
Zhao Yaunran dan Su Zhener yang ada di bawah juga terlihat sangat kesal. Ini adalah pertama kalinya mereka berada dalam posisi yang sama dengan Qin Ruojiu. Mereka sama-sama merasa begitu kesal dan benci dengan wanita yang ada di dalam lukisan itu. Benar, Kaisar adalah dewa mereka, Kaisar adalah tempat mereka bersandar. Demi bisa mendapatkan hati Kaisar, mereka terus berusaha dan berbagai macam cara pun sudah mereka lakukan. Meskipun mereka harus kalah dengan Qin Ruojiu, tetapi setidaknya mereka masih merasa rela. Itu artinya Qin Ruojiu lebih hebat dan lebih pintar dari mereka. Paling tidak mereka bisa melihat Qin Ruojiu yang hidup berdiri di depan mereka, tetapi kali ini, kali ini ternyata mereka kalah dengan sebuah lukisan.
Dia hanya seorang wanita yang tidak pernah muncul dan tinggal jauh di negaranya. Berdasarkan apa lukisan ini bisa langsung mencuri perhatian Kaisar dan membuatnya tidak bisa terlepas dari lukisan ini. Bahkan di raut wajah Kasiar terpancar rasa sayang dan peduli yang tidak pernah mereka jumpai. Kenapa, kenapa … sedangkan Pangeran Funing sengaja menyerahkan lukisan itu pada Kaisar Zhaolie di depan semua untuk mempermalukan mereka, selain itu dia juga sedang membanggakan wanita dari Negara Beifeng dan menunjukkan bahwa wanita dari negara mereka jauh lebih menonjol dari wanita di Negara Kangqing?
Setelah lewat beberapa saat, Kaisar Zhaolie baru bisa melepaskan pandangannya dari lukisan itu dan memerintahkan pasukan istana, “Simpan lukisan ini. Kaisar sangat puas dengan hadiah yang diberikan Pangeran Funing. Kaisar sudah bisa merasakan kesedihan yang sedang dirasakan putri.”
Pangeran Funing pun langsung tersenyum lebar, kemudian dia sengaja mengangkat tangannya lalu pura-pura merasa sungkan dan berkata, “Baguslah kalau Kaisar suka, tapi Ratu ….”
__ADS_1
“Ratu adalah seorang wanita yang murah hati dan lapang dada. Ini hanyalah sebuah lukisan, bagaimana mungkin Ratu merasa tersinggung? Lagian, di belakang istana Kaisar ada begitu banyak wanita cantik, kalau saja Ratu mudah tersinggung, bagaimana mungkin dia bisa menjadi Ratu? Benar tidak? Ratuku?” Selesai bicara, Kaisar Zhaolie pun menoleh ke arah Qin Ruojiu dan melihatnya dengan tatapan dingin yang tidak berperasaan. Dia menunjukkan senyuman yang sinis di ujung bibirnya.
Qin Ruojiu mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke matanya, dia tersenyum acuh tak acuh dan berkata, “Sebagai seorang Ratu, saya juga tidak bisa berkata apa-apa. Asalkan Kaisar suka, saya juga tidak bisa menghalanginya.” Sepertinya dia sudah terlalu menganggap tinggi dirinya , di dalam mata pria itu, dia beneran bukan apa-apa.
Ratu … ratu … kenapa, kenapa dia malah tersenyum?
Su Zhener dan Zhao Yuanran yang ada di bawah itu pun melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan bingung. Bahkan mereka berdua saja terlihat begitu tidak rela dan ingin melawan. Benar, kali ini mereka sendiri juga merasa kalah, mereka bukan kalah dengan Qin Ruojiu, tetapi kalau dengan wanita yang ada di dalam lukisan itu. Meskipun wanita itu tidak muncul di hadapan mereka, tetapi lukisan itu sudah seperti sebuah tamparan keras yang mendarat di wajah mereka bertiga. Dan wanita yang memiliki status lebih tinggi dan lebih di sayang oleh Kaisar itu juga pastinya akan merasakan rasa sakit yang lebih besar pula.
__ADS_1
Kang Yin yang diam bagaikan es itu sudah merasa marah dan dingin sejak lukisan itu diambil keluar. Alis matanya itu terlihat begitu tajam dan mengerikan. Ketika dia melihat saudaranya memperlakukan Qin Ruojiu seperti itu, hatinya merasa sangat terpukul. Tanpa dia sadari dia langsung berkata dengan nada dingin, “Cukup, hadiah Pangeran Funing juga sudah diserahkan, silahkan kembali ke posisi. Sekarang acara tarian akan segera ditampilkan. Kalau terlambat terlalu lama juga tidak bagus!”
Kata-kata yang dikatakan Kang Yin langsung memecahkan suasana yang dingin itu.
Beberapa saat kemudian, lampu-lampu yang ada di samping itu pun dihidupkan dan mulai terdengar suara musik memasuki istana.
Tujuh sampai delapan dayang pun memasuki istana itu dengan sambutan alunan musik. Mereka pun menari dengan gaun warna-warni yang sedang mereka kenakan.
__ADS_1
Mengangkat kepala, mereka bisa melihat bulan di musim semi yang begitu terang. Di bawah sinar bulan, dayang-dayang itu menari sambil menaikkan tangan mereka.
Sesekali mereka mengeluarkan kipas mereka dan membuat gerak-gerakan yang lemah gemulai dan elegan.