Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 16 Kata-kata Pedas Dayang Istana


__ADS_3

Mereka berjalan lurus hingga ke sudut lain istana, dari sini mereka bisa melihat Istana Wenxuan. Itu adalah tempat para pejabat bertemu dengan Kaisar, di lapangan besar, berdiri sebuah podium, di tengah podium ada sebuah tiang yang dipahat naga yang sedang saling bertatapan dari jauh dengan merak yang ada di Istana Fengyi…


Qin Ruojiu pun menghela nafas. Istana ini sepertinya jauh lebih megah dan mewah daripada yang dia bayangkan.


Mereka melewati beberapa bangunan, koridor-koridor dan jalan-jalan kecil, melewati anak tangganya terbuat dari batu pasir. Taman bunga, waduk-waduk serta paviliun-paviliun di sekitar mereka. dibangun mengelilingi gunung dan perairan. Jembatan kecil dan aliran sungai terlihat begitu alami dan indah.


Setelah berkeliling dan melihat semua keindahan ini, Qin Ruojiu baru mengenali apa yang namanya istana, seperti waktu sehari tidak akan cukup untuk mengeliling seluruh istana ini sampai selesai.


Saat sedang berpikir, tiba-tiba terdengar suara 2 gadis yang sedang berdiskusi dengan suara kecil.


“Aku rasa luka Permaisuri pasti karena dipukul oleh Yang Mulia.”


“Tidak mungkin. Dia kan Permaisuri, mana mungkin Yang Mulia memukulnya?”

__ADS_1


“Hem, kenapa tidak mungkin? Dia itu seorang penyihir, anak penyihir, wanita yang bisa ilmu sihir. Hatinya jahat, rupanya jelek, mana mungkin Yang Mulia bisa jatuh hati padanya?”


Yang satunya lagi tidak menjawab langsung, sepertinya dia juga setuju.


“… benar juga, tetapi dia tidak melakukan apapun pada kita, dia tidak menyiksa kita sama sekali!”


“Xiao Huan, kamu belum paham. Lihat saja nanti seiring berjalannya waktu. Ada banyak sekali orang yang baik di hadapanmu, tetapi menusukmu dari belakang. Coba kamu pikir, dia bisa ilmu sihir, jika dia menggunakan sihir padamu, kamu bisa mati kapan saja.”


“Belum tentu. Semalam kita melihatnya diantar pulang oleh Tuan Zhuo Yong, dia pasti akan menjaga nama baiknya dan akan menjahati kita.”


“Hah, kalau begitu harus bagaimana? Jika Permaisuri memang begitu menakutkan, Kakak Yan’er, kamu harus mencarikan solusi untukku.”


Mendengar bisikan kedua gadis ini, wajah Lu’Er pun berubah, kemudian melirik ke Qin Ruojiu. Walaupun wajah Permaisuri ditutup cadar, tetapi punggungnya begitu kaku dan tidak berdaya.

__ADS_1


Lu’Er pun melewati pohon-pohon rindang untuk jalan ke samping Xiao Huan dan Yan’er. Karena sedang berdiskusi, mereka berdua pun tidak sadar kalau Lu’Er sedang berdiri di samping mereka, merka berdua pun terkejut ketika menyadari kehadirannya. Nampan berisi nampan di tangan mereka pun hampir terjatuh.


“Gadis tengik, kalian ini tidak punya kerjaan ya? Beraninya menggosip majikan di belakang, sini, aku patahkan gigi kalian.” Lu’Er angkat tangan,hendak mencekik Yan’er.


Mata kedua gadis itu pun berkaca-kaca, “Kakak Lu’Er, ampunin kami, kami tidak berani lagi.”


“Iya, ampunin kami, Kakak Lu’Er! Kami tidak akan gosip lagi.”


“Ampunin kalian? Kalian menjelekkan Permaisuri di belakang, apakah kalian tahu ini yang namanya a dosa? Dia tidak menyakiti kalian, kenapa kalian bicara seperti itu tentangnya?” teriak Lu’Er sambil mau memukul Xiao Huan dan Yan’er.


“Berhenti!”


Ketika Qin Ruojiu yang memakai cadar hitam muncul di hadapan mereka dengan mata berkaca-kaca, Lu’Er pun menarik tangannya kembali.

__ADS_1


__ADS_2