
Hello! Im an artic!
Pria tua itu melangkah maju dan memanggil: “Nona Min’er.”
Shangguan Min’er menoleh, ketika melihat bahwa orang yang datang adalah She Jingtian, dia langsung meninggalkan patung tanah liat yang begitu dihargainya itu lalu berjalan menghampiri dengan gembira: “Paman She, Kakek Long, kalian datang?”
Hello! Im an artic!
Pria tua itu mengangguk dengan ramah, She Jingtian juga tersenyum dengan penuh kasih sayang, di saat bersamaan juga melangkah menghampiri ke arah gadis kecil ini yang sangat cantik ini.
Detik berikutnya, She Jingtian mengangkat Min’er ke udara dengan lengannya yang kuat dan panjang itu lalu dengan lembut memeluknya ke dalam pelukannya. Terdapat senyum hangat yang terulas di wajah tampan itu.
Dia berkata: “Apa kamu tidak makan tepat waktu belakangan ini jadinya kehilangan sedikit berat badan?”
Gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya dan menggerutu: “Bukankah karena Paman mengabaikanku.”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Siapa suruh kamu tidak patuh, Paman meminta orang datang untuk menjagamu, tapi kamu malah mengamuk dan juga tidak menghargainya.”
Kata-kata She Jingtian yang sedikit kekanak-kanakan itu membuat orang lain merasa bahwa dia sangat berbeda dari penguasa kota yang biasa begitu mendominasi dan bertanggung jawab atas seluruh Kota Wuyou ini.
Gadis kecil itu juga tahu bahwa dirinya salah, tidak tahu harus berkata apa jadi hanya memalingkan wajahnya dan mendengus, tidak membalas langsung pada She Jingtian. Tapi dalam hatinya, Min’er sangat menghargai interaksi mereka, Min’er menyandarkan kepalanya dengan lembut di bahu She Jingtian, mencai rasa aman miliknya dengan tenang.
Mungkin Min’er terlalu bergantung pada pria ini, mungkin juga bahu pria itu secara alami membawakan kehangatan dan ketenangan pikirannya padanya jadi tidak butuh waktu lama, gadis kecil itu sudah tertidur dengan tenang.
She Jingtian menatap Min’er yang sedang tidur dengan tidak berdaya dan penuh rasa kasih sayang, senyum sedih terulas di wajah tampannya, kemudian She Jingtian dengan lembut meletakkan Min’er di atas ranjang dan mencium dahinya dengan dalam.
She Jingtian memperlakukan Min’er dengan sangat baik, tidak heran gadis kecil itu bisa begitu menempel padanya.
She Jingtian berbalik, melihat Ye Wushuang sedang menatapnya dengan tatapan aneh yang belum pernah dilihatnya sebelumnya, She Jingtian tercengang untuk beberapa saat, kemudian mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipinya sendiri dan berkata: “Nona Wu Shuang, apa ada benda asing di wajahku?”
__ADS_1
Ketika kembali fokus, Ye Wushuang merasa dirinya sedikit tidak sopan jadi segera menggelengkan kepalanya dan berkata: “Tidak, tidak, aku hanya berpikir Tuan memperlakukan Nona Min’er dengan sangat baik, adengan tadi sangat hangat.”
Mendengar Ye Wushuang berkata seperti itu, wajah Shu Jingtian juga menunjukkan raut kasih dan berkata: “Apa yang kuberikan pada anak ini masih jauh dari cukup.”
“…” Ye Wushuang tidak mengerti arti dari ucapannya jadi hanya bisa diam.
She Jingtian malah menatap tajam ke arahnya, dan berkata dengan suara yang jernih: “Kudengar dari Bibi Hua, dia sudah tidak mengamuk lagi padamu?”
“Ya.” Ye Wushuang mengangguk pelan.
“Anak ini memiliki kepribadian yang aneh, tapi hatinya tidak jahat, kuharap di kemudian hari kamu bisa lebih memakluminya.” She Jingtian mengingatkan Ye Wushuang sudah seperti seorang Ayah yang penuh kasih, tanpa ada keangkuhan dan kesombongan seperti sebelumnya, itu malah membuat Ye Wushuang sedikit tidak nyaman .
“Aku mengerti, tidak sulit untuk berinteraksi dengan Nona Min’er, dia hanya terlalu kesepian saja, aku yakin suatu hari nanti dia akan berinteraksi denganku.”
“Kuharap demikian.” Setelah mengatakan ucapan itu, She Jingtian menatap Ye Wushuang dengan makna yang dalam.
__ADS_1
Ye Wushuang masih mengenakan pakaian polos, dengan cadar perak yang menutupi wajahnya, hanya sepasang matanya saja yang terlihat, tapi sepasang mata itu malah begitu menawan, sudah seperti pegunungan indah musim gugur di kejauhan. Di saat bersamaan, dalam kedalaman yang menawan itu juga tersembunyi misteri mematikan di baliknya.
She Jingtian sangat ingin memahaminya dalam sekilas pandang. Mengapa setiap kali tatapan mata Ye Wushuang seolah diselimuti kabut musim dingin yang membuat orang lain tersesat jika masuk menjelajah ke dalamnya?