ye Wushuang mengambil ponselnya untuk bermain dan menemukan fakta ini.
Ketika Qin Ruojiu keluar dari ruang ganti, Ye Wushuang sudah pergi dengan begitu marah untuk mencari pria itu, Qin Ruojiu bergegas mengikuti, diirnya melihat Ye Wushuang bertengkar hebat dengan pacarnya di jalan, kemudian sahabatnya itu jatuh sakit, pada saat terakhir, Qin Ruojiu meraih tangan Ye Wushuang, tapi tiba-tiba cahaya yang menyilaukan datang dari luar jendela, kehidupan muda mereka lalu berakhir …
__ADS_1
Ketika kesadarannya jernih kembali, Qin Ruojiu sudah menjadi Putri Ji Mie, dirinya sudah tidak ingin mengingat kembali segala sesuatu di kehidupan sebelumnya, dirinya juga tanpa sadar perlahan-lahan melupakannya, tapi Qin Ruojiu malah mengingatnya kembali pada saat ini.
Dirinya meninggal lalu kemudian terlahir kembali dan menjadi Dewi yang bisa mengatur dunia? Lalu bagaimana dengan sahabatnya, Ye Wushuang? Apa dia sudah meninggal? Atau sama seperti dirinya yang melakukan perjalanan menembus ruang dan waktu ke sebuah dinasti yang asing dan memulai kembali semuanya dari awal?