
Kalau saja bukan karena kelakuannya yang tidak manusiawi terhadapnya, mana mungkin melihat wajahnya saja sudah membuat Qin Ruojiu merasa takut dan tidak berani melawannya.
“Nyonya, sebenarnya apa yang terjadi dengan anda? Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu mimpi buruk?” Pagi-pagi begini saja sudah melihat Nyonya yang tidak tenang seperti ini, Lu’er takut ada sesuatu yang tidak bisa dikatakan Nyonya dan dia pun merasa khawatir.
Qin Ruojiu tidak mau otaknya dipenuhi dengan pikiran tentang pria ini. Lalu dia langsung turun dari kasurnya dan berkata, “Tidak apa-apa, cuman masih ngantuk dan tidak ingin bangun. Lu’er, cepat siapkan airnya biar aku langsung bersihkan muka!”
Setelah mendengar itu, Lu’er pun menganggukkan kepalanya, “Baik!”
Setelah Lu’er membalikkan badannya, Qin Ruojiu pun melihat ke arah kasurnya. Posisi ini adalah tempat pria itu bersandar kemarin malam. Lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan tidak sengaja melihat sebuah giok liontin yang indah.
Kemudian dia langsung mengambil giok itu dan melihatnya dengan teliti. Giok ini berwarna putih dan terlihat begitu jernih. Di atas giok ini ada ukiran seekor unicorn yang terlihat sangat indah. Giok ini sangat dingin dan nyaman ketika disentuh. Dengan memegang giok ini kekhawatiran yang ada di dalam hatinya itu bisa langsung menghilang dalam sekejap.
__ADS_1
“Nyonya, kamu lagi lihat apa? Airnya sudah mau dingin, kamu cepat ke sini!”
Setelah mendengar suara Lu’er, Qin Ruojiu langsung menyimpan giok itu dan menjawab dengan tenang, “En, aku segera ke sana.” Pria itu sepertinya tidak sengaja menjatuhkan giok ini ketika bergegas untuk keluar dari kamar ini tadi malam.
Qin Ruojiu merasa sepertinya dia memang ditakdirkan untuk bertemu dengannya lagi. Karena bagaimanapun juga dia harus mengembalikan giok ini sendiri padanya. Qin Ruojiu tidak terlihat ragu dan dia sudah memutuskan untuk mengembalikan giok ini sendiri kepada pria itu ketika dia ada waktu luang.
Hanya dalam beberapa saat saja, Lu’er sudah selesai membantu QIn Ruojiu membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Dirinya yang ada di dalam cermin itu sedang mengenakan gaun berwarna biru muda dengan corak bunga yang lembut di atasnya. Gaun ini sangat cocok dengan dirinya dan membuatnya dia terlihat begitu cantik dan mempesona. Tetapi sayangnya cadar hitam yang dia pakai itu menutupi wajahnya, kalau saja dia bisa melepas cadar hitam itu, dia pasti terlihat lebih sempurna lagi.
Walaupun tidak ada orang yang pernah melihat wajahnya sepanjang hidupnya pun dia tetap tidak akan bisa memuaskan pria itu dan membiarkannya tahu kalau dia memiliki wajah secantik itu.
__ADS_1
“Nyonya, daripada kita nggak pergi ke mana-mana, bagaimana kalau kita menyulam bunga di pavilion saja!” Mengingat setiap kali keluar dari pavilion Nyonya pasti akan sial. Meskipun Nyonya tidak salah apa-apa, tetapi kesialan itu akan datang menghampirinya dengan sendirinya. Sekarang Lu’er sedikit takut, dia tidak berani membiarkan Qin Ruojiu keluar dari pavilion lagi.
Kali ini Qin Ruojiu juga tidak ingin keluar dan menganggukkan kepalanya, “Baiklah, kamu tolong bawakan jarum sulaman aku. Kamu masuk kamar aku saja pasti sudah nampak.”
Lu’er baru menganggukkan kepalanya dan tiba-tiba Xiao Huan menerobos masuk dengan wajahnya yang senang dan berkata, “Nyonya, Pangeran ke-9 lagi di depan pintu. Anda mau bertemu dengannya tidak. Dia bilang dia ingin bertemu dengan Nyonya, dia juga membawakan makanan penambah stamina untuk anda.”
Mendengar itu, Qin Ruojiu pun tercengang sebentar lalu menganggukkan kepalanya, “Biarkan dia masuk!”
“Baik, saya langsung panggil dia masuk!”
Setelah Xiao Huan pergi, Lu’er langsung memanggilnya dengan khawatir, “Nyonya ….”
__ADS_1
Melihat wajah Lu’er yang terlihat tidak begitu tenang, Qin Ruojiu sepertinya tahu apa yang sedang dia pikirkan. Kemudian dia pun menganggukkan kepalanya dan berkata, “Aku dan Pangeran ke-9 tidak ada apa-apa. Kita tidak berbuat salah, jadi kita tidak tidak takut omongan dari orang-orang. Kamu tidak usah khawatir.”
Kemudian Lu’er tidak menjawab apa-apa dan langsung keluar dari kamar. Lu’er sangat mengerti dengan karakter Qin Ruojiu, dia hanya khawatir dengan dia saja. Tetapi emosi Kaisar Zhaolie sangat tidak bagus, asalkan di dalam istana ada orang yang tidak menaati perintahnya atau asalkan dia tidak suka melihat orang itu, dia bisa langsung memusnahkannya. Setiap kali teringat dengan hal itu, Lu’er pun merasa khawatir dan takut.