
Hello! Im an artic!
“Sejak setengah tahun lalu, kamu sudah berpikir aku memiliki niat untuk membunuhnya, jadi tidak berani untuk melaporkannya padaku. Lalu kenapa hari ini kamu malah membawanya masuk ke Istana dengan begitu gegabah? Apa kamu tidak takut aku akan menghukummu? Jangan lupa mengenai apa yang Ratu Qin lakukan padamu saat itu, apa kamu bisa begitu rela membawa wanita yang memiliki wajah yang persis sepertinya di sisimu? Apa kamu tidak takut dia akan menyentuh hal-hal di masa lalu yang membuatmu sedih?”
“Menjawab Kaisar, setengah tahun lalu, aku tidak berani melaporkan masalah ini pada Kaisar karena aku takut hal itu akan menyentuh batasmu. Sedangkan sekarang, Kaisar sudah akan menobatkan Selir Mulia Zhao sebagai Ratu, sepertinya Kaisar sudah menganggap masa lalu sebagai awan asap. Dan lagi, Kaisar adalah Kaisar yang sangat bijak, seharusnya Kaisar mengerti bahwa meski wanita ini terlihat persis sama dengan Ratu Qin, tapi mereka bukan orang yang sama. Wanita ini adalah gadis suci dan memiliki kemampuan spiritual. Jika Kaisar mempertahankannya di sisi Kaisar, maka Kaisar pasti akan membuat Negara Qi menjadi semakin makmur dan berkembang. Mengenai mengapa aku tidak menyimpan dendam padanya, itu karena wanita ini sangat cerdas dan baik hati, meski dia memiliki paras yang terlihat persis sama dengan Ratu Qin, tapi kepribadian mereka sangat jauh berbeda, membuat orang lain tidak bisa menggabungkan keduanya menjadi satu. Seiring waktu, di mataku, wanita itu benar-benar hanya gadis suci yang murni dan cerdas, tidak ada hubungannya sama sekali dengan Ratu Qin.”
Hello! Im an artic!
Ucapan Ji Xingfeng yang tulus membuat Ji Xingyun berpikir sekian lama, sebelum akhirnya Ji Xingyun menarik bibir tipisnya lalu bertanya dengan acuh: “Membawanya kemari, apa kamu benar-benar tidak memiliki niat lain?”
“Menjawab Kaisar, aku sudah tidak memiliki ambisi sejak diangkat menjadi Pangeran. Jika ada kebohongan dalam ucapanku, maka aku bersedia menerima hukuman sepuluh ribu anak panah, aku akan mati dengan mengenaskan dalam kehidupan ini. Jika Kaisar masih ragu, maka izinkan aku untuk membawanya pergi dari Istana, aku bisa menikahinya sebagai Istri dan hidup bersama sampai tua di Pingzhou, tidak akan menginjak Istana lagi seumur hidup.”
Mungkin sumpah Ji Xingfeng yang kejam sama sekali tidak menggoyahkan hati Ji Xingyun, tapi ketika Ji Xingfeng berkata bahwa dia ingin menikahi wanita itu sebagai Istrinya dan hidup bersama sampai tua, Ji Xingyun sekilas dapat dengan jelas melihat terdapat kelembutan dan kehangatan di tatapan mata gelap Ji Xingfeng.
__ADS_1
Dalam ingatannya, adik keempat yang temperamen dan pemarah ini, sejak kapan memiliki tatapan dan juga perasaan seperti ini?
Hello! Im an artic!
Jika segala sesuatu mengenai adiknya ini bisa menipu dirinya, tapi kejadian sekilas tadi itu benar-benar tidak bisa menipunya sama sekali.
Apa mungkin… sang gadis suci yang memiliki paras yang persis seperti Ratu Qin itu benar-benar sudah memikat hati Pangeran Ping?
Melihat wajah sang gadis suci, apa Ji Xingfeng tidak akan terngat pada Ratu Qin? Wanita yang telah mencelakainya hingga kehilangan tahta, apa mungkin Ji XIngfeng tidak ingin membunuhnya?
Ji Xingyun menatap wajah tegas Ji Xingfeng dengan curiga, mencoba menangkap beberapa petunjuk dari emosinya. Namun pada akhirnya, dirinya sama sekali tidak menemukan hal yang diinginkannya.
“Apa kamu jatuh cinta pada wanita itu?” Ji Xingyun mengangkat bibir tipisnya dan bertanya dengan nada mengejek, cahaya tajam dari mata hitam itu sama sekali tidak melemah.
__ADS_1
Awalnya itu adalah kalimat mengejek, tapi entah mengapa, ketika mendengar kata cinta, hatinya ternyata bisa terasa sakit.
Ji Xingfeng mengangkat kepalanya, menatap dengan terpaku pada pria yang memimpin dan mengendalikan segala sesuatu di Negara Qi ini, pada saat ini Ji Xingfeng tidak dapat menemukan jawaban yang cocok.
“Cinta? Tidak cinta? Itu bukan hal yang bisa kuputuskan.”
“Benarkah?” Ji Xingyun memicingkan matanya dengan malas, detik berikutnya, Ji XIngyun tersenyum dengan arogan dan berkata: “Minta dia kemari, aku ingin melihatnya.”
Di dalam Paviliun Panlong…
Aroma ambergris yang samar menyebar di aula yang indah, memiliki aroma yang membuat orang lain bagai mabuk di dalam alam mimpi.
Ye Wushuang berjalan ke kedalaman aula bagian dalam dengan langkah perlahan.
__ADS_1