Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 817 Sebenarnya Kok Itu Berasal Dari Mana?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Hmm……”


“Nona Wushuang, jangan diam saja. Ayo pergi!”


Hello! Im an artic!


Detik berikutnya, Yuya sudah benar-benar panik, tidak berkata apa-apa lagi dan langsung meraih tangan Ye Wushuang, hendak mencari kok itu di sebelah.


Siapa sangka Ye Wushuang malah melepaskan diri dan berkata: “Tidak perlu repot-repot, lagipula temboknya tidak tinggi, kita panjat saja!”


“Hah?”

__ADS_1


Yuya mencoba ingin mengingatkan bahwa tembok ini tidak boleh dipanjat karena di sebelah adlaah Paviliun Fengya yang merupakan tempat tinggal Tuan Muda Qianhua, bagaimana jika bertemu dengannya, bukankah itu gawat? Tapi ucapan itu baru sampai di ujung bibirnya dan belum diucapkan, tidak tahu dari mana kekuatan Ye Wushuang berasal, dia sudah memindahkan sebuah batu untuk dijadikan pijakan, Ye Wushuang lalu langsung melompat dan memanjat dinding itu.


Hello! Im an artic!


Yuya melihat Ye Wushuang duduk di atas dinding tembok, rambut hitamnya itu berkibar, gaun panjangnya juga berkibar, Ye Wushuang menoleh dan tersenyum, benar-benar sangat lincah.


Tentu saja, di sisi lain tembok, seseorang yang sedang melukis melihat kok jatuh dari langit, kok itu tiba-tiba mendarat di pelat tinta yang digunakannya untuk melukis, seketika tinta itu langsung terciprat, membuat lukisan bunga peony yang baru saja selesai dilukisnya itu rusak dalam sekejap.


Sepertinya Tuhan juga berpikir bahwa dirinya tidak terlalu puas dengan lukisannya hari ini, jadi tidak tahan melihatnya dan ingin dirinya memulai kembali dari awal.


Melihat ke atas, entah sejak kapan sudah ada seorang wanita yang duduk di atas tembok dinding. Dia melihat wanita dengan mata cerah dan gigi putih yang amat sangat cantik. Di bawah sinar matahari, kulit putih meronanya itu terlihat bercahaya, sudah seperti buah persik yang baru matang, membuat orang lain ingin menggigit dan memakannya. Pupil matanya berbinar cerah, sudah seperti pendaran cahaya yang ada di Bima Sakti, sudah seperti bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya, begitu cantik hingga membuat orang lain tidak berani untuk melihatnya secara langsung, sesekali terdapat cahaya yang terlintas, membuat orang lain tanpa sadar ingin mengikutinya. Wanita itu sepertinya tidak tahu bahwa dia sedang menatapnya di bawah, wanita itu bahkan masih mengulas senyum, dua lesung pipitnya terlihat, membuat orang lain memiliki dorongan ingin menciumnya.


Itu dia… pria itu bergumam di dalam hati, jelas-jelas tahu berbahaya, tapi dirinya masih saja tertarik oleh kecantikannya.

__ADS_1


Di saat bersamaan, Ye Wushuang membungkuk untuk melihat ke bawah, kebetulan mata mereka berpapasan.


Senyum Ye Wushuang seketika membeku, tatapan matanya berubah menjadi sedikit canggung, benar-benar sangat memalukan. Tapi rasa malu ini pun masih tetap membuat Ye Wushuang tampak istimewa. Beberapa helai rambut hitamnya berkibar di depan wajahnya, hal itu semakin menambah pesonanya yang menawan.


Ye Wushuang benar-benar tidak menyangka akan ada seseorang di balik tembok ini, dan lagi orang itu adalah Su Qianhua yang memberinya kesan pertama yang buruk.


Su Qianhua masih mengenakan pakaian bermotif, modelnya cukup bagus sudah seperti bunga peony yang bermekaran di taman bunga yang ada di depannya, rambut yang tampak sedikit basah dikarenakan cuaca yang panas itu menari seiring dengan angin yang berhembus pelan, bibir tipisnya itu mengatup, sudut bibirnya sedikit terangkat, tampak seperti secara tidak sengaja mengulas lengkungan senyum yang sempurna.


Ye Wushuang sudah sering melihat banyak pria cantik, tapi pria yang sangat cantik seperti ini benar-benar sulit ditemukan. Su Qianhua di hadapannya bisa dikatakan merupakan seorang pria yang penuh pesona bahkan hingga ke kedalaman tulangnya. Dia awalnya memang sudah sangat cantik, ditambah lagi dia pandai berpakaian dan berdandan, jadi keseluruhan dirinya sudah seperti sebuah lukisan pemandangan, hanya dilihat saja sudah sangat enak untuk dipandang.


“Apa perlu aku membantumu turun?”


Su Qianhua bertanya dengan datar, akhirnya memecah suasana canggung di antara mereka.

__ADS_1


Ye Wushuang seharusnya menolak, tapi dirinya malah mengangguk. Kemudian, di bawah bantuan Su Qianhua, dari sisi lain tembok, Ye Wushuang kemudian terjatuh ke sisi lain.


Dikarenakan melompat dengan terburu-buru, kaki Ye Wushuang tidak bisa berpijak dengan kokoh saat mendarat, jadi seluruh tubuhnya condong ke depan dan hampir saja jatuh ke dalam pelukan Su Qianhua.


__ADS_2