
Hello! Im an artic!
Leng Bingxin melihat pria ini menggunakan metode yang ekstrim untuk memaksa dirinya, pada saat ini dirinya bahkan merasa semakin marah, di bawah emosi kemarahan, Leng Bingxin sudah tidak mempedulikan begitu banyak, dirinya langsung membuka mulut dan menggigit lengan Kaisar Zhaolie, darah merah segar perlahan menetes ke jubah naga emasnya, Leng Bingxin mendongak, bau darah yang pekat memenuhi bibirnya.
“Selama bisa membuktikan bahwa kamu adalah dia, bahkan meski kamu menggigitku berkali-kali, aku merasa bahagia!” Sambil berkata, Kaisar Zhaolie mengulas senyuman getir di sudut bibirnya, rasa sakit di tubuhnya ini bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan rasa sakit yang ada di hatinya. Teringat akan tindakan impulsifnya pada waktu itu dan juga kenekatannya hingga kehilangan dirinya seperti itu. Kerinduan dan penyesalan selama 2 tahun terakhir ini, tidak pernah dirinya merasakan kepuasan yang begitu nyata dalam rasa sakit seperti hari ini.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini? Jika kamu begitu tidak bisa melepaskan wanita itu, lalu kenapa kamu memperlakukannya seperti itu pada waktu itu?” Leng Bingxin mendengarkan ucapan itu, tanpa sadar dirinya berkata demikian, matanya membulat, dirinya tidak berani percaya bahwa pria di hadapannya ini adalah Kaisar yang berdarah dingin dan kejam di dalam ingatannya itu. Kaisar yang tidak pernah peduli dengan perasaannya, dan Kaisar yang mendorongnya masuk ke dalam jurang.
Kaisar Zhaolie menatap mata indah Leng Bingxin yang terlihat linglung, tatapan itu penuh cinta dan kasih sayang tanpa akhir, ada sedikit nada memohon dalam ucapannya: “Ruojiu, kembalilah, aku akan memperlakukanmu dengan baik, aku akan memberikan semua kemuliaan dan kekayaan yang diinginkan oleh semua wanita, aku akan membuatmu bahagia!”
Kemuliaan dan kekayaan? Kebahagiaan……
Ucapannya itu membuat Leng Bingxin tiba-tiba tersadar, bagaimana bisa dirinya melupakan bahwa pria ini, pada waktu itu pria ini memberikan kebahagiaan padanya, tapi pada akhirnya pria ini juga yang membuatnya menerima semua rasa sakit itu. Ya, di depan pria ini, seberapa munafik kebahagiaan seperti itu? Dia adalah Kaisar, dia hanya ingin mendapatkan benda yang diinginkannya saja dan sengaja memasang jebakan. Rasa sakit yang pernah disebabkan olehnya sebelumnya, dirinya pernah terluka sekali, dan juga pernah terluka untuk kedua kalinya, bagaimana mungkin dirinya bisa membiarkan pria ini melukai dirinya untuk ketiga kalinya? Ya, bagaimana bisa dirinya memaafkan pria seperti ini?
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Dalam sekejap, wajah Kaisar Zhaolie menjadi menggelap. matanya dipenuhi oleh amarah, menggeram kesakitan dan berkata: “Aku sudah begitu mengalah, mengapa kamu masih memperlakukanku seperti ini?”
Leng Bingxin menyadari kemarahan yang telah ditekannya sekian lama sepertinya sudah akan meledak, Leng Bingxin tanpa sadar melemahkan suaranya dan menjawab dengan suara pelan: “Kaisar, wanita itu mungkin sudah pergi, aku adalah Leng Bingxin, tidak mungkin bagiku untuk menggantikannya sebagai orang yang diinginkan oleh Kaisar. Jika seperti itu maka Kaisar cepat atau lambat akan menyadari bahwa aku tidak bisa menandinginya, dan aku juga bukan orang yang Kaisar inginkan, pada saat itu aku hanya punya jalan kematian. Jadi aku tidak berani mengambil risiko ini, aku juga tidak dapat mengambil risiko ini.”
Sepasang mata Kaisar Zhaolie itu sudah seperti macam tutul yang menginginkan mangsanya, mata itu sedikit memerah, dia kemudian mencibir dengan kejam: “Meski seperti ini, kamu juga tidak mau mengakuiku, apa kamu sudah menyerahkan hatimu pada Pangeran Xiang dari Negara Beifeng? Kamu adalah gadis penari miliknya, itu hanyalah alasan untuk menipuku bukan?”
__ADS_1
Leng Bingxin tidak menyangka pria ini akan menebak seperti itu, tubuh Leng Bingxin langsung terguncang, ada sedikit kesinisan yang terlintas di tatapan matanya. Pertanyaan pria ini menyebabkan gelombang besar di dalam hatinya, ya, pria ini memang selalu curiga dan tidak percaya padanya seperti biasa. Saat itu juga Leng Bingxin ingin menyangkalnya, tapi tiba-tiba Leng Bingxin berpikir dalam hati, jika dirinya sudah membuat pria ini curiga, mengapa dirinya tidak sekalian saja membuat pria ini semakin curiga? Mungkin dengan begitu maka dirinya bisa dianggap melepaskan diri dari keterikatannya.
Leng Bingxin yang sudah mengambil keputusan, melihat ke luar jendela dengan tatapan mata meremehkan, menarik sudut bibirnya dan berkata dengan suara lembut: “Ya, aku jatuh cinta pada Pangeran Xiang, Pangeran Xiang selama bertahun-tahun ini selalu bersikap peduli padaku, aku berterima kasih pada Pangeran Xiang atas budinya, jadi dalam kondisi ingin membalas budi, aku hanya bisa menyerahkan tubuhku!”