
Lu’Er kaget, “Kalian tidak melihat Permaisuri sudah terluka seperti ini ya? Makanan yang baru dimakan pun dimuntahkan semua. Karena wajahnya terluka, ia bahkan tidak bisa minum air, apalagi obat yang pahit ini.”
“Iya, Kasim, tolong lepaskan Permaisuri, tubuhnya sangat lemah saat ini,” Yan’er yang berada di samping pun ikut memohon.
“Tetapi ini adalah perintah Yang Mulia, ia berkata aku harus melihat Permaisuri meminum obat ini, kalau tidak…” kedua kasim itu pun terlihat ketakutan.
“Tenang saja, Permaisuri pasti akan meminumnya. Tapi kalau di minum sekarang, pasti ia akan memuntahkan obatnya, bukannya sama seperti tidak minum? Jadi, kalian pergi dulu saja, kami akan menjalankan perintah Yang Mulia.”
Yang satu Kaisar, yang satu Permaisuri, keduanya tidak boleh disinggung. Akhirnya dengan wajah yang datar, mereka membalikkan badan, “Kalau gitu, kami harus merepotkan Permaisuri Lu’Er, harus dijalankan ya, kalau tidak, kita tidak bisa menanggung akibatnya.”
“Tenang saja. Lu’Er tidak akan membuat kalian kecewa.”
__ADS_1
“Kalau begitu kami pergi dulu.”
Setelah mereka berdua pergi, Qin Ruojiu baru menghela nafas yang lemah, lalu bertanya, “Lu’Er, obat apa ini? Kenapa penting sekali?”
Lu’Er menghela nafas, karena melihat ekspresi Qin Ruojiu, dia pun khawatir, “Tidak apa-apa, Permaisuri. Ini adalah obat untuk mengobati luka Permaisuri dari Yang Mulia,” dia tidak tega berkata bahwa Yang Mulia tidak ingin dia memiliki keturunan, sehingga memberikan “bunga safflower”.
(Bunga safflower ada obat yang dapat menyebabkan orang yang meminumnya, tidak akan bisa memiliki keturunan)
“Buang…” Yan’er dan Xiao Huan terkejut dan menatap Lu’Er. Ini adalah obat dari Kaisar, semua selir yang melayanin Kaisar di atas kasur, harus meminum obat itu. Jika mereka membuang obat itu dan Yang Mulia tahu, mereka akan dipenggal.
Lu’Er menatap obat itu hingga 10 detik dan terdiam. Di saat Qin Ruojiu mulai curiga, dia baru mengambil obat itu dan membuangnya ke luar jendela.
__ADS_1
Yan’er dan Xiao Huan kaget sampai tidak bisa berkata-kata. Kak Lu’Er membuang obat dari Kaisar, jika Permaisuri hamil, bukankah…
“Xiao Huan, Yan’er, kalian sudah tahu akibat dari bergosip kan? Lihat kondisi Permaisuri sekarang, semuanya karena kalian berdua. Kalian harus tahu, semua ini karena menanggung kesalahan kalian. Jika kalian tidak ingin mati, jaga mulut kalian baik-baik,” kalimat Lu’Er ini untuk memperingati mereka untuk menjaga mulut dan memberikan peringatan yang baik kepada mereka. Karena semua penderitaan Permaisuri ini adalah demi mereka, seharusnya mereka mengerti balas budi.
Dan tentu saja mereka paham maksud Lu’Er. Di dalam istana, marak bahaya dan jebakan ada di mana saja, salah menggunakan kata-kata saja juga bisa membuat seseorang kehilangan nyawa. Seperti yang sudah mereka alami sebelumnya.
Di depan cermin segi delapan, mata yang berkaca-kaca itu terlihat sangat kecewa dan sedih.
Setelah menetap sekian lama, tangannya yang halus baru melepaskan cadar hitam yang ada di wajahnya.
Bayangan di cermin, menunjukkan pipinya yang merah dan bengkak, bibir yang seharusnya berwarna merah pun, terlihat pucat dan ada jejak darah yang sudah kering. Walaupun disentuh dengan pelan, tetap saja terasa sakit.
__ADS_1