
Hello! Im an artic!
Ada kilasan yang terlintas di benak Kaisar Zhaolie, adegan ketika setiap kali Qin Ruojiu dianiaya dan juga disiksa oleh dirinya, ingatan itu terus menerkamnya seperti air pasang yang menerjang terus menerus, ada gelombang yang terus mengguncang yang tiba-tiba muncul di dalam hatinya. Melihat tampilan Kaisar yang tidak berkata-kata, ketika Zhuo Ying hendak berbicara, tiba-tiba dirinya didorong dengan kasar oleh Kaisar Zhaolie, tubuhnya terhuyung, dia bergegas menstabilkan pijakannya dan memiringkan tubuhnya ke samping baru bisa menghindar agar kepalanya tidak terbentur pada kuda yang ada di samping. Menolehkan kepalanya, Zhuo Ying melihat Kaisar Zhaolie yang sudah bergegas menerjang ke arah Ratu tanpa mempedulikan apapun.
Zhuo Ying yang merasa ada yang tidak beres sedikit melangkah maju dan mengerutkan keningnya tanpa sadar.
Hello! Im an artic!
“Jangan kemari, jika melangkah maju lagi maka kamu tahu apa yang akan kulakukan!” Qin Ruojiu berdiri di sana, angin menerpa wajahnya yang terluka, rasa sakit yang menusuk membuatnya sekujur tubuhnya seakan sedang berteriak. Qin Ruojiu terus menerus mencoba menahan dirinya, mengatupkan giginya dengan erat, mencegah agar dirinya tidak mengerang.
Kaisar Zhaolie sangat memahami sifat Qin Ruojiu yang keras kepala, pada saat itu juga dia tanpa sadar menghentikan langkah kakinya, menatap lekat pada Qin Ruojiu, di tatapan matanya yang dingin terdapat amarah yang seakan ingin mencabik Qin Ruojiu, Kaisar Zhaolie mengucapkan kata demi kata: “Kamu cepat kemari, aku ingin kamu datang kemari, apa kamu mendengarnya?”
__ADS_1
Qin Ruojiu tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap terpaku pada langit gelap yang berada di kejauhan.
Ayah berkata bahwa ketika orang meninggal maka akan berubah menjadi hantu, lalu terbang ke langit dan menjadi bintang, apa itu benar?
Hello! Im an artic!
Kaisar Zhaolie menatap Qin Ruojiu yang diam seperti itu, di kedalaman mata kelamnya itu, seakan ada sebuah api dingin yang membara, Kaisar Zhaolie berkata dengan dingin: “Qin Ruojiu, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Bagaimana kamu ingin menyiksaku?” Berbicara sampai di sini, ada jejak rasa sakit yang terlintas di matanya, urat biru di dahinya berkedut, fitur wajahnya yang sempurna itu sedikit berkerut, sepasang tinjunya mengepal. Pada saat ini, Kaisar Zhaolie baru tahu betapa takutnya dirinya jika Qin Ruojiu pergi. Bukan semacam pergi berpisah biasa, tapi perpisahan dikarenakan pergi dari dunia dan tidak akan pernah bertemu lagi.
Setelah Kaisar Zhaolie berteriak, dia mulai menatap orang yang sudah sangat terluka oleh dirinya sendiri dengan tatapan mata penuh kesakitan, raut wajahnya pucat, tatapan matanya menunjukkan kekecewaan dan kebencian, Kaisar Zhaolie berkata: “Selama kamu bersedia kembali, aku akan menyetujui apapun!”
Zhuo Ying dan Zhao Yuanran belum pernah melihat seorang Kaisar yang begitu agung bisa mengungkapkan kalimat dengan nada permohonan yang begitu kental.
__ADS_1
Keduanya terkejut, dibandingkan dengan kecemburuan dan kebencian Zhao Yuanran, Zhuo Ying malah merasa sangat khawatir. Zhuo Ying sangat takut terjadi sesuatu pada sang Ratu saat ini, tapi dirinya juga tidak bisa mengatakannya, dan dengan keberadaan Kaisar, tentu saja Zhu Ying yang tidak terlihat merasa dirinya adalah orang luar.
Mendengarkan nada ucapan Kaisar Zhaolie yang memohon, Qin Ruojiu akhirnya berbalik, tatapan matanya tajam dan juga dipenuhi dengan kekesalan, Qin Ruojiu berkata dengan dingin: “Dulu, kamu selalu salah paham padaku dan menyiksaku, sekarang kamu juga tahu rasa sakit karena disiksa oleh orang lain?”
Ada api yang menyembur dari mata Kaisar Zhaolie, amarahnya membumbung tinggi, tangannya mengepal, dia berkata dengan dingin: “Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Mati? Aku tidak mengizinkannya!”
Qin Ruojiu merasa dirinya tidak pernah ucapan yang lebih naif dibandingkan ini. Pada saat itu Qin Ruojiu langsung tertawa.
Meskipun tertawa bisa membuat lukanya semakin sakit, tapi Qin Ruojiu tetap tersenyum demi kesenangannya pada saat itu.
Qin Ruojiu tertawa dengan begitu memilukan, dirinya tertawa terbahak-bahak. Fisiknya itu sangat lemah, ditambah dengan kekurangan energi dan darah, setelah menerima pukulan seperti itu, tubuhnya yang lemah itu sudah hampir runtuh.
__ADS_1
Setiap getaran kecil, di mata Kaisar Zhaolie tidak diragukan lagi sudah seperti sayatan pisau yang digoreskan di hatinya.