Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 485 Dia Tertawa Karena Rela Menerima Penghinaan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Jika Kaisar ingin menghukum, maka aku tidak akan berkata apa-apa!” Leng Bingxin yang begitu keras kepala langsung menunjukkan senyum aneh di wajahnya yang cantik itu, senyum itu begitu acuh, begitu menyedihkan, dengan sedikit rasa dingin yang membuat orang lain merasa bergidik.


Bei Fengchen berdiri di samping dan melihat adegan ini, hatinya malah sedikit demi sedikit mencelos, tatapan mata tatapan semacam itu, pandangan mata semacam itu, itu merupakan sebuah martabat yang ditinggalkannya untuk diri sendiri di tepi keputusasaan.


Hello! Im an artic!


Bei Fengchen tahu orang macam apa Leng Bingxin itu, Leng Bingxin bisa mengucapkan sesuatu seperti ini, maka Liqing pasti telah melakukan atau mengucapkan sesuatu padanya.


Tapi Bei Fengchen malah lebih bersedia mengaku salah dibanding mengatakan keluhan yang ada di dalam hatinya, Leng Bingxin lebih baik mati dibanding menjelaskan perilaku tercela orang lain padanya.


Leng Bingxin benar-benar wanita yang sangat keras kepala, membuat Bei Fengchen begitu ingin melompat keluar untuk melindunginya saat ini, tapi dirinya malah begitu tidak berdaya.


Pada saat ini, Kaisar Zhaolie juga tercengang di tempat. Wanita ini … setiap gerakan dan tindakannya, setiap perkataan dan perbuatannya, semua itu benar-benar sangat familiar baginya.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Seakan semua ini baru saja terjadi kemarin, dan hal itu terulang berkali-kali di dalam mimpinya.


Dia … ya … apa itu dia? Pada waktu itu dia juga berkata dengan cara yang sama padanya, pada waktu itu dia juga menatapnya dengan tatapan putus asa seperti ini.


Hanya saja raut matanya yang sekarang kini memiliki sentuhan aneh, sentuhan keterasingan, seakan-akan terdapat sebuah lapisan yang memisahkan, jelas-jelas begitu dekat tapi malah membuat orang lain sangat sulit untuk menjangkau dan memahaminya.


Kaisar Zhaolie yang sudah tidak bisa mengendalikan diri teringat akan kerinduannya pada orang itu, tiba-tiba Kaisar Zhaolie langsung menerjang ke hadapannya dengan begitu cepat.


Telapak tangan itu terentang dan langsung menarik tubuh ramping dan kurus itu ke dalam pelukannya, memeluknya dengan begitu erat di pelukannya.


Semua ini terjadi dengan terlalu cepat dan begitu tiba-tiba. Membuat Leng Bingxin berseru karena terkejut lalu baru menyadari bahwa dirinya sudah terjebak di dalam sebuah pelukan yang kuat dan hangat.


Jadi pada saat ini, Leng Bingxin berusaha keras untuk mendorongnya dan berusaha untuk melepaskan diri.


Leng Bingxin tidak ingin membiarkan dirinya terlibat dalam kepalsuan seperti itu lagi, dia tidak akan membutuhkan kehangatan dan pelukan seperti ini lagi.


Leng Bingxin akhirnya berhenti meronta saat melihat wajah pucat Liqing dalam sekejap.

__ADS_1


Dulu wanita itu adalah mimpi buruknya dan mengambil semua miliknya.


Sekarang, apa dirinya juga bisa menjadi seorang wanita jahat dan membuat Liqing tahu bagaimana rasanya dikhianati?


Sebenarnya Leng Bingxin tahu bahwa Liqing tidak salah. Demi pria yang dicintainya, Liqing telah berusaha keras dan ingin menempati posisi di dalam hati Kaisar Zhaolie. Ya, yang bersalah adalah pria di hadapannya ini yang menyakiti hati banyak wanita di waktu bersamaan. Tapi Leng BIngxin jelas-jelas begitu terluka dikarenakannya, tapi pada saat berbaring di dalam pelukannya saat ini, dirinya malah sama sekali tidak bisa bergerak.


Karena pria ini berkuasa atas dunia, karena dia mahakuasa.


Hatinya ini, Leng Bingxin tertawa karena rela menerima penghinaan ini.


Ada air mata dalam tawanya, jelas-jelas sedang tertawa, tapi malah bisa melihat kesedihan yang begitu menusuk di kedalaman matanya, bisa melihat keputusasaan saat dirinya jatuh ke dalam jurang.


Mata Bei Fengchen dipenuhi dengan kebencian, dan kecemburuan Liqing juga terlihat dengan begitu jelas.


Kaisar Zhaolie malah mengabaikan tatapan mata orang lain, keinginan yang tidak terpenuhi selama bertahun-tahun terlintas di mata hitamnya, dia malah memeluk Leng Bingxin dengan semakin erat.


Seolah-olah sedetik berikutnya, ketika angin berhembus maka bisa menerbangkannya tanpa sisa.

__ADS_1


Kaisar Zhaolie mengangkat kepalanya ke hadapan semua orang, berkata mengumumkan dengan begitu mendominasi: “Mulai hari ini, wanita ini adalah milikku. Tanpa izinku, tidak ada yang boleh menyentuhnya, apalagi menyakitinya. Apa kalian semua paham dan mendengarnya?”


__ADS_2