Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 175 Jelas-Jelas Mau Pamer


__ADS_3

Pada saat ini, Qin Ruojiu sama sekali tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Zhao Yuanran di dalam hatinya. Lalu dia menganggukkan kepalanya dan berkata dengan datar, “Harusnya sih iya ….” Benar, Kaisar memang suka makan makanan masakannya. Meskipun ada dapur dan koki khusus untuk mempersiapkan makanan untuknya, tetapi setiap kali ada waktu luang, Kaisar selalu menyuruhnya membuatkan makanan untuknya.


Melihat Qin Ruojiu yang sepertinya menolak untuk mengungkapkan kebenarannya. Zhao Yuanran pun tidak lanjut bertanya lagi. Dia hanya mengalihkan tatapannya dan melihat ke arah lain.


Kemudian, Zhao Yuanran masih merasa penasaran dan bertanya, “Kakak, kamu tahu tentang utusan Kerajaan Feng Bei belakangan ini tidak?”


Qin Ruojiu pun langsung menganggukkan kepalanya. Kaisar Zhaolie mengingatkannya tentang masalah ini, Kaisar Zhaolie masih sengaja membawanya untuk pergi membuat baju. Tetapi masalah utusan Kerajaan Feng Bei itu tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Hanya saja sepertinya beberapa hari ini Kaisar sangat sibuk karena urusan itu. Selain malam hari, biasanya Kaisar tidak akan datang mencarinya. Maka dari itu, dia tahu pasti urusan ini sangat penting untuk Kaisar Zhaolie.


“Benarkah? Kalau begitu kamu rasa baju yang aku kenakan ini bagus tidak?” Sambil berbicara, tiba-tiba Zhao Yuanran beranjak berdiri dan berputar untuk memperlihatkan bajunya.


Roknya yang terbang ketika dia memutarkan badannya itu pun memperlihatkan jahitan bunga yang indah di atas roknya. Dia terlihat seperti seorang dewi.

__ADS_1


Qin Ruojiu pun menganggukkan kepalanya dan berkata, “Bagus sekali, terutama kamu. Baju ini cocok sekali dengan kamu!”


Setelah dipuji seperti itu, Zhao Yuanran pun terlihat senang sekali. Dia pun berdiri tegak sambil tersenyum lalu berkata, “Benarkah? Baju ini baju yang sengaja Kaisar kirimkan padaku. Sebagai seorang selir istana, di saat acara makan malam itu aku harus dandan lebih cantik lagi agar Kaisar tidak ditertawakan para tamu yang hadir. Karena aku nggak tahan melihat baju ini begitu cantik, maka dari itu hari ini aku sengaja mengenakannya kemari dan sekalian memperlihatkannya untuk kakak.”


“En, benar juga.” Qin Ruojiu pun menganggukkan kepalanya dan terlihat setuju. Di dalam matanya itu sama sekali tidak ada tatapan iri atau kesal sama sekali.


Pada saat ini, Zhao Yuanran pun menaikkan alisnya dan bertanya padanya, “Kakak, Kaisar ada kirimkan baju untuk kamu tidak?”


Setelah mendengar apa yang dikatakan Lu’er, Zhao Yuanran pun tercengang. Apa yang dikatakan Lu’er itu seolah seperti sebaskom air dingin yang disiram ke wajahnya. Dia pun sedikit canggung dan berkata, “Benar … benarkah?” Ternyata Kaisar sampai bisa menyisihkan waktunya untuk menemaninya pergi ke tempat pembuatan baju dengannya, sedangkan mereka, dia hanya menyuruh orang untuk mengirimkan baju untuk mereka. Perbedaan sejauh ini apa bisa membuat dia merasa senang?


Melihat wajah Zhao Yuanran yang mulai berubah tidak senang, Qin Ruojiu pun berusaha menjelaskan, “Yuanran, kamu jangan dengar Lu’er sembarangan bicara. Kaisar cuman merasa pakaian yang aku pakai itu sudah terlalu sederhana dan takut mempermalukan dirinya, makanya dia baru ….”

__ADS_1


“Baiklah, kakak tidak usah menjelaskannya lagi. Di kerjaan Kang Qing ada siapa yang tidak tahu bagaimana cara Kaisar memperlakukan kakak. Saya merasa senang sekali mendengar Kaisar memperlakukan kakak seperti itu. Akhirnya Kaisar memperlakukan kamu dengan begitu baik. Kaisar sepertinya sudah benar-benar suka dengan anda.”


Melihat senyuman Zhao Yuanran yang begitu bahagia dan kata-katanya yang begitu manis, Qin Ruojiu merasa ada perasaan yang tidak nyaman di dalam hatinya. Jelas-jelas dia sedang mengucapkan selamat padanya, tetapi kenapa dia malah merasa sedih setelah mendengarnya.


Setelah mengetahui masalah itu, Zhao Yuanran juga tidak mau berlama-lama di sana lagi. Kemudian dia mencari alasan untuk pulang.


Melihat Zhao Yuanran yang berjalan pergi, Lu’er pun mengacak pinggangnya dan terlihat puas.


Melihat itu, Qin Ruojiu pun berkata dengan nada sedikit tidak begitu senang, “Lu’er, kenapa kamu mau berbicara seperti itu. Setelah mendengarnya itu, hati Selir Zhao akan sedih.”


Lu’er pun langsung menoleh ke arah Qin Ruojiu lalu berlutut dan berkata, “Nyonya, aku bukan sengaja mau buat Selir Zhao marah. Tetapi kali ini kedatangan Selir Zhao itu benar-benar hanya buat pamer!”

__ADS_1


“Tetapi ….”


__ADS_2