Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 726 Sedikit Nakal Dan Sedikit Menggemaskan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Min’er tidak mengecewakan harapan semua orang, Min’er memainkan kecapi dan melantunkan lagu “Menggulung Tirai Manik-Manik” yang telah diajarkan Ye Wushuang padanya, suara kecapi itu mengalun bagai air yang mengalir, bisa dikatakan hampir menggetarkan hati semua orang yang ada di tempat.


Tidak disangka, gadis kecil yang begitu berisik bagai belalang tahun lalu itu, tahun ini ternyata begitu berbakat dan memiliki temperamen layaknya tuan putri dari keluarga berada, benar-benar membuat orang lain merasa sangat tidak percaya. Pangeran Liang bertepuk tangan sambil merasa terkejut.


Hello! Im an artic!


Setelah Min’er mendapatkan pujian, dia mengangkat gaunnya kemudian berlari menuju ke arah Pangeran Liang, Min’er meminta hadiah dengan wajah manja.


Pangeran Liang berjongkok, menyentuh kepala kecilnya lalu mencubit wajah mungilnya yang bulat dan cantik, Pangeran Liang tersenyum puas lalu memberi perintah pada pelayannya: “Cepat bawakan barang yang ingin kuberikan pada Nona Min’er!”


“Baik!”


Tidak lama kemudian, pelayan tersebut membawa begitu banyak kotak hadiah yang indah lalu meletakkannya dengan hormat di atas meja Paviliun Zhaixing.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Min’er melihatnya kemudian tanpa sadar berseru “Wow–“, Min’er lalu berkata: “Paman Zhongrong, apa ini?”


“Tentu saja ini adalah manisan kue yang kubawakan untukmu dari Dinasti Nan, bukankah tahun lalu kamu sangat suka memakannya? Tahun ini aku membawakan banyak untukmu agar kamu bisa memakannya hingga puas.”


“Benarkah?” Gadis kecil itu sangat senang hingga bersorak, Min’er lalu melingkarkan lengannya di leher Pangeran Liang, Min’er memeluknya begitu erat hingga membuat Pangeran Liang tidak bisa bernafas.


“Baiklah, Baiklah, Min’er, aku tahu kamu sangat bahagia, tapi kamu mencekik leherku, aku sangat tidak nyaman.”


Pangeran Liang menggelengkan kepalanya dengan lemah, berkata dengan tidak berdaya padanya: “Belalang kecil, kamu masih belum memberitahuku siapa yang mengajarimu lagu yang baru saja kamu mainkan, itu cukup bagus.”


“Haha, tentu saja Kak Wushuang yang mengajariku.”


Min’er berkata sambil menunjuk ke arah Ye Wushuang yang sedang membuat teh untuk Pangeran Liang.

__ADS_1


Ye Wushuang tidak mendengar apa yang mereka berdua bicarakan, tapi entah mengapa dirinya melihat tatapan mata Pangeran Liang yang sedang memandang ke arahnya, seketika Ye Wushuang merasa sedikit malu dan membalas dengan tersenyum sopan.


Senyumannya itu sangat samar, tapi malah terdapat pesona yang tidak bisa diungkapkan. Pangeran Liang tiba-tiba teringat akan suara nyanyian Ye Wushuang yang memabukkan kemarin, dirinya terpaku untuk beberapa saat. Kemudian dia melepaskan Min’er yang ada di sampingnya lalu berkata dengan ramah: “Min’er pergilah untuk memakan manisan kue milikmu, ada yang ingin kubicarakan dengan Kak Wushuang-mu.”


“Baiklah!” Min’er sedari tadi sudah sangat ingin memakannya, mendengar Pangeran Liang berkata seperti itu, Min’er sudah tidak segan lagi.


Fu Zhongrong melangkah ke sisi Ye Wushuang yang sedang fokus memegang tutup cangkir teh dan menuangkan teh ke dalam cangkir dengan ekspresi hati-hati.


Postur itu tampak begitu elegan, tidak tahu seberapa cantik paras yang ditutupi oleh kain cadar perak, tapi sepasang mata indah itu tampak begitu bercahaya.


“Nona Wushuang…”


Panggilan pelan Pangeran Liang membuat Ye Wushuang sedikit terkejut ketika dirinya sedang melakukan proses menuangkan teh dan merenung, lengan rampingnya sedikit bergoyang, beberapa tetes teh panas memercik di ujung jarinya yang putih. Rasa sakit yang membara membuat Ye Wushuang secara naluriah meletakkan teko lalu meletakkan sepasang tangannya menutupi telinganya dan menghembuskan napas dalam-dalam, sikap sedikit nakal dan sedikit menggemaskan semacam itu langsung membuat Pangeran Liang setengah khawatir dan setengah senang.


“Apa kamu baik-baik saja?” Dirinya merasa sedikit khawatir pada luka bakar yang diderita oleh Ye Wushuang, senang karena dirinya jarang melihat adegan seperti itu dan itu sangat menarik.

__ADS_1


Ye Wushuang mengangkat tatapannya, menatap ke arah wajah pria yang terlalu cantik di hadapannya, tanpa sadar Ye Wushuang menggelengkan kepalanya dengan canggung: “Maaf karena membuat Pangeran Liang melihat sebuah lelucon.”


__ADS_2