Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 233 Persiapan Masih Belum Selesai


__ADS_3

Malam itu, Qin Ruojiu tidur dengan gelisah. Dirinya selalu memimpikan segala macam kejadian yang akan terjadi ketika dirinya pergi. Tetapi keesokan harinya, pikirannya menjadi kosong. Qin Ruojiu bangkit dari ranjang kemudian menghela nafas untuk beberapa saat, berpikir bahwa dirinya terlalu gugup jadinya menyebabkan dirinya panik dan tidak bisa tidur.


Ketika selesai membersihkan diri, Lu’er memberitahu Qin Ruojiu bahwa Xiao Huan sudah setuju untuk pergi bersama mereka, meminta Qin Ruojiu tidak perlu khawatir.


Setelah mendengarnya, Qin Ruojiu menatap dirinya sendiri di cermin, hampa dan tidak bisa berkata-kata. Jawaban Xiao Huan masih membuat Qin Ruojiu gelisah. Qin Ruojiu memikirkannya berulang kali, tidak tahu apa Xiao Huan terpaksa membuat pilihan terakhir karena putus asa. Atau setelah melewati perjuangan semalaman, akrhinya hanya bisa menerima dengan tidak berdaya.


Intinya, tidak peduli apa pun alasannya, Qin Ruojiu masih merasa bersalah terhadapnya.


Setelah beberapa saat, Lu’er dan Yan’er bergegas masuk ke dalam sambil membawa sarapan.

__ADS_1


Memikirkan tidak makan dengan baik kemarin dikarenakan khawatir, sekarang ketika mencium aroma yang begitu wangi, seketika perut merasa lapar.


Lu’er sepertinya bisa melihat Qin Ruojiu sudah sangat lapar, jadi dirinya berjalan masuk sambil tersenyum dan berkata dengan suara pelan: “Permaisuri, Lu’er tahu Permaisuri tidak makan banyak tadi malam, jadi pagi ini sudah meminta koki untuk membuat lebih banyak makanan pagi ini, tapi tidak ada daging, alasan utama adalah karena harus melakukan perjalanan jauh malam ini, lebih baik sedikit makan makanan berlemak, Permaisuri tidak akan menyalahkanku karena sudah membuat keputusan sendiri dan mempersiapkan untuk Permaisuri bukan?”


Terhadap perhatian Lu’er, Qin Ruojiu hanya memicingkan matanya dan mengulas senyum penuh haru sambil berkata: “Lu’er, ucapan apa itu? Aku sudah sangat senang kamu bisa memikirkan semua ini, bagaimana mungkin aku menyalahkanmu?”


“Benarkah? Kalau begitu Permaisuri, aku akan menuangkan semangkuk bubur untukmu!”


Setelah selesai memakannya, Qin Ruojiu tersenyum sambil berkata dengan tatapan mata sangat ramah: “Lu’er, kamu sudah bekerja keras.” Perkataan ini, meskipun sangat singkat tapi Qin Ruojiu mengatakannya dengan sangat tulus.

__ADS_1


“Itu sudah merupakan tugasku sebagai seorang budak.” Lu’er tampak senang ketika mendengarnya, menundukkan kepalanya dan berkata dengan lembut. Pada saat ini, Qin Ruojiu malah mengerutkan kening, meletakkan sendok di tangannya lalu berkata dengan raut wajah yang lembut: “Lu’er, kamu tidak perlu menyebut dirimu sebagai budak di kemudian hari. Setelah melewati malam ini, aku bukan lagi merupakan Permaisuri, kita bisa saling memanggil dengan sebutan Kakak Adik.”


“Tapi…” Lu’er menatap Qin Ruojiu dengan sedikit terkejut, ada raut terkejut dan bahagia yang jelas terlihat di tatapan matanya.


Qin Ruojiu malah menghela napas dan berkata dengan raut tegas: “Aku beberapa tahun lebih tua darimu, kamu bisa memanggilku Kakak, kamu bisa langsung memanggil dengan sebutan “aku” dan “kamu”, tidak perlu menyebut budak atau Permaisuri lagi. Itu terdengar begitu asing dan tidak enak didengar!”


Ketika Lu’er mendengar ucapan ini, hatinya merasa sedikit terharu, mengangguk pelan dan berkata: “Baik, Lu’er mengerti.” Maksud dari ucapan itu adalah Permaisuri memperlakukan dirinya sebagai keluarga, memintanya untuk melupakan sebutan kehormatan dan juga status. Di antara majikan yang pernah Lu’er layani sebelumnya, tidak ada orang yang sebaik dan begitu perhatian seperti Permaisuri. Pada saat ini, hati Lu’er merasakan perasaan aneh yang sulit terlukiskan terhadap Qin Ruojiu. Sudah seperti keluarga dan juga seperti penyelamat, bahkan sudah seperti seseorang di mana Lu’er rela untuk mengorbankan nyawanya untuknya.


Pada saat ini, Qin Ruojiu lanjut menundukkan kepalanya untuk memakan bubur, melirik sekilas dengan sudut matanya, menemukan bahwa Lu’er dan Yan’er masih ada di sana, tapi Xiao Huan tidak ada, Qin Ruojiu kemudian langsung bertanya: “Lu’er, apa kalian melihat Xiao Huan?”

__ADS_1


Ketika Lu’er mendengar pertanyaan Qin Ruojiu, dirinya baru tersadar dari lamunannya barusan, melihat sekeliling dengan wajah linglung dan tidak menemukan Xiao Huan, kemudian seakan teringat akan sesuatu, Lu’er kemudian berkata: “Permaisuri, tidak perlu khawatir, Xiao Huan mungkin sedang mengemas barang. Malam ini akan pergi, persiapannya masih belum selesai.”


__ADS_2