
Hello! Im an artic!
Melihat sosok Qin Ruojiu yang perlahan menghilang setelah masuk ke dalam, kedua gadis pelayan itu menggelengkan kepala di saat bersamaan.
Kecantikan sang Ratu benar-benar tidak diragukan lagi.
Hello! Im an artic!
Hanya sayangnya, wanita cantik seperti itu pada akhirnya tidak bisa mendapatkan seluruh hati Kaisar. Cinta kaisar, di mata orang yang paham, seharusnya diberikan pada wanita yang ada di dalam potret itu. Meskipun kecantikan wanita itu dan sang Ratu tidak jauh berbeda, tapi bagaimanapun juga, sang Ratu adalah orang yang benar-benar berada di samping Kaisar, tapi mengapa Kaisar tidak mengerti? Kenapa Kaisar masih tergila-gila dengan potret yang tak berguna itu? Apa mungkin itulah yang disebut pria memang tidak memiliki perasaan?
__ADS_1
Dekorasi di Gedung Liqing tidak lebih buruk dari setiap Istana yang pernah dilihat Qin Ruojiu. Keseluruhan Istana ini luar biasa megah, tapi juga unik.
Saat melihat ke atas, bisa melihat kayu cendana digunakan sebagai pilar untuk ruangan dalam, kristal dan giok sebagai lampu, mutiara sebagai tirai, dan emas merupakan fondasi pilar.
Di ruang samping terdapat dipan gaharu selebar enam kaki, di samping dipan terdapat ranjang yang digantungi dengan mutiara, akan bergoyang ketika angin berhembus sudah seperti riak di hamparan laut. Meski tidak ada orang, tapi tetap saja terdapat bantal safir di atas ranjang, dilapisi dengan sutra lembut dan juga selimut giok yang terlipat rapi.
Hello! Im an artic!
Saat ini, Gadung Liqing dipenuhi dengan asap, sudah seperti naga yang terbang ke langit. Qin Ruojiu melangkah pelan, ada beban yang tak terlukiskan di dalam hatinya. Potret wanita di aula dikelilingi oleh kain kasa tipis. Angin berhembus, wanita di dalam potret lukisan itu tersenyum bahagia, sudah seperti seorang Dewi.
__ADS_1
Wanita itu adalah Putri Liqing, Qin Ruojiu menatap dengan datar, cahaya lilin menerpa wajahnya, lembut dan suci, ada semacam keindahan yang membuat orang merasa terpana. Bahkan jika pernah melihatnya sekali, Qin Ruojiu masih saja terkejut ketika melihat potretnya saat ini.
Liqing di potret itu, di antara kabut asap, tampak seperti Dewi yang berada di atas danau air jernih yang dingin, keberadaannya yang layak Dewi itu berdiri dengan begitu bangga di dunia, seolah-olah Dewi yang turun ke bumi, membuat semua orang tidak berani memalingkan tatapannya.
Mengenakan pakaian berwarna ungu yang berkibar tertiup angin, rambut panjangnya itu tergerai, parasnya itu seperti bunga, kulitnyaseputih salju, cantik dan anggun tiada tara, benar-benar mulia dan indah.
“Cantik sekali!” Qin Ruojiu berseru di dalam hati, jari-jarinya yang ramping itu tidak bisa menahan diri untuk membelai potret lukisan indah yang dianggap Kaisar Zhaolie sebagai harta karun. Bahkan meski itu hanya sebuah lukisan, bisa melihat bahwa kulit Putri Liqing begitu putih dan merona, lembut layaknya giok dan sebening kristal. Ini jauh lebih murni dan tanpa cela dibanding giok yang paling murni; jauh lebih lembut dan lebih bening dibanding kristal yang paling bening; jauh lebih halus dan cerah dibanding kelopak mawar yang paling cantik; jauh lebih indah dan cantik dibanding kristal yang paling indah.
Tidak heran Kaisar Zhaolie tidak pernah bisa melupakannya, wanita cantik seperti ini, hanya perlu melihatnya sekilas saja sudah bisa membuat orang lain terpesona. Tepat ketika Qin Ruojiu sedang terpana pada wanita di dalam potret lukisan itu, tiba-tiba terdengar suara berat dari luar pintu.
__ADS_1
Pada saat ini, dua pelayan Istana bergegas berteriak di luar pintu: “Kaisar … Kaisar …” Qin Ruojiu menoleh dengan terkejut, tidak tahu sejak kapan, Kaisar Zhaolie sudah berdiri di belakangnya dengan raut wajah dingin.
Kaisar Zhaolie yang memakai jubah emas, tampak begitu perkasa dan luar biasa, pupil hitamnya itu tampak seperti sedang mengeluarkan semburan es. Di bawah alisnya yang tampan terdapat sepasang mata yang tajam. Dia berdiri tidak jauh dari Qin Ruojiu, menatapnya dengan tatapan tenang dan penuh toleransi.