Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 203 Sama Sekali Tidak Bisa Bergerak


__ADS_3

Melihat Pangeran Funing mau bersulang dengannya, Qin Ruojiu pun langsung menganggukkan kepalanya dan berkata, “Tentu saja hamba harus menerima niat baik Pangeran Funing. Tetapi sayangnya, hamba tidak minum arak. Mohon Pangeran tidak tersinggung!”


Selesai bicara, Qin Ruojiu pun langsung terlihat sedikit sungkan dan membalikkan badannya. Ketika berbalik ke belakang, dia pun melihat Kaisar Zhaolie yang sedang melihatnya dengan tatapan dingin. Kaisar Zhaolie terus meminum araknya segelas demi segelas. Tatapan matanya terasa sangat dalam dan dingin, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa.


Sedangkan Kang Yin yang ada di sampingnya itu terlihat sedikit marah. Awalnya ia ingin mengatakan sesuatu, tetapi ketika teringat dengan Kaisar yang ada di sampingnya itu, dia pun memilih untuk tidak mengatakan apa-apa.


Qin Ruojiu tahu, sekali Kang Yin membuka mulut, dia bukan hanya tidak bisa membantu dirinya, tetapi juga bakalan mencelakainya. Maka dari itu, Qin Ruojiu ngerti kenapa di dalam tatapan mata Kang Yin terlihat begitu khawatir dan gelisah. Hanya saja, dia tidak ingin melihat ke arahnya. Sekarang bahkan dirinya sendiri pun tidak bisa diselamatkan, ngapain dia menyeret Kang Yin ke dalam masalahnya lagi?


“Ratu, Pangeran sengaja bersusah payah datang ke negara Kangqing dengan harapan bisa menyatukan kembali hubungan persahabatan antara kedua negara kita agar para rakyat dan penduduk negara kita tidak menderita dan hidup sejahtera. Tetapi kelihatannya Ratu tidak begitu menghargai kedatangan Pangeran kali ini!” Meskipun Pangeran Funing menggunakan persahabatan dan penduduk sebagai alasan, tetapi semua orang yang mendengarnya jelas tahu dia sedang mencari masalah dengan Qin Ruojiu.

__ADS_1


Raut wajah Qin Ruojiu pun langsung terlihat gelisah, “Ini ….”


“Ratu, ini adalah niat baik dari Pangeran, anda tidak boleh mengecewakannya. Bahkan jika hal ini bukan untuk diri anda, anda juga harus memikirkan Kaisar dan seluruh rakyat negara kita. Bagusan anda bersulang segelas dengan Pangeran Funing.” Sambil berbicara, Su Zhener berjalan untuk mengambilkan segelas arak dan langsung berjalan ke arah Qin Ruojiu.


Melihat Su Zhener yang berjalan ke arahnya, Qin Ruojiu tahu kali ini dia tidak bisa menolak dengan mudah. Semua orang yang ada di bawah sedang memperhatikannya, kalau saja dia menolak, dia akan terlihat cuek dan tidak menghargai urusan ini.


Dia melihat sekilas ke arah Kang Yin yang terlihat begitu kasihan dan menderita. Kang Yin terus menggelengkan kepalanya untuk menghentikannya. Kang Ying terlihat sangat tidak berdaya dan tidak berani mengatakan apa-apa.


Sedangkan Kaisar Zhaolie sedang duduk angkuh di kursinya yang agung. Selain tatapan mata yang rumit, tidak ada sedikit perasaan pun yang terlihat di dalam matanya.

__ADS_1


Hati Qin Ruojiu terasa begitu sakit, tetapi dia tetap berusaha untuk menahan semua rasa sakit dan marah yang ada di dalam hatinya. Kemudian dia mengambil gelas itu dan meneguk arak itu sampai habis. Ketika arak itu mengalir di tenggorokannya, dia merasakan rasa panas dan terus batuk-batuk sampai meneteskan air mata. Setelah arak itu masuk ke dalam tubuhnya, Qin Ruojiu merasa seluruh tubuhnya mulai merasa tidak nyaman. Sedangkan Su Zhener yang ada di sampingnya itu malah melihatnya sambil tertawa dingin dan turut bekerja sama dengan pria yang ada di sampingnya.


Qin Ruojiu meletakkan gelas yang ada di tangannya lalu menyenter sebentar ke arah Su Zhener yang ada di sampingnya. Setelah itu, dia pun berjalan turun keluar dari tengah panggung itu. Qin Ruojiu tidak sengaja melihat ke arah sudut mulut Su Zhener yang sedang mengejeknya. Qin Ruojiu beneran tidak tahu apa yang sedang dipikirkan dan hendak direncanakan wanita ini. Tentu saja, di depan tontonan begitu banyak orang, Su Zhener juga pasti tidak berani melakukan apa-apa padanya.


Tetapi siapa sangka, baru berjalan beberapa langkah saja tiba-tiba kaki Qin Ruojiu langsung terasa lemas. Kakinya terasa tidak bertenaga dan dirinya langsung terjatuh ke atas lantai. Ketika terjatuh pinggangnya tidak sengaja membentur kecapi yang dimainkannya tadi. Dalam seketika, Qin Ruojiu merasakan rasa sakit yang luar biasa. Dengan sedikit linglung, dia melihat sekilas ke arah sepatu merah itu. Kemudian, dia langsung mengangkat kepalanya dan melihat wajah Su Zhener yang terlihat puas dan sombong. Emosi Qin Ruojiu langsung meluap dan dia berkata, “Kamu ….”. Kata-kata yang hendak dia katakan itu tidak sanggup dia keluarkan.


Pada saat itu, Su Zhener berusaha menggunakan seribu satu cara untuk menyembunyikan tatapan matanya yang licik dan jahat itu. Dalam seketika dia langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi terlihat begitu perhatian dan khawatir, “Ratu, anda kenapa? Anda tidak apa-apa kan?” Kemudian, dia berusaha bersikap baik dan perhatian untuk membantu menopang Ratu.


Akhirnya Qin Ruojiu tahu apa artinya orang bermuka dua. Qin Ruojiu berusaha untuk bangkit berdiri, tetapi di bagian pinggangnya terasa rasa sakit yang luar biasa sampai-sampai dia sama sekali tidak bisa bergerak.

__ADS_1


__ADS_2