
Hello! Im an artic!
Dulunya, mertua dan menantunya itu pun mengobrol dengan baik selama beberapa jam. Ye Wushuang juga penuh dengan energi, selalu punya topik pembicaraan yang tidak ada habisnya untuk menyenangkan ibu suri. Tapi sekarang, setelah mengobrol setengah jam saja dia sudah menguap. Matanya yang cerah tidak lagi bersinar seperti dulu. Dia selalu tampak kelelahan.
Melihat lingkaran hitam di bawah matanya yang indah, ibu suri bertanya dengan cemas, “Kenapa kemarin tidak tidur nyenyak? Lihat lingkaran matamu, sudah sehitam debu pot.”
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang tersenyum bersalah dan mengerjapkan matanya dengan malu, “Kemarin malam aku tidur terlalu larut…”
“Benarkah?” Ibu Suri menanggapi dengan ringan. Memikirkan kejadian baru-baru ini, dia paham kondisi dan tekanan Ye Wushuang. Dia menghela napas dengan sedih, “Meski masalah Selir Zhen itu Kaisar memang pilih kasih, tapi dia juga sudah dihukum berat. Permaisuri Qin, jangan salahkan aku yang tidak mampu ini dan tidak bisa menegakkan keadilan untukmu. Hanya saja, entah kenapa kaisar dalam dua tahun belakangan ini sifatnya menjadi semakin sulit dipahami. Terkadang pemikirannya terlalu ekstrem, bahkan aku tidak bisa membujuknya.”
Melihat rambut ibu suri yang sudah hampir memutih beberapa hari ini, mana mungkin Ye Wushuang tidak tahu kalau ibu suri sedang mengkhawatirkan dirinya? Saat ini Ye Wushuang menggelengkan kepalanya dengan penuh rasa terima kasih, “Ibu Suri sudah melakukan cukup banyak hal untukku, aku sudah sangat puas.”
__ADS_1
Semakin dia berkata begini, semakin Ibu Suri merasa gelisah, “Anak baik, aku tidak bisa membantumu yang lain. Tapi kalau ada yang kamu butuhkan, katakan dan aku pasti akan menyetujuinya.”
Hello! Im an artic!
Mendengar ini, Ye Wushuang tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihan dan ketakutan dalam hatinya. Dia segera bangkit berdiri, berlutut di hadapan Ibu Suri di bawah mata semua orang.
Ibu Suri panik melihatnya, matanya menyipit dan dia mencondongkan tubuhnya ke depan sambil berkata, “Anak baik, apa yang sedang kamu lakukan?”
“Membantumu?”
“Benar, kumohon Ibu Suri mengizinkanku keluar dari istana.”
“Keluar dari istana…”
__ADS_1
Ibu Suri awalnya terkejut mendengar ini, matanya kosong untuk beberapa saat dan akhirnya tampak tidak berdaya.
Butuh waktu lama bagi Ibu Suri untuk mengangkat matanya yang lembut, menatap Ye Wushuang seolah ingin melihatnya secara menyeluruh. Tapi melihat mata Ye Wushuang yang jernih dan kekeraskepalaannya, butuh beberapa saat untuknya sebelum berkata perlahan, “Nak, apa kamu yakin dengan yang kamu katakan?”
Meski kehidupan di istana ganas dan berbahaya, tapi kekayaan dan kehormatan yang dinikmati adalah hal yang dikejar oleh banyak wanita. Para wanita yang tidak mendapatkannya hampir saja bersaing hingga kepala mereka pecah untuk berada di sisi kaisar. Terkadang meski harus membayar dengan nyawa, mereka juga harus mencobanya.
Ye Wushuang mengikuti di bawah tubuh Ibu Suri dan memegang tangan Ibu Suri dengan tidak tega. Matanya penuh dengan keinginan yang kuat, “Ibu Suri, kumohon bantulah aku. Berada di istana selama bertahun-tahun, aku sudah melihat terlalu banyak intrik, jebakan, dan persaingan di dalam istana. Aku sudah lelah, aku tidak ingin bersaing dengan mereka lagi dan aku juga tidak bisa melawan mereka. Sekarang aku hanya ingin kembali ke kampung halaman, menghabiskan sisa hidupku dengan ayahku yang sudah tua. Hari-hariku di Istana Dingin, mungkin telah membuat hati ayahku hancur.”
Bicara sampai sini, Ye Wushuang meneteskan air mata dari lubuk hatinya. Kebetulan air mata itu jatuh mengenai punggung tangan kurus Ibu Suri. Pada saat yang sama, air mata sebening kristal itu juga membuat hati Ibu Suri terbakar dan sakit.
Ibu Suri menyeka air mata Ye Wushuang dengan anggun, menghibur dengan lembut, “Nak, aku memang tidak kompeten dan tidak bisa membantumu memenangkan tempatmu sendiri di istana. Mungkin hanya dengan keluar dari istana adalah jalan terbaik untukmu. Hanya saja, penampilanmu sudah rusak. Bagaimana kamu bisa hidup dengan baik setelah keluar dari istana?”
Benar, rusaknya kecantikan Ye Wushuang telah terkenal di seantero dinasti. Tidak sedikit orang di istana yang diam-diam membicarakan dan menertawakan di baliknya. Tapi dengan keagungan Ibu Suri dan identitas Permaisuri Qin, orang-orang itu tidak berani terlalu terang-terangan. Kalau nantinya dia meninggalkan istana dan kehilangan status ini, bukankah kata-kata tidak bermoral mereka itu akan begitu menyakitkan bagaikan sayatan pisau tajam?
__ADS_1