Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 671 Mereka Sudah Menegosiasikan Sedari Awal


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Shangguan Min’er mengerjapkan matanya, menundukkan kepalanya dengan wajah tak berdosa sambil menarik gaunnya: “Aku sangat kenyang setelah makan empat mangkuk tadi, tapi Paman She bersikeras menyuruhku kemari untuk menemanimu makan, dia berkata bahwa kamu sangat kesepian sendirian, jadi memintaku untuk menemanimu dengan begitu kamu bisa menjadi sedikit lebih bahagia.”


“…” Ye Wushuang seketika terdiam, menatap Min’er untuk waktu yang cukup lama lalu bertanya dengan suara pelan: “Dia benar-benar berkata seperti itu?”


Hello! Im an artic!


Gadis kecil itu mengangguk dengan polos: “Ya, Paman She berkata jika aku menemanimu makan maka dia akan membawaku keluar dari Kastil Wuyou untuk pergi bermain.”


Pantas saja dia langsung setuju ketika Min’er berkata akan pergi keluar padahal sudah selarut ini, ternyata mereka sudah lama menegosiasikannya.


Pada saat ini Ye Wushuang tidak bertanya lebih banyak lagi, hanya mengulas senyum tipis di sudut bibirnya, rasa hangat perlahan-lahan merambat di hatinya, kehangatan itu sudah mengusir kesepian dan kehampaan di malam yang dingin ini.

__ADS_1



Hello! Im an artic!


Kota Wuyou malam Ini, harus dikatakan benar-benar seperti surga di bumi.


Meski seluruh kota sudah diselimuti oleh kegelapan malam, tapi Jalur Yuanbao masih terang benderang, seperti di siang hari.


Ini adalah tradisi rakyat Tionghoa, meski sudah memiliki kehidupan yang cukup makmur di negeri ini, tapi mereka masih belum melupakan kebiasaan ini.


Saat ini, melihat malam di mana bulan bersinar cerah di atas langit, orang-orang tampak sangat bahagia dan gembira, ada ribuan lampion warna-warni yang dipasang di jalan, mengingatkan pada pasar malam di kota modern yang begitu sibuk. Tapi orang-orang modern tidak begitu antusias seperti orang-orang dahulu, mereka dipenuhi dengan aroma bisnis yang licik dan hanya berorientasi pada uang, sedangkan tempat ini memberi Ye Wushuang perasaan begitu sederhana dan jujur.


Lampion yang terpasang di jalan begitu terang benderang, anak-anak yang bermain-main di sekitar menyebarkan tawa yang begitu riang, para sarjana yang elegan sedang mengagumi bulan purnama sambil menyenandungkan puisi-puisi yang indah, diiringi dengan suara keramaian yang begitu hidup, semua ini jika digabungkan menjadi satu benar-benar seperti sebuah lukisan sajak kuno yang sangat indah.

__ADS_1


Ye Wushuang seolah sedang berada dalam mimpi, sepasang matanya menatap ke kejauhan, di danau yang terang benderang itu terdapat para turis yang sedang mengadakan kompetisi dayung perahu.


Min’er belum pernah melihat pemandangan yang begitu ramai, meraung ingin bermain yang ini dan ingin melihat yang itu.


She Jingtian tidak berdaya, hanya bisa mengangkat Min’er ke bahunya lalu dengan lembut meletakkannya di pundaknya. Duduk di bahu Paman She yang lebar dan tegap, tatapan mata Shangguan Min’er seketika menjadi bersemangat.


Seketika Min’er begitu gembira hingga dia bertepuk tangan sambil berteriak: “Kak Wushuang, cepat lihat, kembang api di kejauhan itu sangat indah. Ada lagi, lihatlah, topeng itu sangat bagus, aku juga menginginkannya… ada orang yang melepaskan lampion dan membuat permintaan… bagaimana jika kita juga pergi ke sana?”


Melihat Min’er meminta begitu banyak pada satu waktu, mereka berdua sedikit kewalahan mendengarnya dan tidak harus berbuat apa, pada akhirnya mereka tersenyum satu sama lain dan menjawab pada saat bersamaan: “Baik, baik, kami akan memenuhi semua pemrintaanmu!”


“Nona, kamu ingin berapa lampion?” Seorang pria tua bertanya dengan nada gembira.


Ye Wushuang berhenti di hadapan seorang pria tua berambut putih berusia 60 tahunan sambil menilai lampion yang dibuat dan dijualnya, bukan karena lampion yang dibuatnya itu indah, tapi karena Ye Wushuang berpikir hari ini adalah Festival Lampion, kenapa orang setua ini tidak berkumpul bersama keluarganya dan malah berjualan di sini?

__ADS_1


__ADS_2