
Hello! Im an artic!
“Ketika Selir Mulia Zhao keluar, dia tampak panik dan sedih, setelah Selir Mulia Zhao kembali ke kamarnya, dia lalu melampiaskan emosinya, mengenai apa yang terjadi, aku tidak tahu.”
“Apa kamu melihatnya dengan jelas?”
Hello! Im an artic!
“Menjawab Kaisar, aku melihatnya dengan sangat jelas, aku tidak berani berkata bohong.”
Zhao Xueyan ternyata pergi mencari Pangeran Ping secara pribadi, lalu mengapa Zhao Xueyan sangat marah setelah kembali… Selama ini Zhao Xueyan telah memperingatkan dirinya untuk berhati-hati terhadap Ji Xingfeng, tapi sekarang Zhao Xueyan malah pergi mencari Ji Xingyun ketika diriya tidak ada, bahkan dari ekspresinya juga bisa dilihat bahwa Zhao Xueyan merasa marah karena perlakuan Ji Xingfeng.
Sebenarnya apa yang terjadi? Apa mungkin… rumor 6 tahun lalu itu benar?
Saat itu, dirinya masih belum naik tahta, Ji Xingfeng sangat dicintai oleh Kaisar sebelumnya bahkan sudah akan diangkat menjadi Pangeran Mahkota oleh Ayah mereka, pada saat itu sudah beredar rumor bahwa Ji Xingfeng akan menikahi putri keluarga Zhao yang merupakan salah satu dari dua wanita paling cantik di Negara Qi.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Bahkan juga dikatakan bahwa keduanya secara pribadi sudah lama berjanji untuk menikah, tapi Ji Xingyun tidak mempercayainya. Karena pada saat itu Xueyan secara pribadi sudah berjanji bahwa orang yang akan dinikahinya adalah dirinya, jika bukan dirinya maka tidak peduli siapa yang memaksanya, Zhao Xueyan lebih memilih untuk mati.
Ji Xingyun pada waktu itu masih muda dan energik, demi janji ini, dia tidak ragu untuk menikahi putri Menteri Qin, Qin Ruchen untuk mengkonsolidasikan posisinya, tujuannya adalah agar Ayah dan putrinya itu bisa membantunya untuk mengambil alih negara, membuat agar Zhao Xueyan tidak menikahi orang lain.
Sekarang… semua itu, sebenarnya benar atau tidak?
“Kaisar, Kaisar?”
Mendengarkan panggilan Liu Jin, Ji Xingyun akhirnya sedikit tersadar, matanya yang hitam pekat itu menampilkan sorot dingin yang tidak mudah dideteksi.
“Baik!”
“Baiklah, terus pantau setiap pergerakan Selir Mulia Zhao.”
__ADS_1
“Aku menerima perintah.”
“Keluarlah.”
“Aku undur diri lebih dulu.”
Di awal upacara pemberkatan Kaisar, Bibi pengurus Yinglou menunjukkan ekspresi khidmat lalu membawa 7 Kaisar itu untuk bersama-sama menuju ke arah altar.
Para Pangeran berjaga di bawah, menunggu para Kaisar kembali dalam diam. Para pengawal yang membawa senjata melakukan penjagaan di segala arah, mencegah pembuat onar menerjang masuk ke dalam. Adegan yang begitu khidmat seperti itu, siapapun yang berani bertindak gegabah maka akan berakhir dengan kata “mati”.
Di sekitar altar, sudah diletakkan berbagai jenis daging yang merupakan persembahan bagi para Dewa. Terdapat sebuah altar dupa di bagian paling atas persembahan, itu digunakan oleh para Kaisar untuk mempersembahkan dupa.
Meskipun dikatakan bahwa mereka adalah Kaisar yang disegani oleh semua orang di bidangnya masing-masing, tapi mereka tetap saja sekecil semut di hadapan Dewa.
Karena itu, di sini mereka mengesampingkan harga diri dan martabat yang dimiliki oleh seorang Kaisar, mereka menjadi orang-orang yang bertakwa, dengan tulus mendoakan kemakmuran dan kesejahteraan negara mereka.
__ADS_1
Setelah para Kaisar menyelesaikan upacaranya, Bibi pengurus Yinglou lalu membawa mereka ke berbagai tungku suci untuk menyalakan api suci. Nyala api suci ini mungkin tampak sederhana, namun nyatanya memiliki misteri lain. Karena ada pepatah di Shengdu yang berkata, semakin besar api suci yang dinyalakan oleh Kaisar, maka itu berarti negara terkait akan semakin kuat dan makmur, semakin lemah api suci yang dinyalakan, maka negara terkait juga akan menurun. Jika sama sekali tidak menyala, maka itu menandakan negara terkait memiliki kemungkinan berpindah kepemilikan atau hancur. Tidak peduli yang mana, bagi seorang Kaisar, itu adalah berita yang sangat buruk.
Karena itu, ketika menyalakan api suci, setiap Kaisar sangat berhati-hati, meskipun prediksi ini hanyalah fiksi bagi mereka, tapi bagi para rakyat, itu adalah maksud para Dewa. Negara mengabdi para para rakyat, jika hati para rakyat tidak bisa ditentramkan, lalu bagaimana bisa mengatur negara?