Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 756 Terpaksa Bertindak Kejam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


She Jingtian benar-benar tidak tega untuk membangunkannya, tapi… ketika memikirkan Min’er adalah satu-satunya senjata ajaib yang bisa mempertahankan Ye Wushuang, She Jingtian kali ini terpaksa bertindak kejam.


“Min’er… Min’er… bangun, Min’er…” She Jingtian memanggil dengan suara pelan, terdapat jejak tidak tega dan juga kecemasan di wajahnya yang sedang berkerut, membuat wajah yang biasanya terlihat tampan itu tampak begitu lelah dan lesu.


Hello! Im an artic!


Min’er dengan linglung hanya menggelengkan kepalanya dalam mimpi dan menjawab: “Hmm?” Tapi matanya yang terpejam itu masih tidak dibuka.


Tidurnya benar-benar sangat nyenyak… Sepertinya jika hanya menggunakan suara maka tidak akan bisa membangunkannya. She Jingtian mengulurkan telapak tangannya yang besar tanpa daya, dengan lembut mencubit wajah kecil yang merona itu, rasa malu dan tidak nyaman tidak bisa ditutupi di paras yang tampan itu.


Ya, tidak seharusnya dirinya mengganggu Min’er yang sedang tidur seperti ini. Tapi tidak ada lagi yang bisa dilakukannya.

__ADS_1


“Min’er, bangunlah, Min’er, buka matamu, lihat Paman She…”


Hello! Im an artic!


Pada akhirnya, Min’er sedikit membuka matanya karena panggilan She Jingtian.


Tatapan matanya yang kabur dikarenakan baru bangun dan juga parasnya yang polos seketika membentuk sebuah pemandangan yang indah dan menawan di bawah malam yang lembut ini.


“Paman She…” Min’er memanggil pelan, senyum bahagia terulas di sudut bibirnya. Ya, melihat She Jingtian, tidak peduli kapan dan di manapun, Min’er selalu merasa bahagia, bahkan meskipun dirinya dibangunkan dari mimpi.


Mendengar ucapan itu, Min’er malah mengangkat tatapan matanya yang masih linglung lalu berkata dengan ekspresi terkejut: “Hah? Apa aku bermimpi?”


“Anak konyol.”

__ADS_1


She Jingtian tersenyum samar dan menyentil dahi Min’er dengan ujung jarinya, kemudian dengan lembut memberikan ciuman penuh kasih sayang di tempat di mana dirinya menyentil Min’er.


“Paman She, kenapa kamu tidak tidur?” Meskipun Min’er masih kecil, tapi dirinya tetap bisa merasa gelisah dikarenakan keanehan She Jingtian. Paman She sayang padanya, tapi Paman She tidak pernah datang ke kamarnya di tengah malam seperti ini kecuali jika dirinya sakit.


She Jingtian memeluk Min’er, ekspresinya itu seakan-akan takut kehilangannya, She Jingtian berkata dengan sedikit sedih: “Paman She merindukan Min’er…”


“Hehe, Min’er kebetulan memimpikan Paman She dan Paman She datang kemari. Tapi di dalam mimpiku masih ada Kak Wushuang, jika Kak Wushuang juga muncul bersamamu, bukankah mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan?”


Gadis kecil ini berkata dengan polos, tapi dia malah membuat hati She Jingtian merasa getir, She Jingtian sedikit mengerutkan alisnya lalu bertanya dengan getir: “Min’er memimpikanku dan Kak Wushuang sedang berbuat apa?” Ya, dirinya tidak bisa bersama Ye Wushuang di kehidupan nyata, kalau begitu dia hanya bisa mendengar bagaimana Min’er memimpikan mereka.


Min’er tersenyum dan berkata dengan fantasi yang indah: “Aku bermimpi aku dan Kak Wushuang sedang duduk di ayunan, kemudian Paman She mendorong di belakang, aku dan Kak Wushuang sangat bahagia, kami tertawa lalu aku terbangun dan melihat Paman She.”


She Jingtian bisa membayangkan itu adalah adegan yang sangat indah, di pagi yang sangat cerah, Ye Wushuang memakai pakaiannya yang sederhana, rambut hitamnya yang lembut bagai sutra, wajah cantik yang tertutup cadar perak dan hanya meninggalkan sepasang mata yang misterius dan tenang. Tatapan mata itu begitu jernih dan cerah, begitu hangat dan anggun, pada saat ayunan itu terayun tinggi, senyumnya yang terulas itu benar-benar terlihat cantik.

__ADS_1


“Paman She, kenapa kamu tidak bicara? Apa kamu sedang tidak bahagia?”


Gadis kecil itu akhirnya bisa melihat kesedihan dan kepahitan yang terlintas di wajah tampan She Jingtian dengan meminjam cahaya bulan.


__ADS_2