Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 179 Dia Hanya Akan Membuatmu Terluka


__ADS_3

“Jangan katakan lagi, aku tidak mau dengar, aku tidak mau dengar ….” Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya dan menutupi telinganya. Dia tidak mau mendengarkan hal itu karena dia tidak ingin memikirkan kehidupan seperti itu lagi. Kehidupan seperti itu sangat jauh untuknya dan mereka juga tidak mungkin bisa mendapatkan kehidupan seperti itu. Kang Yin sudah terlalu polos, di tubuhnya itu sama sekali tidak ada hawa ketamakan. Sejak kecil dia sudah terlahir sebagai seorang pangeran. Dia melewati hidupnya yang serba berkecukupan. Meskipun hatinya sangat suci dan baik, tetapi dia sama sekali tidak tahu akan penderitaan dan kekejaman yang dialami orang lain. Dia selalu menganggap dirinya sebagai orang yang paling tidak beruntung di dunia ini. Dia ingin hidup bebas, dia ingin melarikan diri dari istana ini, dia ingin melarikan diri dari cengkraman orang-orang yang ada di istana. Tetapi sayangnya dia tidak tahu, apa yang mereka buat itu semua hanya untuk melindunginya.


Bahkan saat ini, tujuan Qin Ruojiu bersikap dingin seperti ini padanya juga hanya karena Qin Ruojiu tidak ingin dia terluka.


Melihat Qin Ruojiu yang terus melawan dan tidak mengerti maksudnya, Kang Yin pun memeluknya lebih erat lagi. Lalu dengan matanya yang penuh dengan air mata, dia berkata, “Ruojiu, kamu adalah hidupku. Aku ingin menghabiskan hidupku denganmu. Ini adalah pertama kalinya aku merebut sesuatu dengan abangku dan semua ini untukmu. Sejak dulu, asalkan abangku yang suka dengan barang itu, aku pasti akan mengalah untuk memberikannya padanya. Meskipun kedudukan sebagai seorang Kaisar pun aku relakan padanya karena aku hanya ingin melihat dia bahagia. Tetapi kamu, aku benar-benar tidak rela … aku tidak rela ….”


Ketika dia mengucapkan kata tidak rela, air matanya pun mengalir keluar dari matanya dan menetes ke pundak Qin Ruojiu.


Qin Ruojiu yang tadinya terus melawan itu pun terdiam. Qin Ruojiu pun melihat ke arahnya. Dia terlihat seperti anak kecil yang sedang menangis.


Dia berkata, “Wanita yang dicintai Kaisar itu Li QIng, aku nggak bohongin kamu. Ruojiu, lupakan dia, dia hanya akan membuatmu terluka.”

__ADS_1


Qin Ruojiu pun tercengang dan hatinya terasa tertusuk pisau, hatinya serasa hancur berkeping-keping. Kemudian, air matanya pun mengalir keluar dari matanya. Dia terus menggelengkan kepalanya dan berkata, “Jangan bicara lagi … jangan bicara lagi ….”


Kang Yin malah melihatnya dengan lembut dan membantunya mengusap air matanya. Dia melihatnya dengan tatapan yang dalam dan berkata, “Pergi denganku yah?”


Mendengar itu, air mata Qin Ruojiu pun langsung berhenti mengalir. Dia melihat ke arah Kang Yin dengan tatapan tidak mengerti. Tetapi tatapan mata Kang Yin terlihat begitu yakin dan percaya diri. Pandangannya saat ini jauh berbeda dengan tatapan matanya yang biasanya hangat dan jernih itu.


Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kamu tahu, aku nggak bisa pergi denganmu.”


Qin Ruojiu pun mengalihkan pandangannya ke arah lain dan berkata, “Aku tidak bisa pergi denganmu. Kamu paling tahu jelas temperamen Kaisar. Dia bisa bunuh aku dan kamu. Aku tidak apa-apa kalau aku mati, tetapi kalian itu saudara kandung. Meskipun dia tahu setelah membunuhmu dia akan menyesal seumur hidup, tetapi dia tidak akan melepaskan kamu begitu saja. Sedangkan kamu, apakah kamu benar-benar ingin mati di tangan abangmu yang paling kamu hormati dan paling kamu agungkan?”


“Aku nggak takut!” Kang Yin menjawabnya tanpa rasa ragu-ragu sama sekali.

__ADS_1


“Tetapi, kamu bisa terima kalau kita diasingkan oleh semua orang di kerajaan Kang Qing? Seluruh orang di kerajaan Kang Qing akan menghina dan merendahkan kita. Reputasi kamu seumur hidup ini akan hancur, aku tidak ingin ….”


Tiba-tiba Kang Yin tertawa dingin. Ini adalah pertama kalinya Qin Ruoqing melihat tatapan matanya yang dingin dan ada sentuhan pembunuhan. Dia berkata, “Asalkan kamu tidak menjadi ratu, mau menjadi musuh seluruh orang yang ada di kerajaan Kang Qing pun aku rela.”


Qin Ruojiu pun terkejut dan melihatnya dengan tatapan takut ketika melihat tatapan mata Kang Qing yang dingin dan dipenuhi sentuhan pembunuhan itu.


Seolah pria yang ada di depannya saat ini bukan Kang Yin yang dia kenal. Dia itu terlihat seperti seseorang yang selalu membuatnya takut dan selalu membuatnya ingin bersembunyi itu.


Saat itu, Qing Ruojiu tidak berani melihat tatapan matanya yang dingin itu. Kemudian dia pun menghela nafas.


Qin Ruojiu membuka matanya lebar-lebar dan melihat wajah tampan yang ada di depannya itu. Ketika dia melihat ke dalam matanya, dia malah melihat sebuah tatapan mata yang polos dan dipenuhi dengan penderitaan.

__ADS_1


__ADS_2