
Hello! Im an artic!
Hanya sesaat saja, Leng Bingxin menatap ke kejauhan dengan tenang, dia berkata dengan suara samar: “Terserah padamu, A’chou juga tidak buruk.” Dari Qin Ruojiu, Leng Bingxin, hingga A’chou, tidak ada momen dalam hidupnya di mana dirinya hidup demi dirinya sendiri, jadi nama tidak lagi penting baginya. Yang penting adalah jantungnya ini masih berdetak dan dirinya masih bernafas, dengan begitu dirinya baru bisa menjalani hidup dengan baik.
Melihat Leng Bingxin kembali bersikap acuh seperti sebelumnya, Ziyue mengerutkan kening dan menatapnya dengan kesal: “Kamu benar-benar tidak keberatan?”
Hello! Im an artic!
“Apa menurutmu aku akan keberatan?”
“Tidak … tidak … maksudku, apa menurutmu nama itu tidak terdengar buruk?”
“Nama yang begitu familiar, bagaimana mungkin bisa terdengar buruk?”
__ADS_1
“…”
Hello! Im an artic!
“Jika tidak ada perintah lainnya maka aku pergi dulu, bukankah ada daun berguguran di halaman yang harus disapu? Selagi masih pagi maka aku akan pergi untuk menyapu!”
“Kamu……”
Di depan paviliun “Gu Yun Lou”, seorang wanita berpakaian hijau memegang sapu yang terbuat dari beberapa cabang bambu tipis, dia sedang berkonsentrasi membersihkan daun-daun yang berguguran di depan paviliun.
Pria berpakaian perak yang bersembunyi di belakang pohon sedang memandangi punggung wanita itu dengan samar.
Ya, mungkin hanya sosok punggung seperti ini saja, tapi Bei Fengchen menyadari bahwa jantungnya yang tadinya berdebar kencang anehnya seketika menjadi tenang, kegelisahan dalam darahnya entah sejak kapan menjadi mengalir dengan lembut. Leng Bingxin di kejauhan sedang membersihkan daun-daun berguguran di depan paviliun di bawah sinar matahari, rambut panjangnya itu sudah seperti air terjun, dia begitu menenangkan, bahkan meski hanya sosok punggung saja sudah bisa membuat Leng Bingxin terlihat seperti peri di dunia fana, begitu berbeda dan mempesona.
__ADS_1
Jantung Bei Fengchen berdebar, hanya mencondongkan tubuhnya ke depan, Bei Fengchen bisa melihat leher Leng Bingxin yang anggun dan ramping, begitu putih seperti giok transparan yang bersinar di bawah sinar matahari, begitu tipis seperti es, Bei Fengchen ingin mengenggamnya di telapak tangan, tapi takut akan meleleh, jika menaruhnya di tengah angin, dirinya takut akan hancur secara tidak sengaja.
Tangan ramping di balik pakaian itu, begitu panjang dan menawan, tidak perlu menggenggamnya tapi malah sudah bisa menyentuh senar di dalam hatinya dan menghasilkan senandung nada.
Ya, Bei Fengchen untuk pertama kalinya menyadari, ketika dirinya melihat sosok yang seperti peri itu, dirinya ternyata membayangkan akan menariknya ke dalam pelukannya dan memancarkan kehangatan, jika Bei Fengchen menundukkan tubuh dan kepalanya, apa aroma rambut halusnya itu akan benar-benar membuat dirinya tenggelam? Tapi semua ini hanyalah fantasinya belaka. Leng Bingxin yang sekarang, jelas-jelas ada di hadapannya tapi dirinya malah tidak bisa menjangkaunya. Karena Bei Fengchen tahu, di dalam hati Leng Bingxin, Leng Bingxin sepenuhnya memahami tujuannya terhadapnya.
Leng Bingxin di permukaan terlihat seperti wanita yang kuat dan acuh, tapi malah selalu diselimuti oleh mimpi buruk dalam tidurnya. Masa lalu dan segala sesuatu mengenai Leng Bingxin, bagi Bei Fengchen hanyalah sebuah misteri, dirinya jelas-jelas ingin tahu lebih banyak mengenai Leng Bingxin, tapi Bei Fengchen malah menyadari bahwa dirinya begitu lemah dan pengecut hingga dirinya bahkan tidak berani untuk mencaritahu mengenai masa lalu dari seorang wanita.
Ya, Bei Fenchen takut, dirinya takut setelah mengetahui segalanya, dia tidak bisa lagi menggunakan wanita ini untuk mencapai tujuannya.
Meskipun paras Leng Bingxin cacat, tapi Leng Bingxin adalah orang yang paling mengejutkan dan menakutkan di antara para wanita cantik yang ditemukannya. Sejak pertama kali ketika dirinya bertatapan dengan Leng Bingxin, sepasang mata itu, sepasang mata itu terlihat seperti sudah melihat dunia dengan begitu jelas, tampak begitu dingin dan juga hangat yang membuat Bei Fengchen tahu bahwa wanita ini mungkin adalah orang yang dicarinya dalam hidupnya. Wanita yang bisa membuatnya mencapai tujuan besarnya.
Kabut malam begitu pekat dan gelap, kegelapan itu tidak bisa hilang untuk waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Ketika mendengar Leng Bingxin belum makan, Bei Fengchen masih saja tidak bisa menahan diri untuk tidak khawatir dan datang untuk berkunjung.