
Hello! Im an artic!
Jika bukan karena mendapat berita dari Liu Yuan bahwa Kaisar berbaik hati telah melepaskan Qin Ruojiu, dirinya bahkan tidak tahu bahwa wanita ****** ini dikirim ke luar Kota malam ini juga.
Pada saat ini, Zhuo Ying yang masih mengenakan baju jirah besi perak membawa lampu di tangannya dan turun dari belakang kereta kuda Qin Ruojiu.
Hello! Im an artic!
Hujan sudah berhenti di luar gerbong kereta, ada sekelompok orang berpakaian hitam di sekitar gerbong, masing-masing dari mereka tidak memiliki ekspresi, membawa obor di tangan mereka dan menerangi langit yang gelap ini seakan bagai di siang hari.
Zhuo Ying berteriak: “Siapa yang menghalangi jalan? Cepat minggir!”
Di depan, tidak tahu kuda milik siapa sedang meringkik.
Tiba-tiba terdengar suara derap kaki kuda, seekor kuda putih susu berlari mendekat.
Hello! Im an artic!
Zhao Yuanran yang sedang duduk di atas kuda memasang senyum mencibir, di belakangnya ada pelayan yang mengikutinya, yaitu Zuo’er.
__ADS_1
Mereka berdua menatap menilai pada Zhuo Ying, kemudian berkata dengan lantang: “Lihat dengan jelas siapa aku ini?”
Ketika Zhuo Ying mendengar itu adalah suara wanita, dia segera turun dari kereta kuda, kemudian sedikit menyorotkan cahaya lampu di tangannya, setelah melihat dengan jelas siapa orang itu, dia bergegas berlutut di atas satu kaki dan berkata: “Aku tidak tahu Selir Mulia datang kemari, mohon maafkan aku!”
Zhao Yuanran yang duduk di atas kuda mendengus dingin, dia kemudian berkata dengan bangga: “Sudahlah!”
Zhuo Ying kemudian bangkit berdiri, menatap kereta kuda di belakangnya dengan ekspresi khawatir, tidak mengatakan apa-apa tapi hanya menatap ke arah Zhao Yuanran dengan serius.
“Selir Mulia, ini sudah larut dan Selir Mulia tidak berada di dalam Istana, ini…”
“Berhenti bicara omong kosong, katakan, di mana Qin Ruojiu si ****** itu?”
Ketika Zuo’er yang berada di belakang Zhao Yuanran mendengarnya, dia kemudian berkata memaki: “Cih, apa kamu ingin berbohong pada Selir Mulia? Kaisar sama sekali tidak membunuhnya, jangan kira kami tidak tahu!”
Zhuo Ying lalu berkata dengan marah: “Aku tidak tahu apa yang sedang kalian bicarakan!”
“Kamu jelas-jelas tahu, jika kamu tidak tahu, lalu mengapa kamu berkendara ke luar kota dengan menggunakan dua gerbong kereta di tengah malam?”
“Aku…”
__ADS_1
“Cepat katakan, wanita ****** itu ada di gerbong kereta yang mana!” Zhao Yuanran bertanya dengan suara tajam sambil mengawasi.
“Tidak perlu dicari, aku di sini!”
Qin Ruojiu keluar dengan terhuyung dari dalam kereta kuda abu-abu di ujung depan, tindakan itu malah membuat Zhao Yuanran sedikit terkejut.
Meskipun dia tahu Qin Ruojiu berada di antara dua gerbong kereta ini, tapi dirinya berpikir bahwa Qin Ruojiu pasti berada di dalam gerbong mewah emas yang ada di belakang, karena dari tatapan mata Zhuo Ying, dia menatap dengan sangat cemas pada gerbong kereta yang ada di belakang itu, tapi siapa sangka Qin Ruojiu malah keluar dari gerbong kereta biasa yang ada di depan, lalu siapa yang ada di dalam gerbong kereta di belakang?
Zhao Yuanran tidak berpikir terlalu banyak karena tidak lama kemudian dirinya sudah dikejutkan oleh bekas luka berdarah yang ada di wajah Qin Ruojiu.
Paras itu sudah hancur, dari sudut alis hingga bibir, ada sebuah celah selebar jari telunjuk. Daging merah segar yang lembut di antara celah itu terlihat begitu jelek di wajah yang dulu kecantikannya sangat tak tertandingi.
Wajah Qin Ruojiu sekarang terlihat sangat mengerikan, benar-benar membuat orang lain sangat takut. Apalagi di malam tanpa cahaya bulan ini, wajahnya penuh darah, dengan bekas luka yang begitu tragis dan jelek, bisa dikatakan itu benar-benar sangat mengerikan.
Bisa dibayangkan seberapa jelek wajahnya ini, karena Qin Ruojiu masih bisa melihat simpati samar di mata Zhao Yuanran yang biasanya menganggap dirinya sebagai duri di matanya.
Qin Ruojiu turun dari gerbong kereta, melihat malam di sekitarnya, kegelapan menyebar dengan sangat cepat.
Di ujung depan, samar-samar Qin Ruojiu melihat tebing, mungkin dirinya sudah jauh dari Istana.
__ADS_1
Zhuo Ying tidak menyangka Qin Ruojiu akan turun dari kereta kuda, dia bergegas berkata dengan sedikit cemas: “Permaisuri, kamu …”