
Di kejauhan, ada seorang pria tampan yang berpakaian putih dengan jubah hitam. Dia berdiri dengan tenang di sana. Jubahnya yang berwarna hitam pun bergoyang ketika angin bertiup. Dia memiliki kulit yang putih bagaikan salju dan tatapan mata yang jernih bagaikan kristal. Perawakannya itu membuat para wanita tergila-gila padanya. Dia adalah pangeran ke-9 Negara Kangqing–Kang Yin.
Benar, sejak Qin Ruojiu keguguran, dia terus bersembunyi di sebuah tempat yang tenang di luar Istana Fengyi agar Kaisar tidak tahu keberadaannya, dia bersembunyi sepanjang hari di sana.
Tidak tahu kenapa, dia merasa khawatir dengan kondisi Qin Ruojiu. Sejak hari dimana ia memeluk Qin Ruojiu, walaupun dia tidak melihat wajahnya dengan jelas, tetapi alisnya dan matanya itu sudah memikat hatinya. Sejak saat itu Kang Yin tahu, hatinya sudah terperangkap oleh Qin Ruojiu.
Sudah dua bulan berlalu, mereka tidak lagi berhubungan dan bertemu. Tetapi mereka bisa menggunakan seruling dan kecapi untuk berbicara dengan satu sama lain. Itu adalah perasaan murni yang tidak dapat dihentikan oleh siapa pun. Hubungan mereka tidak bisa dihancurkan oleh siapa pun.
Maka dari itu tidak peduli siapa sebenarnya wanita ini, dia tetap rela menolongnya, tanpa mempedulikan aturan istana atau yang lainnya.
Karena, pada saat ini , ia baru menyadari, hatinya yang sudah kesepian itu akhirnya mulai merasakan sesuatu, yaitu kesedihan.
__ADS_1
Melihat Qin Ruojiu berjalan keluar dari Istana Fengyi dengan keadaan lemah, hatinya tergerak.
Dia ingin sekali langsung mengejar wanita itu lalu memeluknya, membantunya berjalan sambil menenangkannya. Tetapi dia takut apa yang dia lakukan ini malah menakut Qin Ruojiu.
Kaisar adalah orang yang sangat tegas, kejam dan egois. Jika dia sudah memutuskan sesuatu, tidak peduli jika hal itu harus menghancurkan orang lain sekalipun, dia tetap akan melakukannya.
Kang Yin bukan takut sesuatu terjadi pada dirinya sendiri, tetapi dia khawatir Kaisar akan melakukan sesuatu pada Qin Ruojiu.
Bisa melihatnya dari kejauhan dan memastikan Qin Ruojiu baik-baik saja, sudah membuat nya merasa puas.
Qin Ruojiu melihat ke arah bunga-bunga lotus yang bergerak dengan perlahan di atas kolam. Lalu dengan perlahan dia menaiki jembatan yang ada di sampingnya itu. Pada saat itu, pakaian yang dia kenakan itu bergoyang terbawa angin. Dia mengangkat tangannya seolah sedang menangkap cahaya bulan.
__ADS_1
Walaupun hanya punggungnya saja yang terlihat, Qin Ruojiu tetap tampak sangat menawan.
Kaisar Zhaolie dan Kang Yin yang sedang curi-curi memandangnya itu pun terpesona ….
Dia tidak tahu sejak kapan Qin Ruojiu, berdiri di samping kolam bunga lotus itu. Dirinya cantik bagaikan bunga lotus yang ada di atas kolam itu, kecantikannya itu membuat orang melupakan semua hal yang sedang mereka pikirkan.
Pada saat itu, amarahnya dan rasa cemasnya pada Qin Ruojiu, siksaan yang dia berikan padanya itu tiba-tiba muncul di benak Kang Yong. Dia tiba-tiba merasa kasihan padanya. Sejak kapan wanita ini memiliki posisi seperti ini di dalam hatinya? Kang yong sama sekali tidak tahu.
Tiba-tiba, ada hembusan angin yang meniup ke wajahnya dan tercium aroma bunga yang harum. Qin Ruojiu berdiri tegak di atas jembatan itu dengan kedua tangannya yang terbuka lebar. Tiba-tiba ia menoleh belakang dan melepaskan cadar hitam yang menutupi wajahnya di bawah sinar bulan. Wajah cantik yang selama ini di tutupi cadar hitam itupun terlihat jelas.
Qin Ruojiu mengabaikan kegelapan itu dan membuka ikatan rambutnya. Kemudian rambutnya yang panjang itu, berterbangan tertiup angin. Posturnya sederhana, tapi membuatnya terlihat begitu anggun. Rambutnya yang panjang itu terurai di kedua bahunya. Pipinya yang merah merona itu membuatnya terlihat seperti buah persik yang sangat indah. Kecantikannya itu membuat jantung orang yang melihatnya tidak bisa berhenti berdebar.
__ADS_1
Pada saat itu, dua orang yang bersembunyi di kegelapan itu pun terkejut. Kaisar Zhaolie mengepalkan tangannya dan tatapan matanya menajam.