Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 691 Mimpi Buruk Yang Menyedihkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Memasuki malam.


Bintang-bintang di luar jendela bersinar terang, cahaya bulan bahkan seakan terasa semakin hangat.


Hello! Im an artic!


Tapi orang yang ada di atas ranjang malah tidak bisa tidur.


Ciuman She Jingtian yang dalam di siang hari terus menghantuinya seperti sebuah kutukan, setiap kali Ye Wushuang memikirkannya, dirinya merasa malu dan bahagia. Ye Wushuang, Ye Wushuang, dirimu sudah melewati usia remaja belasan tahun, bagaimana mungkin ciuman seorang pria bisa membuatmu begitu tidak tenang?


Tapi … Ye Wushuang merasa sendiri merasa hatinya sudah tergerak.


Memasuki mimpi…


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang menemukan dirinya berada di tempat yang remang-remang, pejalan kaki lalu lalang di sekitar, paras semua orang tampak kabur, dirinya tidak bisa melihat dengan jelas wajah setiap orang, tapi dirinya malah bisa melihat bunga pir yang bermekaran di depannya.

__ADS_1


Ye Wushuang melewati para pejalan kaki itu dan berjalan ke bawah pohon pir, melihat lapisan demi lapisan yang begitu tebal, bunga putih yang sudah seperti awan putih yang bergerak pelan dan juga kepingan salju yang menyebar, Ye Wushuang mengangkat tatapan matanya dengan terpesona.


Saat angin bertiup, aroma tak berujung memasuki indera penciumannya, dirinya seakan sudah akan terbang. Ketika kembali membuka matanya, para pejalan kaki di jalan itu sudah lama hilang, yang menemaninya hanya pohon pir yang dipenuhi dengan dahan dan bunga.


Ye Wushuang tiba-tiba merasa begitu kesepian, menatap dengan lingung, tapi di bawah cahaya yang redup dan temaram, dirinya sama sekali tidak bisa melihat orang lain.


Pada saat ini, panggilan yang familiar dan juga membuatnya terpana kembali terdengar di telinganya: “Wushuang … Wushuang …”


Suara yang pelan itu sudah seperti suara yang paling mengharukan di dunia ini, membuat perasaan orang lain merasa kacau saat mendengarkannya.


Ketika Ye Wushuang mendengarkan dengan hati gembira, pria itu malah terbang dari atas pohon pir dan mendarat di bawah.


“Tuan Penguasa Kota…” Ye Wushuang berteriak senang, She Jingtian tersenyum pada dirinya.


Senyuman itu lebih baik dari ribuan bintang, bahkan bulan yang berbinar cerah juga tidak bisa dibandingkan dengannya.


“Wushuang …”


She Jingtian kembali memanggilnya, tapi dia tidak berbicara sedari awal hingga akhir, hanya berdiri di bawah pohon pir yang begitu putih, menatapnya dengan ekspresi tenang dan lembut.

__ADS_1


Ye Wushuang takut akan merusak semua hal indah ini dikarenakan kecerobohannya, jadi Ye Wushuang hanya menatapnya dengan bingung, tiba-tiba ada angin kencang yang berhembus di sekelilingnya, lapisan demi lapisan bunga pir itu tertiup angin, langit dipenuhi dengan hujan kelopak bunga yang sangat indah, banyak dari kelopak itu yang jatuh di pundak dan rambut She Jingtian, tapi dia malah tidak menyingkirkannya, hanya tetap mempertahankan senyum itu. Sudut matanya yang melengkung seperti bulan sabit, membuat orang lain sangat terpesona.


Ye Wushuang berjalan menghampiri dengan bodohnya, ingin menyingkirkan kelopak itu untuknya, tidak disangka senyum itu malah berubah menjadi sedih. Bahkan tatapan mata itu juga demikian, menjadi begitu jauh dan dingin.


Ye Wushuang ketakutan, ketika hendak mengatakan sesuatu, wajah yang semula begitu tampan dan tanpa cela itu seketika berubah menjadi serpihan.


“Tidak…” Ye Wushuang berteriak karena terkejut, dirinya kemudian melihat wajah yang kembali terjalin sedikit demi sedikit seiring dengan kelopak bunga pir yang terjatuh, ketika sudah berubah berbentuk menjadi sebuah wajah, itu sudah bukan lagi She Jingtian. Melainkan sebuah wajah tua yang dipenuhi dengan keriput.


“Paman Long…”


Ye Wushuang memanggil dengan gemetar, tapi pihak lain hanya menatapnya dengan kejam, tatapan mata itu sudah seperti Iblis yang ingin memakan manusia, membuat orang lain merasa menggigil ketakutan ketika melihatnya.


“Tuan Penguasa Kota… Tuan Penguasa Kota…kamu di mana?” Ye Wushuang tidak pernah merasa begitu ketakutan, dirinya berteriak sambil melarikan diri. Sedangkan Paman Long yang ada di belakangnya itu sudah seperti hantu yang terus mengejarnya, Ye Wushuang tidak bisa melepaskan diri darinya tidak peduli apapun yang terjadi, meski dirinya melarikan diri hingga ke ujung dunia, tetap saja masih akan ditemukan olehnya.


Berlari dan terus berlari, Ye Wushuang sudah tidak bisa berlari lagi, dirinya lalu hanya bisa menangis dengan kencang.


Tangisan itu seketika langsung membangunkannya.


“Ternyata… semua ini mimpi…”

__ADS_1


Ye Wushuang bangkit duduk, menyandarkan punggungnya lalu melihat ke luar jendela, langit sudah cerah, setetes air yang terasa dingin jatuh dari matanya, itu adalah air mata …


__ADS_2